Friday, April 17, 2020

MAHASISWA PERGERAKAN BERKONTRIBUSI DI TENGAH PANDEMI



M Baharudin Rois PMII Rayon Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Lumajang
M Baharudin Rois PMII Rayon Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Lumajang


Mahasiswa merupakan seorang pembelajar dengan pemikiran yang kritis, yang mampu mengubah paradigma yang berkembang serta terarah. Selain itu, mahasiswa juga dikenal dengan eksistensinya sebagai “Agent of Change” atau mahasiswa dituntut untuk membawa perubahan bagi bangsa dan juga “Agent of Social Control”, dimana mahasiswa dituntut untuk mampu mengontrol keadaan negara, bukan sekedar mengkritisi, tetapi juga memberikan kontribusi nyata untuk perubahan yang lebih baik. Dengan label tersebut, maka ini menjadi branding yang baik untuk menciptakan perubahan dengan pemikiran dan gerakan – gerakan yang terarah pada kondisi dan keadaan tertentu. Sesuai landasan berpikir yang ada di organisasi PMII, mahasiswa disini dituntut mampu mencapai tujuan dalam mencapai nilai-nilai, seperti kebenaran, keadilan, kemanusiaan, dan kemerdekaan.
Indonesia saat ini dilanda bencana nasional yakni mewabahnya virus corona yang awal ditemukannya di Negara China. Virus corona saat ini sudah ditetapkan sebagai Pandemi Global oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) karena sudah sekitar 100 lebih negara yang terdampak virus ini. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran bahkan juga timbul kepanikan pada masyarakat, karena proses penularan virus ini termasuk cepat jika tidak melakukan upaya pencegahan secara efektif. Ditambah lagi dengan adanya berita yang tidak benar (hoax) yang sering beredar di media sosial yang justru menambah kepanikan masyarakat. Sangatlah mudah sebenarnya untuk kita mencegah penularan virus ini, bahkan tidak memerlukan biaya banyak dalam proses pencegahannya. Hal ini tentunya kurangnya pemahaman masyarakat tentang Virus Corona ini, sehingga menyebabkan kegaduhan dan kepanikan berlebih pada masyarakat Indonesia.
Literasi dan pengetahuan seputar virus corona sangat diperlukan untuk menangkal adanya berita tidak benar (hoax)  yang saat ini banyak tersebar di berbagai media. Dalam kondisi ini, mahasiswa pergerakan selain bertanggung jawab pada akademik, juga harus berperan dengan memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pandemi virus corona ini agar tidak timbul selisih paham. Pemberian edukasi mengenai pandemi ini sangatlah penting guna membenarkan pemberitaan dan informasi yang tidak benar. Bahayanya berita bohong (hoax) ini selain dapat menimbulkan fitnah juga dapat memperburuk kondisi dalam upaya pencegahan virus corona ini. Seperti contoh, saat ini banyak kejadian rusuh di kalangan warga, akibat penolakan korban meninggal yang terpapar virus corona ini. Kerusuhan terjadi tidak lain dikarenakan kurangnya edukasi kepada masyarakat yang mengakibatkan kepanikan berlebih, sehingga banyak terjadi kerusuhan pada situasi seperti itu. Dalam situasi yang sangat memprihatinkan, disitulah misi mahasiswa pergerakan untuk mencapai kebenaran harus dilakukan.
Berbagai langkah dan kebijakan diambil pemerintah Indonesia untuk mengatasi pandemi ini. Pastinya, di setiap kebijakan akan menuai pro dan kontra yang menghampiri. Pada dasarnya, tidak ada kebijakan mudah di masa pandemi, niscaya selalu ada resiko pada setiap opsi. Setiap kebijakan yang diambil, dampak yang paling umum terjadi pada sektor ekonomi. Hampir seluruh aktivitas perekonomian mengalami stagnan akibat pandemi ini. Seperti contoh, masyarakat kecil atau pekerja maupun buruh harian yang kehilangan sumber penghasilannya. Hal itu di akibatkan adanya himbauan untuk tetap di rumah saja dan bekerja dari rumah serta penutupan atau pengurangan waktu operasional UMKM. Hal ini justru memberikan dampak signifikan pada mereka yang hanya bergantung pada pekerjaan tersebut. Pandemi ini benar – benar mematikan aktivitas ekonomi masyarakat khususnya masyarakat di kalangan menengah ke bawah.
Potret inilah yang membuat Indonesia saat ini selain darurat kesehatan juga mengalami darurat perekonomian. Tentunya, pemerintah juga melakukan pemberian subsidi kepada mereka yang terdampak. Dalam kondisi seperti ini, mahasiswa pergerakan juga bisa berperan untuk bergerak dan beraksi melakukan uluran tangan kepada mereka – mereka serta mengubah pemikiran tak terarah masyarakat. Tanggung jawab sosial kemasyarakatan yang berada dipundak mahasiswa pergerakan diharapkan mampu melakukan perubahan dalam keadaan pandemi di negara ini.
Bukan mahasiswa namanya jika kehilangan cara dan akal. Kondisi pandemi ini bukanlah suatu alasan mahasiwa pergerakan untuk tidak melakukan perubahan. Rebahan saat ini memang membantu, tetapi perubahan sangatlah perlu. Selain melindungi diri, banyak yang perlu dilakukan mahasiswa pergerakan ditengah pandemi ini. Mulai dari aksi sosial, kemanusiaan, serta pengedukasian tentang pandemi yang sangat membantu pada kondisi seperti ini. Rumusan nilai dasar pergerakan seperti “Hablum minannas” saat ini perlu dilakukan oleh mahasiswa pergerakan guna memperbaiki keadaan yang sudah tercemar dengan munculnya pandemi virus corona ini.
Pandemi virus corona yang melanda ini sangat mengubah keadaan bumi pertiwi ini. Segala upaya dilakukan untuk mengembalikan keadaan bumi ini. Indonesia butuh pahlawan – pahlawan untuk melenyapkan virus corona ini dan menghilangkan status pandemi. Selain tenaga medis yang sudah berada di garda terdepan, mahasiswa pergerakan juga harus mampu menjadi aktor penting dalam upaya pencegahan dan pemusnahan virus corona ini. Nilai dasar pergerakan dan pemikiran kritisnya yang sudah di genggaman mahasiwa pergerakan bisa menjadi landasan untuk bergerak memulihkan keadaan negara ini. Gerakan mahasiswa tersebut diharapkan menjadi pemberdayaan bagi kelompoknya untuk berjibaku memerangi pandemi ini. Tidak ada yang tidak harus dilakukan mahasiswa pergerakan dalam kondisi apapun termasuk kondisi pandemi. Pada dasarnya banyak yang harus dilakukan mahasiswa pergerakan dalam menghadapi pandemi ini. Aksi kemanusiaan seperti donasi merupakan satu diantara banyak gerakan yang harus dilakukan mahasiswa pergerakan. Jika seandainya ada penobatan 10 pahlawan terbaik dalam upaya memerangi pandemi virus corona ini, maka diharapkan 1 diantaranya adalah mahasiswa pergerakan.

No comments:

Post a Comment

PERGERAKAN MAHASISWA ISLAM INDONESIA

KOMISARIAT INSTITUT AGAMA ISLAM SYARIFUDDIN

RAYON FAKULTAS DAKWAH DAN KOMUNIKASI ISLAM