| Sahabat Fudin |
"Selama bendera dikibarkan, hentikan Ratapan dan Tangisan. Mundur satu langkah ialah sebuah
bentuk penghianatan" begitu slogan penggembor semangat yang kerap kali
didengarkan dan diucapkan oleh kader dan anggota PMII dalam pergerakannya.
Namun, tidak semua orang memahami betul esensi yang terkandung dalam kalimat ke
dua slogan tersebut. "Mundur satu langkah ialah sebuah bentuk
penghianatan" , beberapa orang tidak mencerna dengan baik kata-kata
tersebut. Mereka menelan mentah-mentah tanpa memeras intisari dari kata
tersebut dan menganggap segala bentuk "mundur" merupakan sebuah
penghianatan. Padahal, jika kita telaah lebih dalam. Tidak semua mundur
merupakan hal yang buruk, adakalanya mundur merupakan pilihan yang tepat dari
suatu masalah. Atau mundur untuk mempersiapkan sebuah strategi baru untuk
melangkah lebih maju. Sepertihalnya ketika kita hendak mendobrak pintu, yang
pertama kita lakukan pasti ialah mundur beberapa langkah membuat jarak dan
ruang antara kita dengan pintu untuk melancarkan dorongan keras agar pintu
terbuka. Mundur dalam hal tersebut merupakan pilihan yang tepat karena jika
kita mendobrak pintu tanpa mundur terlebih dahulu, maka gaya yang dihasilkan
tidaklah cukup untuk membuat pintu terbuka dengan paksa (kecuali Anda Superman
atau manusia yang memiliki kekuatan super). Contoh lain ialah ketika kita
berhadapan dengan seorang musuh, jika dirasa perbandingan kekuatan antara kita
dan musuh terlalu besar sehingga kita tidak memiliki kesempatan untuk
mengalahkannya, maka mundur untuk memikirkan strategi dan mencari bantuan tentu
lebih tepat daripada maju dan melakukan serangan yang tidak teratur (membabi
buta). Dari sini kita sudah paham bahwa tidak semua mundur itu salah atau
bentuk penghianatan. Lantas bagaimana mundur yang merupakan bentuk
penghianatan?.
Mundur yang
merupakan bentuk penghianatan ialah mundur dengan tujuan berhenti untuk
berproses, berhenti untuk meneruskan estafet perjuangan, berhenti karena karena
merasakan lelahnya sebuah perjuangan. Mundur karena lelah, mundur karena takut,
mundur yang bukan bagian daripada proses baik dengan atau tanpa alasan
merupakan sebuah bentuk penghianatan. Dalam kajian keilmuan Islam hal tersebut
tergolong dosa besar yang ditidak disukai Allah SWT. Kenapa bisa begitu? ,
Karena sejatinya kata-kata "Mundur satu langkah adalah sebuah
penghianatan" merupakan serapan dari makna yang terkandung dalam ayat Al
Qur'an. Lebih tepatnya adalah surat Al Anfal ayat 15 – 18 yang berbunyi:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا لَقِيتُمُ الَّذِينَ كَفَرُوا
زَحْفًا فَلَا تُوَلُّوهُمُ الْأَدْبَارَ وَمَنْ يُوَلِّهِمْ يَوْمَئِذٍ دُبُرَهُ
إِلَّا مُتَحَرِّفًا لِقِتَالٍ أَوْ مُتَحَيِّزًا إِلَىٰ فِئَةٍ فَقَدْ بَاءَ
بِغَضَبٍ مِنَ اللَّهِ وَمَأْوَاهُ جَهَنَّمُ ۖ وَبِئْسَ الْمَصِيرُ
فَلَمْ تَقْتُلُوهُمْ
وَلَٰكِنَّ اللَّهَ قَتَلَهُمْ ۚ وَمَا رَمَيْتَ إِذْ رَمَيْتَ وَلَٰكِنَّ اللَّهَ
رَمَىٰ ۚ وَلِيُبْلِيَ الْمُؤْمِنِينَ مِنْهُ بَلَاءً حَسَنًا ۚ إِنَّ اللَّهَ
سَمِيعٌ عَلِيمٌ ذَٰلِكُمْ وَأَنَّ اللَّهَ مُوهِنُ كَيْدِ الْكَافِرِينَ
Artinya:
“Hai
orang-orang yang beriman, apabila kamu bertemu dengan orang-orang yang kafir
yang sedang menyerangmu, maka janganlah kamu membelakangi mereka (mundur).
