![]() |
| M Baharudin Rois PMII Rayon Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Lumajang |
Mahasiswa merupakan seorang pembelajar dengan
pemikiran yang kritis, yang mampu mengubah paradigma yang berkembang serta
terarah. Selain itu, mahasiswa juga dikenal dengan eksistensinya sebagai “Agent
of Change” atau mahasiswa dituntut untuk membawa perubahan bagi bangsa dan
juga “Agent of Social Control”, dimana mahasiswa dituntut untuk mampu
mengontrol keadaan negara, bukan sekedar mengkritisi, tetapi juga memberikan
kontribusi nyata untuk perubahan yang lebih baik. Dengan label tersebut, maka
ini menjadi branding yang baik untuk menciptakan perubahan dengan pemikiran dan
gerakan – gerakan yang terarah pada kondisi dan keadaan tertentu. Sesuai
landasan berpikir yang ada di organisasi PMII, mahasiswa disini dituntut mampu
mencapai tujuan dalam mencapai nilai-nilai, seperti kebenaran, keadilan,
kemanusiaan, dan kemerdekaan.
Indonesia saat ini dilanda bencana nasional
yakni mewabahnya virus corona yang awal ditemukannya di Negara China. Virus
corona saat ini sudah ditetapkan sebagai Pandemi Global oleh Organisasi
Kesehatan Dunia (WHO) karena sudah sekitar 100 lebih negara yang terdampak
virus ini. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran bahkan juga timbul kepanikan
pada masyarakat, karena proses penularan virus ini termasuk cepat jika tidak
melakukan upaya pencegahan secara efektif. Ditambah lagi dengan adanya berita
yang tidak benar (hoax) yang sering beredar di media sosial yang justru menambah
kepanikan masyarakat. Sangatlah mudah sebenarnya untuk kita mencegah penularan
virus ini, bahkan tidak memerlukan biaya banyak dalam proses pencegahannya. Hal
ini tentunya kurangnya pemahaman masyarakat tentang Virus Corona ini, sehingga
menyebabkan kegaduhan dan kepanikan berlebih pada masyarakat Indonesia.
Literasi dan pengetahuan seputar virus corona
sangat diperlukan untuk menangkal adanya berita tidak benar (hoax) yang saat ini banyak tersebar di berbagai
media. Dalam kondisi ini, mahasiswa pergerakan selain bertanggung jawab pada
akademik, juga harus berperan dengan memberikan edukasi kepada masyarakat
mengenai pandemi virus corona ini agar tidak timbul selisih paham. Pemberian
edukasi mengenai pandemi ini sangatlah penting guna membenarkan pemberitaan dan
informasi yang tidak benar. Bahayanya berita bohong (hoax) ini selain
dapat menimbulkan fitnah juga dapat memperburuk kondisi dalam upaya pencegahan
virus corona ini. Seperti contoh, saat ini banyak kejadian rusuh di kalangan
warga, akibat penolakan korban meninggal yang terpapar virus corona ini.
Kerusuhan terjadi tidak lain dikarenakan kurangnya edukasi kepada masyarakat
yang mengakibatkan kepanikan berlebih, sehingga banyak terjadi kerusuhan pada
situasi seperti itu. Dalam situasi yang sangat memprihatinkan, disitulah misi
mahasiswa pergerakan untuk mencapai kebenaran harus dilakukan.
Berbagai langkah dan kebijakan diambil
pemerintah Indonesia untuk mengatasi pandemi ini. Pastinya, di setiap kebijakan
akan menuai pro dan kontra yang menghampiri. Pada dasarnya, tidak ada kebijakan
mudah di masa pandemi, niscaya selalu ada resiko pada setiap opsi. Setiap
kebijakan yang diambil, dampak yang paling umum terjadi pada sektor ekonomi. Hampir
seluruh aktivitas perekonomian mengalami stagnan akibat pandemi ini. Seperti
contoh, masyarakat kecil atau pekerja maupun buruh harian yang kehilangan
sumber penghasilannya. Hal itu di akibatkan adanya himbauan untuk tetap di
rumah saja dan bekerja dari rumah serta penutupan atau pengurangan waktu
operasional UMKM. Hal ini justru memberikan dampak signifikan pada mereka yang
hanya bergantung pada pekerjaan tersebut. Pandemi ini benar – benar mematikan
aktivitas ekonomi masyarakat khususnya masyarakat di kalangan menengah ke
bawah.
Potret inilah yang membuat Indonesia saat ini
selain darurat kesehatan juga mengalami darurat perekonomian. Tentunya,
pemerintah juga melakukan pemberian subsidi kepada mereka yang terdampak. Dalam
kondisi seperti ini, mahasiswa pergerakan juga bisa berperan untuk bergerak dan
beraksi melakukan uluran tangan kepada mereka – mereka serta mengubah pemikiran
tak terarah masyarakat. Tanggung jawab sosial kemasyarakatan yang berada
dipundak mahasiswa pergerakan diharapkan mampu melakukan perubahan dalam
keadaan pandemi di negara ini.
Bukan mahasiswa namanya jika kehilangan cara
dan akal. Kondisi pandemi ini bukanlah suatu alasan mahasiwa pergerakan untuk
tidak melakukan perubahan. Rebahan saat ini memang membantu, tetapi perubahan
sangatlah perlu. Selain melindungi diri, banyak yang perlu dilakukan mahasiswa
pergerakan ditengah pandemi ini. Mulai dari aksi sosial, kemanusiaan, serta
pengedukasian tentang pandemi yang sangat membantu pada kondisi seperti ini. Rumusan
nilai dasar pergerakan seperti “Hablum minannas” saat ini perlu dilakukan
oleh mahasiswa pergerakan guna memperbaiki keadaan yang sudah tercemar dengan
munculnya pandemi virus corona ini.
Pandemi virus corona yang melanda ini sangat
mengubah keadaan bumi pertiwi ini. Segala upaya dilakukan untuk mengembalikan
keadaan bumi ini. Indonesia butuh pahlawan – pahlawan untuk melenyapkan virus
corona ini dan menghilangkan status pandemi. Selain tenaga medis yang sudah
berada di garda terdepan, mahasiswa pergerakan juga harus mampu menjadi aktor
penting dalam upaya pencegahan dan pemusnahan virus corona ini. Nilai dasar
pergerakan dan pemikiran kritisnya yang sudah di genggaman mahasiwa pergerakan
bisa menjadi landasan untuk bergerak memulihkan keadaan negara ini. Gerakan
mahasiswa tersebut diharapkan menjadi pemberdayaan bagi kelompoknya untuk
berjibaku memerangi pandemi ini. Tidak ada yang tidak harus dilakukan mahasiswa
pergerakan dalam kondisi apapun termasuk kondisi pandemi. Pada dasarnya banyak
yang harus dilakukan mahasiswa pergerakan dalam menghadapi pandemi ini. Aksi
kemanusiaan seperti donasi merupakan satu diantara banyak gerakan yang harus
dilakukan mahasiswa pergerakan. Jika seandainya ada penobatan 10 pahlawan
terbaik dalam upaya memerangi pandemi virus corona ini, maka diharapkan 1
diantaranya adalah mahasiswa pergerakan.

No comments:
Post a Comment