Monday, March 23, 2020

Aswaja dan Liberalisme


Oleh: Sahabat Langgeng

Aswaja dan Liberalisme
Sahabat Langgeng

Sering adanya perdebatan tentang liberal dilihat dari aspek manapun paham ini mengacu pada kebebasan perseorangan dan masalah yang sering diperdebatkan juga masalah pribadi. Kebenaran hanya milik orang yang mempunyai gagasan. Oleh sebab itu ham yang dikatakan sudah dimiliki mulai dari kecil hancur karena perspektif yang maunya memiliki kemerdekaan sendiri. Dari hal ini peraturan yang ditetapkan oleh pemerintahan dapat terkubur, karena dalam kata kata bebas mungkin banyak yang beranggapan tidak akan ada yang melanggar meskipun itu salah dari pandangan orang lain tapi menurut kita berlawanan dari anggapan tersebut. Nah maka dari itu dalam pandangan aswaja saya akan mengkaitkan paham ini dengan prinsip aswaja yang merupakan pegangan bagi umat ber agama islam untuk menjalani kehidupan penuh opini ini.
Secara etimologi liberal berarti bebas dan isme yaitu aliran. Jadi pada paham ini kekuasaan disuatu negara di dadasari atas kebebasan meskipun pemerintahannya sendiri tak berhak menyinggung kebebasan yang diberlakukan oleh rakyatnya. Dipaham ini memang setiap perseorangan memiliki imajintif atau ide ide yang cemerlang, karena prinsip bebas membuat orang senang, tidak ada yang menanggapi gagasan perseorangan. Jika membahas tentang politik, liberal menanggapi sebagian aturan yang sudah ditetapkan tapi memiliki sifat yang sunnah pada paham ini. Pembahasan yang identik masuk pada kehidupan bernegara ini pasti terasa menyenangkan, keperluan yang ingin dimiliki bisa tercapai secara mudah, tidak adanya aturan yang berlaku wajib. Mengacu pada hasrat, yang sebenarnya hasrat itu selalu berganti setiap 1 jam sekali paham ini memang banyak memiliki kegiatan yang instan, memenuhi hasrat juga sebagi ketentuan menjalankan hidup agar berwana. Kebebasan berperan aktif bagi para manusia, semua hal yang dilakukan tanpa adanya aturan atau tidak ada embel embel dari orang lain itu yang diharapkan, karena kebebasan sebagai pengacu kebahagiaan dalam diri manusia. Namun hal hal yang dijelaskan semuanya hanya ampas, tidak ada nilai moral, nilai nasionalis, dan nilai religis dari suatu negara. Apakah ad nilai nilai tersebut? Seperti apa watak suatu negara itu? Hal hal mudah yang dilakukan akan menjamin? Apa jaminan yang terkait mobilitas negara? Hal yang rancu seperti itu hanya akan mendapatkan ketidakpastian yang mendalam, bukan hanya ragu dalam ranah mobilitas tapi mengapa disebut negara ketika aturan yang berusaha untuk membangun watak ini dianggap remeh dan hanya dijadikan angan yang tak penting lebih parahnya, akan dijadikan seperti apa negara ini? Bagaimana caranya bertanggungjawab atas kekeliruan manusia? Atau mengapa suatu negara tidak memiliki konsep dasar yang lebih spesifik ketika masuk dalam ranah kebebasan? Maka hal ini banyak yang menggunakan bahasa yang logis ini menjadi eksekusi negatif untuk orang awam. Mari coba kita mulai membayangkan, ketika kita dalam ranah kebebasan apa yang kita ingin lakukakn, yang kita mau, atau yang ingin kita jadikan acuan agar tercapinya hasrat itu mudah dan tidak halangan lalu ada seseorang menyerang kita dengan fisik atau psikis juga karena hal yang dinginkannya apakah tidak akan ada timbul yang disebut pertarungan? Lalu apa yang akan kita lakukan? Jalan keluarnya harus kemana? Selain menindak lanjuti juga dengan hal yang sama, prinsip yang sudah menjadi hasrat tidak akan mudah goyah meskipun seekor beruang jantan yang menerpanya. Dalam hal ini berarti Konspirasi cenderung lebih dari kata buram, pemikiran yang memiliki kedaulatan tahan banting berkedok hasrat yang sinting, dan juga kreasi-kreasi tak logis melayang bertebaran, itu lah yang dinamakan liberalis semu dari kaca peradaban.
Contoh itu mari kita kaitkan ke bidang religi, aswaja misalnya. Memiliki prinsip yang sistematis dan sudah memnuhi kriteria yang menjadikan hal positif pada keadaan tubuh manusia.

No comments:

Post a Comment

PERGERAKAN MAHASISWA ISLAM INDONESIA

KOMISARIAT INSTITUT AGAMA ISLAM SYARIFUDDIN

RAYON FAKULTAS DAKWAH DAN KOMUNIKASI ISLAM