Irwan adalah seorang mahasiswa
semester 2 di salah satu perguruan tinggi swasta di Lumajang, tepatnya di
Institut Agama Islam Syarifuddin. Dia mengira bahwa dengan berkuliah dapat
mengantarkannya kepada kesuksesan. Namun asumsi itu ternyata terpatahkan pada
realita yang terjadi dan dia sering jumpai di lingkungannya. Di lingkungan
sekitar rumahnya banyak lulusan-lulusan sarjana yang tidak bekerja atau menjadi
pengangguran, tidak sedikit dari mereka hanya menjadi buruh pabrik, buruh tani
dan lain-lain.
Tidak sedikit orang berasumsi bahwa
dengan kuliah dapat membawanya kepada kesuksesan. Irwan mengatakan kepada saya
“ketika kamu kuliah, bukan berarti suatu saat akan sukses”. Dialog singkat itu
menyadarkan saya bahwa “kesuksesan tidak ditentukan oleh perkuliahan”. Karena
tantangan di era modern ini lebih kuat, kita harus berpikir kreatif agar dapat survive
dengan zaman.
Menurut Bob Sadino, beliau adalah
orang yang kontra terhadap Pendidikan kuliah. Beliau mengatakan “Mau kaya?
Berhentilah sekolah atau berhentilah kuliah sekarang juga, and start action,
karena ilmu lapangan lebih penting daripada ilmu sekolah atau ilmu
perkuliahan”. Perlu dipahami bahwa adanya kutipan tersebut bukan untuk
menggiring pemikiran supaya berhenti kuliah atau tidak melanjutkan Pendidikan
ke jenjang perkuliahan, ambil sisi positif dari kutipan tersebut yang
sebenarnya perlu kita untuk memahami situasi yang ada di lapangan, melihat
realita sosial yang akan dihadapi nanti ketika lulus, bukan hanya terfokus pada
mata kuliah yang ada di kampus.
Hal urgen yang perlu diketahui
tentang Pendidikan perkuliahan adalah bahwa perkuliahan bukan menjadi factor
kesuksesan setiap individu. Yang menjadi modal utama menuju kesuksesan adalah
proses kita untuk mencari ilmu, menambah wawasan dan pengalaman baik di dalam
kampus maupun di luar kampus dengan terjun langsung ke lapangan. Kuliah tidak
menentukan kalian akan sukses di masa depan, sejatinya kuliah sebagai salah
satu jalan untuk menuju kesuksesan. Seharusnya mahasiswa menyadari realita ini,
agar dapat memnfaatkan proses ini dengan baik, bukan hanya tantang pencapaian
IPK tertinggi dan lulus dengan predikat lulusan terbaik sekalipun. Sukses bukan
di mulai ketika kuliah, sukses itu tergantung bagaimana kita setelah lulus
untuk mampu berpikir kritis, rasional, kreatif dan start action.
Sekarang banyak kita temukan
fenomena pengangguran intelektual, realita banyaknya sarjana yang masih menjadi
pengangguran. Esensi dari perkuliahan adalah memberikan kesempatan mahasiswa
untuk membentuk pola pikir kritis, rasional dan kreatif. Banyak yang melupakan
esensi kuliah tersebut, hingga terjadilah fenomena tersebut.
Saudara teman saya, yang bukan
lulusan sarjana, sekarang bekerja di salah satu Lembaga serta menduduki jabatan
cukup penting. Fakta ini menunjukkan satu hal, bahwa sebenarnya bukan hanya
orang kuliah yang bisa mencapai kesuksesan, akan tetapi kesuksesan untuk mereka
yang berpikir rasional, kritis, kreatif and start action. Berapa banyak
orang yang menganggap bahwa kuliah bukan factor kesuksesan layaknya kutipan
Deddy Corbuzier yang pernah beliau sampaikan di salah satu seminar, beliau
mengatakan “sukses dimulai dari selesai sekolah atau kuliah, anda mau berpikir
kreatif atau tidak”.
Sebagai penutup, kuliah ini tidak
dapat dijadikan tolak ukur kesuksesan, kita harus menyadari itu dengan melihat
realita sosial yang terjadi. Sukses atau tidaknya tergantung bagaimana cara
berpikir kita, cara kita memulai sesuatu. Kuliah hanya sebagai salah satu jalan
yang memberi kita kesempatan agar bisa berpikir rasional dan kritis. Kesadaran
Irwan untuk melanjutkan Pendidikan yang lebih tinggi haruslah disandarkan
semangat untuk berproses mencari ilmu, menambah wawasan serta pengalaman baik di
luar maupun dalam kampus.
Wallahul
muwafiq ila aqwamit thariq, wassalamu`alaikum warahmtullahi wabarakatuh
Oleh : Irwan Hidayat
👏🏻👏🏻👏🏻
ReplyDeleteSangat membangun.mindset/pola pikir harus dirubah
ReplyDeleteSiapapun mereka apapun derajatnya.
Jika dia berusaha tanpa putus asa semua akan ada jalan menuju kesuksesan. Keep fighting
Pemikiran yang Konstruktif
ReplyDelete