Akhir-akhir ini sistem pembelajaran
di Indonesia mulai diricuhkan dengan pembelajaran online. Banyak yang
mengeluhkan hal ini. Apalagi di kalangan pelajar banyak yang kurang suka dengan
sistem pembelajaran ini. Bagi mereka pembelajaran Online dinilai kurang efektif
untuk dilakukannya kegiatan belajar mengajar.
Banyak kendala yang dihadapi oleh
para pelajar dalam sistem pembelajaran ini. Orang tua pun banyak yang
mengeluhkan akan sistem pembelajaran ini. Dan akhirnya akan berdampak pada
kualitas para peserta didik.
Apalagi untuk peserta didik yang
rumahnya didaerah plosok atau daerah desa/pegunungan/Puncak, mereka akan lebih
susah untuk mengakses Internet akibatnya mereka akan ketinggalan informasi yang
telah disampaikan atau diintruksikan. Dikarenakan sinyal kurang mendukung.
Dampak Negatif yang tejadi yaitu :
1. Kurang efektifnya sistem belajar
mengajar
2. Pelajar akan lebih sulit dalam
memahami materi yang dipelajari.
3. Kurangnya intraski sosial antar
teman ataupun guru dan pelajar.
4. Pelajar lebih menggampangkan
sistem belajar ini, dan akibatnya mereka susah dalam memahami pelajarannya.
5.Mereka terkadang lupa akan
tugas yang diberikan oleh gurunya atau pematerinya.
Dengan demikian, Pemerintah melakukan
sistem pembelajaran ini dengan alasan untuk memutus rantai penyebaran virus
corona-19. Namun tak sedikit pula anak yang bandel , mereka masih suka
nongkrong dipinggir jalan, di Cafe maupun ditempat yang biasanya mereka
kunjungi. Padahal pemerintah sudah melarang aktifitas yang bersifat
melibatkan orang banyak.
Jadi untuk para pelajar
diharapkan menaati dan mematuhi agar
masalah ini cepat terselesaikan. Dan sistem pembelajaran akan kembali
sebagaimana biasanya. Agar pembelajarn sesuai yang diinginkan. Dan kembali
normal.
Oleh: Sahabat Faizah

No comments:
Post a Comment