Di
tengah viralnya penyebaran berita - berita tentang wabah virus Corona, akhir –
akhir ini juga beredar isu – isu mengenai peristiwa yang katanya akan terjadi
pada pertengahan Romadhon ini. Peristiwa apakah itu? Yaa, Dukhon. Apa itu
Dukhon?. Dukhon berasal dari bahasa arab yang artinya asap. Menurut isu yang
sedang beredar dikalangan umat muslim sekarang ini, dukhon ini adalah peristiwa
dahsyat yang merupakan salah satu tanda kiamat akan terjadi. Banyak beredar
bahwa peristiwa ini terjadi apabila pertengahan romadhon tepat pada hari
jum’at. Dan entah suatu kebetulan atau memang betul, pada romadhon tahun 1441 H
ini, pertengahan romadhon yaitu tanggal 15 romadhon ini bertepatan dengan hari
jum’at. Sehingga banyak berita – berita tentang hal tersebut yang beredar saat
ini.
Diantara
isi berita yang beredar mengenai dukhon, ada yang mengatakan bahwa dukhon ini
peristiwa yang akan terjadi pada 15 romadhon, peristiwa ini berupa asap tebal
yang panas. Sehingga dianjurkan tidak keluar rumah pada saat peristiwa ini terjadi
dan dianjurkan menutupi lubang – lubang yang ada di rumah supaya asap tersebut
tidak masuk. Entah berita – berita tersebut apakah benar – benar terjadi?
wallahu a’lam.
Akibat
viralnya berita – berita tersebut, banyak para ulama yang angkat bicara atau
mengklarifikasikannya. Salah satunya penulis mengutip penjelasan dari ulama
yang cukup masyhur. Inti daripada isi ceramah beliau adalah, dukhon itu artinya
asap. Itu sebenarnya ada pembahasannya tentang tanda – tanda kiamat akan
terjadi. diantaranya yang disebutkan adalah nanti akan datang suatu masa, nanti
suatu hari langit itu akan keluar asap, itu tanda hari kiamat. Sampai nabi Saw.
mengatakan “ hari kiamat tidak akan tiba kecuali datang 10 tanda – tanda
kiamat”. Diantaranya ialah Dajjal, kemudian Ya’juj wa Ma’juj, ada Dukhon (
asap). Menurut beliau, kalau berbicara tentang dukhon, ada kaidah dalam
membicarakan hari kiamat. Hari kiamat akan tiba, yang perlu ditingkatkan adalah
iman kita bahwasanya kiamat akan tiba dan ada. Dan setelah itu orang akan dibangkitkan
di padang masyhar dengan amalnya masing – masing. Itu yang harus kita bangun
keimanan, adapun kapan datangnya tidak perlu kita menunggu – nunggu. Sebab
sebelum datangnya kiamat yang beneran kita punya kiamat sendiri yang harus kita
urusi, yaitu kematian. Maka nabi mengabarkan tanda – tanda kiamat ini sebagai
penambah keyakinan, dan selagi itu belum keluar tidak akan terjadi hari kiamat.
Dan ketahuilah wahai orang beriman, kita (orang beriman) tidak akan merasa
capeknya hari kiamat tersebut. Kenapa? Karena Allah akan mengirim angin sejuk,
segar akan masuk ke rumah orang beriman untuk mencabut nyawanya. Maka dari itu
yang penting ini keimanan, tidak perlu memikirkan dukhon atau segala macem.
Biarpun membaca tanda –tanda ini - itu namun jika tidak meningkatkan iman juga
percuma. Cuma dibuat bahan untuk bercerita, bahan konten youtube dan
sebagainya. Seandainya dukhon benar terjadi pada bulan romadhon, lalu apa yang
sudah kita perbuat?.
Sungguh
membuat merinding jika kita membahas tentang hari kiamat. Mengenai penjelasan
di atas, intinya kapanpun peristiwa dukhon itu terjadi memang benar kita lebih
baik mempersiapkan diri dengan menambah ketaqwaan dan keimanan kita kepada
Allah Swt. bukan hanya takut saja ketika mendengar berita – berita tersebut,
namun tidak membuat ibadah kita meningkat. Sekian dari penulis, semoga tulisan
ini dapat bermanfaat. Dan semoga kita senantiasa diberi ketetapan iman serta
ditakdirkan di akhir hayat dalam keadaan husnul khotimah. Aamiin.....
Oleh: Sahabat Reta

Subhanallah sungguh takjup
ReplyDeletebagus banget
Bagus sahabat artikelnya. Demi menjawab kerrsahan masyarakat seharusnya kita selaku kaum pergerakan mulai mengupas tumtas isu ini, mulaia dari hadisnya yang doif soheh hasan sampai mghdud sekalipum harus di lihat soalnya pak saya dengar dri ustad jafis itu maghdud yaitu sanandnya gak bersambung ke Nabi jika hadis maghdud di amalkan maka yg mengamalkan masuk neraka klo falam hadis itu.
ReplyDeleteAfif rayon sosial kom.UiJ