Sunday, April 12, 2020

Peran Mahasiswa sebagai Agent of Change, Social Control, dan Iron Stock

Peran Mahasiswa sebagai Agent of Change, Social Control, dan Iron Stock

Sebagai seorang pelajar dan bagian masyarakat, maka mahasiswa memiliki peran yang kompleks dan menyeluruh sehingga dikelompokkan dalam tiga fungsi yaitu Agent of Change, Social Control, and Iron Stock. Dengan fungsi tersebut tentu saja tidak dapat dipungkiri bagaimana peran besar yang diemban mahasiswa untuk mewujudkan perubahan bangsa. Ide dan pemikiran cerdas seorang mahasiswa mampu merubah paradigm yang berkembang dalam suatu kelompok dan menjadikannya terarah sesuai kepentingan bersama. Sikap kritis mahasiswa sering membuat sebuah perubahan besar dan membuat para pemimpin yang tidak berkompeten menjadi gerah dan cemas. Dan satu hal yang menjadi kebanggaan mahasiswa adalah semangat membara untuk melakukan sebuah perubahan.
Sebagai Agent of Change, mahasiswa bertindak bukan seperti pahlawan yang datang kesebuah negeri lalu dengan gagahnya sang pahlawan mengusir pejabat-pejabat yang merajalelah dan dengan gagah pula sang pahlawan pergi dari daerah tersebut diiringi tepuk tangan penduduk setempat.
Mahasiswa bukan hanya sekedar agen perubahan seperti pahlawan tersebut. Mahasiswa sudah sepantasnya menjadi agen pembardayaan setelah perubahan yang mana mereka berperan dalam pembangunan fisik dan non fisik sebuah bangsa yang kemudian ditunjang dengan fungsi mahasiswa selanjutnya yaitu social Control yang meliputi: kontrol budaya, kontral masyarakat, dan control individu sehingga menutup celah-celah adanya kezaliman. Mahasiswa bukam sebagai pengamat dalam peran ini, namun mahasiswa juga dituntut sebagai pelaku dalam masyarakat, karena tidak bisa dipungkiri bahwa mahasiswa merupakan bagian dari masyarakat.
Idealnya mahasiswa menjadi panutan dalam masyarakat, berlandaskan pada pengetahuannya, dengan tingkat pendidikannya, norma-norma yang berlaku disekitarnya, dan sedikit sekali diantaranya yang berkontak atau berinteraksi langsung dengan masyarakat walaupun ada sebagian mahasiswa yang mulai melakukan pendekatan dengan masyarakat melalui program-program pengabdian masyarakat.mahasiswa yang acuh terhadap masyarakat mengalami kerugian yang besar jika ditinjau dari segi hubungan keharmonisan dan penerapan ilmu. Dari segi keharmonisan, mahasiswa tersebut sudah menutup diri dari lingkungan sekitarnya sehingga muncul sikap apatis dan hilangnya silaturrahim seiring hilangnya harapan masyarakat terhadap mahasiswa. Sedangkan dari segi penerapan ilmu, mahasiswa yang acuh akan menyianyiakan ilmu yang didapat di perguruan tinggi, mahasiswa terhenti dalam pergerakan dan menjadi sangat kurang kuantitas sumbangsi ilmu pada masyarakat.
Lalu jika mahasiswa acuh dan tidak peduli dengan lingkungan, maka harapan seperti apa yang pantas disematkan pada pundak mahasiswa. Makasiswa sebagai Iron Stock berarti mahasiswa seorang calon pemimpin bangsa masa depan, menggantika generasi yang telah ada dan melanjutkan tongkat estafet pembangunan dan perubahan bangsa. Untuk menjadi Iron stock, tidak cukup jika mahasiswa hanya memupuk diri dengan ilmu spesifik saja. Perlu adanya soft skill lain yang harus dimiliki mahasiswa seperti kepemimpinan, kemampuan memposisikan diri (lihat waktu), interaksi lintas generasi dan sensitivitas yang tinggi. Pertanyaannya adalah sebagai seorang mahasiswa, apakah kita sudah memiliki itu semua?
Maka komplekslah peran mahasiswa itu sebagai pembelajar sekaligus pemberdayaan yang ditopang dalam tiga peran yaitu: Agent of Change, Social Control, and Iron Stock.hingga suatu saat nanti bangsa ini akan menyadari bahwa mahasiswa adalah generasi yang ditunggu-tunggu bangsa ini

Kita Generasi Itu…

Sekian dari penulis jika ada kesalahan penulisan kami mohon maaf. Semoga ilmu ini bisa menjadi inspirasi bagi kita semua (kaum hawa) sehingga kita bisa lebih membaur dengan masyarakat sehingga kita tidak menimbulkan sikap apatis.
Semoga bermanfaat dan jangan lupa di baca ya…

Oleh: Sahabat Warda

No comments:

Post a Comment

PERGERAKAN MAHASISWA ISLAM INDONESIA

KOMISARIAT INSTITUT AGAMA ISLAM SYARIFUDDIN

RAYON FAKULTAS DAKWAH DAN KOMUNIKASI ISLAM