| Masa Penerimaan Anggota Baru (MAPABA) PMII Rayon FDKI IAI Syarifuddin |
Hidayat adalah salah
seorang mahasiswa pada salah satu perguruan tinggi swasta di lumajang, yaitu
Institut Agama Syarifuddin. Dia mahasiswa yang mengambil program studi
Bimbingan dan Konseling Islam, dia juga salah satu mahasiswa yang mengikuti
organisasi kemahasiswaan yaitu PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia).
Akan tetapi tidak sedikit dari teman-teman mahasiswanya yang tidak mengikuti
organisasi sama sekali atau mahasiswa yang hanya sekedar kuliah kemudian
pulang. Mereka hanya mengandalkan pembelajaran di kelas sebagai satu-satunya
tempat menimba ilmu sebagai mahasiswa.
Semangat hidayat dalam
berproses di organisasi tetaplah tinggi, dia mengatakan kepada saya,
“Organisasi adalah wadah bagi mahasiswa untuk menjawab peluang dan tantangan
ketika terjun di masyarakat nantinya”. Pernyataan tersebut menyadarkan saya
bahwa sebenarnya kuliah tidak cukup hanya dengan sekedar masuk kuliah kemudian
pulang.
Tentu sangat
disayangkan ketika mahasiswa hanya sekedar ingin mengejar IPK yang tinggi di
kampus. Maka tidak heran jika mahasiswa hanya sekedar kuliah kemudian pulang,
mereka mendapat julukan “Mahasiswa kupu-kupu”. Istilah tersebut sudah tidak
asing lagi di telinga mahasiswa.
Beberapa hal yang perlu
diketahui bahwa selayaknya mahasiswa tidak sekedar duduk manis di kelas dan
berorientasi pada kemampua hard skill saja, mereka membutuhkan soft
skill untuk mengimbanginya. Salah satu wadah untuk mengembangkan soft
skill adalah organisasi. Organisasi mengumpulkan banyak orang, bekerjasama
secara rasional dan sistematis untuk mencapai tujuan Bersama. Dalam organisasi
mampu mewadahi mahasiswa untuk mengembangkan potensi dirinya, seperti melatih public
speaking, problem solving, melatih kepemimpinan, memperluas jaringan,
membentuk karakteristik mahasiswa dan lain-lain. Sangat luar biasa ketika
mahasiswa tidak hanya fokus pada soft skill saja, tapi mampu
menyeimbangkan dengan hard skill.
Seorang teman di kelas
saya bahkan pernah mengatakan bahwa, “Sampai sekarang tidak sedikit yang masih
malu dan gugup ketika presentasi di kelas”. Fakta ini menunjukkan satu hal,
bahwa sebenarnya mahasiswa seharusnya bergabung dengan organisasi, sebagai
wadah untuk mengembangkan kemampuan diri seorang mahasiswa. Wadah ini sangat
diperlukan mahasiswa untuk menjawab tantangan dan peluang suatu saat ketika
mereka lulus dari bangku perkuliahan. Rasanya tidak cukup ketika mahasiswa
sekedar mengasah kemampuannya di kelas saja. Nadiem Makarim selaku Menteri
pendidikan mengatakan bahwa “Ibarat mahasiswa dipersiapkan untuk terjun ke
laut, maka selayaknya mereka tidak hanya belajar satu gaya renang di kolam
renang, mereka harus belajar berbagai gaya renang, cara bernafas, safety
dan sesekali mencoba derasnya lautan”.
Sebagai penutup,
mahasiswa tidak cukup jika hanya mengembangkan wawasannya di kelas saja. Sebisa
mungkin mereka mampu memanfaatkan organisasi sebagai wadah untuk mengembangkan
kemampuan dan potensi diri mahasiswa sehingga menjadi mahasiswa mampu menyeimbangkan
kemampuan soft skill dan hard skill.
Oleh : Irwan Hidayat
👍
ReplyDelete