Friday, April 17, 2020

Reformulasi Arah Gerak Mahasiswa Sebagai Pelaku Perubahan Mewujudkan Negara Yang Berdaulat, Adil, Dan Makmur



Ahmad Jaelani PMII Rayon Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam Lumajang
Ahmad Jaelani PMII Rayon Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam Lumajang


Teringat salah satu potongan puisi dari Najwa Sihab “ jangan hanya mengejar IPK, Rakyat tidak butuh angka, Mereka perlu aksi nyata “. Ketika berbicara tentang mahasiswa, maka tidak akan terlepas dari peran dan harapan sebagai calon yang akan membawa perubahan pada masa yang akan datang. Sebagai seseorang intelektual muda dan sebagai generasi penerus bangsa nantinya, mahasiswa mempunyai peran penting sebagai agent of change karena mahasiswa kedepannya harus mampu membawa perubahan-perubahan yang dapat bernilai positif dalam kehidupan bermasyarakat. Merupakan sebuah kewajiban bagi mahasiswa untuk selalu melakukan perubahan ke arah yang lebih dan terus lebih baik, mahasiswa harus terus semangat berusaha bergerak mengingat itu merupakan bentuk dari kesadaran, tanggung jawab, kepedulian, kepekaan untuk memajukan, meningkatkan kualitas, dan memenuhi harapan dan sebagainya. oleh karena itu, ketika dalam melakukan perubahan bukan hanya tinggal seenaknya saja merubah tanpa mengetahui esensi dari perubahan tersebut. Dengan demikian melakukan sebuah perubahan itu berarti : pertama, harus mampu belajar memperbaiki diri dari masa lalu ke masa depan yang lebih baik, baik dari segi keilmuan, pengalaman, ataupun prilaku sosial masyarakat. Kedua, harus siap dalam menghadapi dan memenuhi  harapan dan tuntutan segala hal yang ada pada masa kini yang sudah sangat modern, dinamis, transparan, dan informatif. Ketiga, harus mampu menyiapkan bekal, baik dari segi keilmuan ataupun pengalaman untuk masa yang akan datang untuk menjadi lebiah baik lagi, maju, akurat, transparan, akuntabel, dan informatif dari sebelumnya.
Mahasiswa adalah individu intelektual yang belajar di perguruan tinggi yang sedang melakukan berbagai  planning . tugas pokok sebagai insan akademika adalah untuk mendapatkan ilmu yang sesuai dengan apa yang di tempuh. Mahasiswa di era sekarang tidak hanya sebatas untuk fokus belajar dan mengejar gelar semata, akan tetapi mahasiswa dituntut untuk bisa berperan proaktif lebih banyak lagi dalam segala persoalan, terutama dalam persoalan bangsa. Fungsi controlling perlu di tunjukkan oleh mahasiswa pergerakan, mahasiswa sebagai tumpuan berbagai pihak , mahasiswa adalah harapan bangsa, harapan negara, harapan masyarakat, bahkan harapan dunia, mahasiswa merupakan bagian dari rakyat, bahkan ia merupakan rakyat itu sendiri, jadi tak heran kalau banyak harapan yang dipikul oleh mahasiswa. Memang tidak cukup ketika mahasiswa hanya menjadi praktisi intelektual akademisi yang hanya duduk di kelas, hanya bertugas presentasi kemudian mendengarkan penjelasan dosen dan setelah itu pulang. Intinya mahasiswa sekarang tidak boleh menjadi mahasiswa yang kupu-kupu ( kuliah pulang) , lebih dari itu mahasiswa dituntut untuk berperan dalam agen perubahan  (agent of change) dan  “social Control” yang sedang terjadi di sekitar.
Simbol yang sangat melekat pada individu mahasiswa akan menjadikan tanggungan tersendiri dan itu wajib di emban untuk tampil di tengah-tengah masyarakat. Hal seperti ini terjadi mengingat dalam diri mahasiswa akan dilekatkan berbagai stigma. Teori piramida maslow merupakan posisi yang ideal dimana mahasiswa disini menjadi jembatan atas segala aspirasi dari masyarakat bawah, oleh karena itu jelas memang kalau mahasiswa di perguruan tinggi dituntut untuk bagaimana caranya untuk mengemban tanggung jawab sosial dari masyarakat. 
