![]() |
| Ahmad Jaelani PMII Rayon Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam Lumajang |
Teringat
salah satu potongan puisi dari Najwa Sihab “ jangan hanya mengejar IPK, Rakyat tidak butuh angka, Mereka perlu aksi
nyata “. Ketika berbicara tentang mahasiswa, maka tidak akan terlepas dari
peran dan harapan sebagai calon yang akan membawa perubahan pada masa yang akan
datang. Sebagai seseorang intelektual muda dan sebagai generasi penerus bangsa
nantinya, mahasiswa mempunyai peran penting sebagai agent of change karena
mahasiswa kedepannya harus mampu membawa perubahan-perubahan yang dapat bernilai
positif dalam kehidupan bermasyarakat. Merupakan sebuah kewajiban bagi
mahasiswa untuk selalu melakukan perubahan ke arah yang lebih dan terus lebih
baik, mahasiswa harus terus semangat berusaha bergerak mengingat itu merupakan
bentuk dari kesadaran, tanggung jawab, kepedulian, kepekaan untuk memajukan,
meningkatkan kualitas, dan memenuhi harapan dan sebagainya. oleh karena itu,
ketika dalam melakukan perubahan bukan hanya tinggal seenaknya saja merubah
tanpa mengetahui esensi dari perubahan tersebut. Dengan demikian melakukan
sebuah perubahan itu berarti : pertama, harus mampu belajar memperbaiki diri
dari masa lalu ke masa depan yang lebih baik, baik dari segi keilmuan,
pengalaman, ataupun prilaku sosial masyarakat. Kedua, harus siap dalam
menghadapi dan memenuhi harapan dan
tuntutan segala hal yang ada pada masa kini yang sudah sangat modern, dinamis,
transparan, dan informatif. Ketiga, harus mampu menyiapkan bekal, baik dari
segi keilmuan ataupun pengalaman untuk masa yang akan datang untuk menjadi lebiah
baik lagi, maju, akurat, transparan, akuntabel, dan informatif dari sebelumnya.
Mahasiswa
adalah individu intelektual yang belajar di perguruan tinggi yang sedang
melakukan berbagai planning . tugas
pokok sebagai insan akademika adalah untuk mendapatkan ilmu yang sesuai dengan
apa yang di tempuh. Mahasiswa di era sekarang tidak hanya sebatas untuk fokus
belajar dan mengejar gelar semata, akan tetapi mahasiswa dituntut untuk bisa
berperan proaktif lebih banyak lagi dalam segala persoalan, terutama dalam
persoalan bangsa. Fungsi controlling perlu di tunjukkan oleh mahasiswa
pergerakan, mahasiswa sebagai tumpuan berbagai pihak , mahasiswa adalah harapan
bangsa, harapan negara, harapan masyarakat, bahkan harapan dunia, mahasiswa
merupakan bagian dari rakyat, bahkan ia merupakan rakyat itu sendiri, jadi tak
heran kalau banyak harapan yang dipikul oleh mahasiswa. Memang tidak cukup
ketika mahasiswa hanya menjadi praktisi intelektual akademisi yang hanya duduk
di kelas, hanya bertugas presentasi kemudian mendengarkan penjelasan dosen dan
setelah itu pulang. Intinya mahasiswa sekarang tidak boleh menjadi mahasiswa
yang kupu-kupu ( kuliah pulang) ,
lebih dari itu mahasiswa dituntut untuk berperan dalam agen perubahan (agent of change) dan “social Control” yang sedang terjadi di
sekitar.
Simbol
yang sangat melekat pada individu mahasiswa akan menjadikan tanggungan
tersendiri dan itu wajib di emban untuk tampil di tengah-tengah masyarakat. Hal
seperti ini terjadi mengingat dalam diri mahasiswa akan dilekatkan berbagai
stigma. Teori piramida maslow merupakan posisi yang ideal dimana mahasiswa
disini menjadi jembatan atas segala aspirasi dari masyarakat bawah, oleh karena
itu jelas memang kalau mahasiswa di perguruan tinggi dituntut untuk bagaimana
caranya untuk mengemban tanggung jawab sosial dari masyarakat.
Posisi
sebagai mahasiswa memang sangat strategis untuk dimanfaatkan, bagaimana tidak
mahasiswa merupakan salah satu control power terhadap kebijakan-kebijakan dari
kaum elitis dalam menjembatani respon terhadap aspirasi masyarakat bawah.
