ARTI NDP PMII
Secara esensial arti dari NDP itu sendiri adalah suatu sublimasi nilai Ke-Islaman dan Ke-Indonesiaan. Yakni dengan kerangka pemahaman Ahlussunah Wa’al Jamaah (ASWAJA) yang telah menjiwai berbagai aturan, memberi arah serta mendorong dan juga menjadi penggerak kegiatan-kegiatan PMII itu sendiri. Serta sebagai pemberi keyakinan dan pembenar secara mutlak. Islam mendasari dan juga menginspirasi NDP ini meliputi cakupan baik secara akidah, syariah dan juga akhlak dalam kita berupaya memperoleh kesejahteraan hidup di dunia maupun di akhirat kelak. Maka dari itu dalam kita berupaya memahami, menghayati serta mengamalkan Islam tersebut, maka PMII menjadikan Ahlussunah Wa’al Jamaah (ASWAJA) sebagai pemahaman dan juga pedoman keagamaan yang paling benar.
FUNGSI NDP
Adapun fungsi NDP itu terbagi menjadi tiga bagian:
-Sebagai Landasan Berpijak
Artinya bahwa NDP menjadi landasan setiap gerak langkah dan juga kebijakan yang harus dilakukan oleh semua warga PMII.
-Sebagai Landasan Berpikir
Artinya bahwa NDP menjadi landasan berpendapat yang dikemukakan terhadap semua persoalan yang dihadapi oleh semua warga PMII.
-Sebagai Landasan Motivasi
Artinya bahwa NDP menjadi sebuah pendorong, kepada semua warga PMII untuk berbuat sesuai dengan nilai-nilai yang terkandung didalamnya.
KEDUDUKAN NDP
Rumusan yang seharusnya dimuat dan menjadi aspek ideal dalam berbagai aturan dan juga kegiatan PMII. Landasan dan dasar pembenar dalam berfikir, bersikap bahkan berprilaku. Adapun rumusan yang terkandung didalam NDP dan sekaligus menjadi sebuah pilar dari NDP itu sendiri terbagi menjadi empat bagian:
1. Tauhid
Artinya sebagai warga PMII kita semua harus meng-Esakan Allah. Sebab itu merupakan nilai yang paling asasi yang dalam sejarah agama samawi telah terkandung sejak awal keberadaan manusia. Allah adalah Esa dalam segala hal baik secara dzat maupun sifat dan perbuatannya. Seperti halnya menciptakan, memberi petunjuk, memerintah dan juga memelihara alam semesta ini. Allah maha mengetahui, menolong, bijaksana, adil, tunggal Dll. Keyakinan seperti inilah merupakan bentuk sesuatu yang yang paling tinggi dari alam semesta ini, serta bentuk kesadaran kita terhadap adanya alam gaib. Oleh sebab itu Tauhid merupakan titik puncak keimanan kita yang telah mencakup keyakinan dalam hati, yakni penegasan lewat lisan dan perwujudan lewat perbuatan kita. Maka dari itu bentuk konsekuensinya nilai-nilai Tauhid dalam berbagai Kehidupan serta terkomunikasikan kepada masyarakat sekitar.
Maka dalam memahami serta mewujudkan nilai tauhid, PMII memiliki landasan berpijak yakni Aswaja sebagai bentuk metode pemahaman dan juga penghayatan keyakinan itu.
2. Hubungan Manusia dengan Allah
Allah adalah pencipta segala sesuatu dan juga menciptakan manusia dengan sebaik-baiknya bentuk, serta menganugerahkan kedudukan yang paling tinggi dihadapan ciptaannya yang lain. Lantas yang dimaksud kedudukan yang diberikan oleh Allah kepada manusia adalah pemberian daya pikir, kemampuan berkreasi dan juga kesadaran moral. Potensi itulah yang memungkinkan manusia memerankan fungsi sebagai Khalifah di muka bumi ini dan juga sebagai hamba Allah SWT.
Maka dari itu kita selaku manusia yang telah diciptakan oleh Allah SWT sebagai makhluk yang paling sempurna, kita harus lebih mendekatkan diri kita kepadanya dengan melakukan semua perintahnya dan menjauhi segala larangan-nya.
3. Hubungan Manusia dengan Manusia
Kita selaku manusia yang diberikan akal untuk kita berpikir harus bisa memahami eksistensi dan juga potensi yang dimiliki manusia, maka dari itu anak manusia juga memiliki kedudukan yang sama antara yang satu dengan yang lainnya.
Sebagai penghuni Dunia manusia adalah satu yakni sama-sama manusia, sebagai warga Negara manusia adalah sebangsa, sebagai warga yang se-Iman manusia adalah bersaudara. Sebab tidak ada yang membedakan antara yang satu dengan yang lainnya kecuali bentuk ketaqwaan nya kepada sang pencipta. Karena setiap manusia pasti memiliki kelebihan dan juga kekurangan. Ada yang menonjol pada diri seseorang atas potensinya, ada juga yang menonjol pada diri seseorang atas kelemahannya. Hal itulah yang nantinya akan menyadarkan manusia agar saling melengkapi dan saling tolong menolong satu dengan yang lainnya, sebab itulah bentuk nilai dari hubungan manusia dengan manusia.
4. Hubungan Manusia dengan Alam
Alam semesta adalah ciptaan Allah SWT. Dia menentukan ukuran dan juga hukum-hukumnya. Alam juga menunjukkan tanda-tanda keberadaan, sifat dan juga perbuatan Allah SWT. Maka dari itu nilai tauhid juga melingkupi pada nilai manusia dengan alam. Sebagai bentuk ciptaan Allah alam juga berkedudukan sama dengan manusia hanya saja Allah menundukkan alam bagi manusia bukan malah sebaliknya. Oleh sebab itu jika manusia yang tunduk kepada alam maka manusia hidupnya manusia akan selalu terjebak dalam penghambaan terhadap alam yang seharusnya penghambaan manusia itu hanya untuk kepada Allah SWT semata. Allah menjadikan manusia sebagai Khalifah di muka bumi ini sebagai bentuk dalam bertauhid dan meng-Esakan Allah SWT. Sedangkan perlakuan manusia terhadap alam untuk melestarikan dan menjaga serta memakmurkan dunia bukan untuk merusaknya atau perebutan tahta kekuasaan sehingga menyebabkan kerusakan di muka bumi ini. Oleh karena itu kita selaku warga PMII harus bisa mengaplikasikan nilai-nilai yang telah terkandung didalam tubuh NDP, khususnya nilai hubungan Manusia dengan Alam.
Penulis : Shohibuddin ( angkatan Ksatria Asa 2020 )

No comments:
Post a Comment