Posisi sebagai mahasiswa memang sangat strategis untuk dimanfaatkan, bagaimana tidak mahasiswa merupakan salah satu control power terhadap kebijakan-kebijakan dari kaum elitis dalam menjembatani respon terhadap aspirasi masyarakat bawah. Mengingat bahwa tidak semua kebijakan-kebijakan dari kaum elitis yang sesuai dengan harapan masyarakat, dalam hal mahasiswa harus muncul dipermukaan sebagai social control (control mahasiswa), Agent of change (insan pembaharu/perubahan), dan Change Of Development . Ini penting bahwa tanggung jawab mahasiswa diatas bukan hanya tujuan aspek politis, akan tetapi lebih dari itu mahasiswa harus mampu memberikan respon secara general terhadap segala peraturan dari pemerintahan dalam berbagai aspek kehidupan demi mewujudkan negara yang berdaulat, adil, dan makmur.
Akan tetapi fenomena hari ini yang terjadi dikalangan mahasiswa pada umumnya cenderung berbalik arah dari kehidupan mahasiswa silam. Semangat mahasiswa dulu yang setiap saat membara menjadi senjata utama dalam mengawal pemerintah kini sudah mulai luntur, kini kurang lebih sekitar dapat  12 tahunan setelah soeharto jatuh namun perubahan bangsa ini untuk menjadi yang lebih baik belum juga kelihatan hasilnya yang terjadi sekarang malah menguatnya kekuatan lama seperti halnya tidak ditegakkannya hukum secara adil, dan yang paling ketara adalah belum bangkitnya indonesia dari krisis ekonomi. Hal semacam ini menyisahkan sejuta evaluasi bagi kalangan mahasiswa pergerakan  utamanya untuk mampu kembali menyinergikan perjuangan ekonomis dan politis, yaitu bagaimana caranya mahasiswa pergerakan mampu menyerang tanpa ampun untuk menuntut perbaikan ekonomi. Mahasiswa disini diangkat dan turun ke permukaan untuk memperjuangkan kepentingan rakyat. Mahasiswa pergerakan harus menjadi obor untuk melancarkan aksi-aksi massa dalam setiap kesempatan yang dapat dipergunakan nantinya sebagai bukti watak sejati dari para penguasa para birokrasi kampus. Mahasiswa pergerakan juga harus pula menjadi  magnet untuk mengajak solidaritas terhadap gerakan-gerakan mahasiswa di kampus-kampus lain untuk lebih mudah lagi dalam bekerjasama demi kepentingan masyarakat, karena dengan persatuan gerakan-gerakan rakyat perubahan sosial akan menjadi nyata, pembebasan dari imprealis niscaya akan terwujud.
Peran mahasiswa pergerakan disini memang sangat dibutuhkan, dalam konteks pendidikan kewarganegaraan kita mengetahui misi yang diemban yaitu to be smart and a good citizenship sebagai sarana untuk mewujudkan kepekaan terhadap permasalahan sosial guna membangun sikap serta tanggung jawab sebabagai warga negara yang baik. Apabila dihubungkan dengan Tri Dharma perguruan tinggi yang memiliki misi membangun homo educandum  dalam pendidikan, deep critikal thinking dalam penelitian, dan civid disposition dalam pengabdian. Jika semua itu tersistem dan terkolaborasi, maka membentuk mahasiswa pergerakan sebagai pelaku perubahan untuk mewujudkan negara yang berdaulat, adil, dan makmur bukan khayalan semata.
Oleh sebab itu sudah saatnya mahasiswa membangun kembali kultur budaya spiritual, intelektual dan profesional serta mereformulasikan ( menformat ulang terhadap segala keadaan , karena ia jauh dari kata ideal ) arah gerak langkah setiap insan mahasiswa pergerakan dalam mengembangkan dan mengamalkan Tri Darma perguruan tinggi ( pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengembangan , serta pengabdian kepada masyarakat ) guna mewujudkan kehidupan sosial dan bernegara yang berdaulat adil dan makmur.
Karena Khalil Gibran pernah berkata : “ teruslah berbuat baik, berkata baik, kritisi semua yang tidak baik, walau tak banyak orang yang mengenalimu, tapi kebaikan dan kebajikan yang kita lakukan, yang akan menuntun pada kebahagiaan, dan akan dikenang oleh mereka yang kita tinggalkan”.
HIDUP MAHASISWA !!! 

1 comment:

  1. The King Casino - Ventureberg
    The King Casino is owned by British casino operator Crown ventureberg.com/ Resorts and operated by septcasino.com Crown Resorts. https://vannienailor4166blog.blogspot.com/ It is owned worrione by British ADDRESS: CASTLE titanium flat iron

    ReplyDelete

PERGERAKAN MAHASISWA ISLAM INDONESIA

KOMISARIAT INSTITUT AGAMA ISLAM SYARIFUDDIN

RAYON FAKULTAS DAKWAH DAN KOMUNIKASI ISLAM