Mengingat bahwa tidak semua kebijakan-kebijakan dari kaum elitis yang sesuai
dengan harapan masyarakat, dalam hal mahasiswa harus muncul dipermukaan sebagai
social control (control mahasiswa), Agent of change (insan
pembaharu/perubahan), dan Change Of Development . Ini penting bahwa tanggung
jawab mahasiswa diatas bukan hanya tujuan aspek politis, akan tetapi lebih dari
itu mahasiswa harus mampu memberikan respon secara general terhadap segala peraturan
dari pemerintahan dalam berbagai aspek kehidupan demi mewujudkan negara yang berdaulat, adil, dan makmur.
Akan
tetapi fenomena hari ini yang terjadi dikalangan mahasiswa pada umumnya
cenderung berbalik arah dari kehidupan mahasiswa silam. Semangat mahasiswa dulu
yang setiap saat membara menjadi senjata utama dalam mengawal pemerintah kini
sudah mulai luntur, kini kurang lebih sekitar dapat 12 tahunan setelah soeharto jatuh namun
perubahan bangsa ini untuk menjadi yang lebih baik belum juga kelihatan
hasilnya yang terjadi sekarang malah menguatnya kekuatan lama seperti halnya
tidak ditegakkannya hukum secara adil, dan yang paling ketara adalah belum
bangkitnya indonesia dari krisis ekonomi. Hal semacam ini menyisahkan sejuta
evaluasi bagi kalangan mahasiswa pergerakan utamanya untuk mampu kembali menyinergikan
perjuangan ekonomis dan politis, yaitu bagaimana caranya mahasiswa pergerakan
mampu menyerang tanpa ampun untuk menuntut perbaikan ekonomi. Mahasiswa disini
diangkat dan turun ke permukaan untuk memperjuangkan kepentingan rakyat.
Mahasiswa pergerakan harus menjadi obor untuk melancarkan aksi-aksi massa dalam
setiap kesempatan yang dapat dipergunakan nantinya sebagai bukti watak sejati
dari para penguasa para birokrasi kampus. Mahasiswa pergerakan juga harus pula
menjadi magnet untuk mengajak
solidaritas terhadap gerakan-gerakan mahasiswa di kampus-kampus lain untuk
lebih mudah lagi dalam bekerjasama demi kepentingan masyarakat, karena dengan
persatuan gerakan-gerakan rakyat perubahan sosial akan menjadi nyata,
pembebasan dari imprealis niscaya akan terwujud.
Peran
mahasiswa pergerakan disini memang sangat dibutuhkan, dalam konteks pendidikan
kewarganegaraan kita mengetahui misi yang diemban yaitu to be smart and a good citizenship sebagai sarana untuk mewujudkan
kepekaan terhadap permasalahan sosial guna membangun sikap serta tanggung jawab
sebabagai warga negara yang baik. Apabila dihubungkan dengan Tri Dharma
perguruan tinggi yang memiliki misi membangun homo educandum dalam
pendidikan, deep critikal thinking dalam
penelitian, dan civid disposition dalam
pengabdian. Jika semua itu tersistem dan terkolaborasi, maka membentuk
mahasiswa pergerakan sebagai pelaku perubahan untuk mewujudkan negara yang
berdaulat, adil, dan makmur bukan khayalan semata.
Oleh
sebab itu sudah saatnya mahasiswa membangun kembali kultur budaya spiritual,
intelektual dan profesional serta mereformulasikan ( menformat ulang terhadap
segala keadaan , karena ia jauh dari kata ideal ) arah gerak langkah setiap
insan mahasiswa pergerakan dalam mengembangkan dan mengamalkan Tri Darma
perguruan tinggi ( pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengembangan ,
serta pengabdian kepada masyarakat ) guna mewujudkan kehidupan sosial dan
bernegara yang berdaulat adil dan makmur.
Karena
Khalil Gibran pernah berkata : “ teruslah
berbuat baik, berkata baik, kritisi semua yang tidak baik, walau tak banyak
orang yang mengenalimu, tapi kebaikan dan kebajikan yang kita lakukan, yang
akan menuntun pada kebahagiaan, dan akan dikenang oleh mereka yang kita
tinggalkan”.
HIDUP MAHASISWA !!!

The King Casino - Ventureberg
ReplyDeleteThe King Casino is owned by British casino operator Crown ventureberg.com/ Resorts and operated by septcasino.com Crown Resorts. https://vannienailor4166blog.blogspot.com/ It is owned worrione by British ADDRESS: CASTLE titanium flat iron