Barangsiapa yang membelakangi mereka (mundur) di waktu itu, kecuali berbelok
untuk (sisat) perang atau hendak menggabungkan diri dengan pasukan yang lain,
maka sesungguhnya orang itu kembali dengan membawa kemurkaan dari Allah, dan
tempatnya ialah neraka Jahannam. Dan amat buruklah tempat kembalinya. Maka
(yang sebenarnya) bukan kamu yang membunuh mereka, akan tetapi Allahlah yang
membunuh mereka, dan bukan kamu yang melempar ketika kamu melempar, tetapi
Allah-lah yang melempar. (Allah berbuat demikian untuk membinasakan mereka) dan
untuk memberi kemenangan kepada orang-orang mukmin, dengan kemenangan yang
baik. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Itulah (karunia
Allah yang dilimpahkan kepadamu), dan sesungguhnya Allah melemahkan tipu daya
orang-orang yang kafir.” (Q.S Al Anfal
15-18)
Dalam ayat
tersebut menegaskan bahwa ketika seseorang mu’min apabila dirinya sedang
diserang oleh orang-orang kafir, maka tidak diperkenankan baginya untuk mundur
dan melemahkan harga diri dan martabat islam. Dan ketika sudah masuk ke dalam
medan perang, haram bagi seorang mujahid (orang yang berperang) untuk mundur
dan membelakangi musuh kecuali untuk mencari bantuan dan menyusun strategi.
Dalam kitab Tafsir Ayatul Ahkam karangan Syaikh Muhammad Ali As Shobuni
dijelaskan bahwa mundur dan meninggalkan medan perang bagi seorang mujahid
merupakan dosa besar karena hal tersebut dapat menggoyahkan semangat dan tekad
prajurit lainnya yang dapat menjadi sebab kekalahan umat islam. Mundur dari
medan perang diperbolehkan asalkan dalam keadaan darurat yang telah ditentukan.
Dalam ayat tersebut juga dipaparkan bahwa kemenangan orang-orang muslim atas
orang-orang kafir merupakan bentuk pertolongan dari Allah SWT. Dan Allah juga
telah melemahkan orang-orang kafir dihadapan orang-orang mu’min.
Ayat tersebut
memiliki korelasi yang cukup erat dengan kata-kata “Mundur satu langkah ialah
sebuah bentuk penghianatan”. Implementasi ayat dalam dunia organisasi dapat
diambil makna bahwa mundur dan memutuskan berhenti dari proses merupakan suatu
penghianatan yang juga bernilai dosa besar. Karena sejatinya berproses di PMII
merupakan bentuk nyata perjuangan orang-orang mu’min dalam memerangi kedzoliman
orang-orang dzolim. Karena itu seseorang yang sedang berproses di PMII dan
telah mengikuti Pelatihan Kader Dasar mendapatkan gelar “Kader Mujahid” yang
artinya ialah kader yang tengah berjuang menegakkan agama islam. Kader yang
telah terjun ke dalam medan pertempuran dan memerangi kedzoliman orang-orang
dzolim. Pada akhir ayat juga disebutkan bahwa kemenangan orang-orang mu’min
semata-mata merupakan pertolongan dari Allah SWT. Hal ini menunjukan bahwa
hasil perjuangan kader dalam organisasi merupakan keputusan yang dikehendaki
oleh Allah SWT, sedangkan untuk prosesnya merupakan kewajiban dan keharusan
yang wajib dilaksanakan oleh kader itu sendiri.
Sekian dari
penulis, secuil tulisan ini semoga dapat bermanfaat bagi sahabat-sahabat lain.
dan semoga dapat merubah sudut pandang orang-orang yang keliru menafsirkan
slogan penggembor semangat yang ada di PMII. “Sekali bendera dikibarkan, hentikan
ratapan dan tangisan. Mundur satu langkah ialah sebuah bentuk penghianatan.
Tangan terkepal, dan Maju ke Muka !”
Wallahul muwafiq ila aqwamit thariq,
wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh
Keren kak
ReplyDeleteJika anda hobi touring atau hobi mengkoleksi kendaraan bermotor, anda dapat mengujungi blog saya yang membahas tentang GPS Tracker
ReplyDeleteuntuk keamanan kendaraan bermotor :)
GPS Tracker
Dogmatis ya kak wkwk
ReplyDeleteKalau balik kanan maju jalan boleh berarti....
ReplyDelete