Wednesday, March 25, 2020

Marhaban Yaa Sya'ban, Selamat Datang Bulan Sya'ban

Marhaban Yaa Sya'ban, Selamat Datang Bulan Sya'ban
Bulan Sya'ban (Sumber Gambar: Tribunnews)


Bulan Sya’ban adalah bulan ke delapan dalam kalender Hijriyah. Bulan ini adalah bulan yang istimewa bagi Rasulullah Muhammad SAW. Ada banyak keutamaan yang terdapat dalam bulan Sya’ban. Dalam bulan ini semua catatan amalan manusia diangkat oleh malaikat kepada Allah SWT. maka dari itu, ummat muslim di anjurkan untuk melaksanakan berbagai macam ibadah dan amalan seperti puasa sunnah, membaca Al-Qur’an, dzikir, sholat sunnah dan ibadah lainnya. Selain itu pada bulan Sya’ban terdapat satu malam dimana pada malam itu Allah akan mengampuni dosa-dosa seluruh ummatnya yakni di malam Nisfu Sya’ban (pertengahan bulan Sya’ban). Pada Malam Nisfu’ Sya’ban, Allah SWT mengeluarkan syafa’at kepada Nabi Muhammad saw bagi orang yang berhak menerimanya kelak. Maka perbanyaklah membaca shalawat pada bulan Sya’ban, supaya kita meperoleh syafa’at dari Nabi Muhammad saw. Nabi saw bersabda :”Sungguh orang yang paling utama dihari kiamat bagi saya ialah yang paling banyak shalawatnya untukku”.
Rasulullah banyak melakukan puasa sunnah pada bulan ini. Alasannya ada pada suatu hadist dari Usamah bin Zaid yang bertanya pada Rasulullah SAW.
“Ya Rasulullah, saya belum pernah melihat engkau berpuasa dalam satu bulan sebagaimana engkau berpuasa di bulan Sya’ban?”.
Maka Nabi Muhammad SAW. menjawabnya. “Ini adalah bulan yang sering dilalaikan banyak orang, bulan antara Rajab dan Ramadhan. Ini adalah bulan dimana amal-amal di angkat menuju Tuhan semesta alam. Dan saya ingin ketika amal saya diangkat, saya dalam kondisi berpuasa”. Hadist ini di nilai Hasan oleh Syuaib Al-Arnauth.
Setiap tanggal 15 bulan Sya’ban (malam Nisfu Sya’ban) semua catatan amal tiap-tiap orang dilaporkan oleh malaikat pencatat amal kepada Allah swt. Selanjutnya dicattat lagi dalam buku Lauhil Mahfud (Buku yang Terpelihara), sebagaimana terdapat dalam hadist sebagai berikut : “Allah swt telah mengangkat/menerima semua amalan para hamba di bulan ini (Sya’ban)”.
Seiring berjalannya waktu, umur kita juga semakin bertambah. Maka catatan amal kita otomatis akan bertambah pula dan akan tersimpan dalam Lauhil Mahfud, sampai waktu yang ditentukan oleh Allah untuk memperlihatkan hasil catatannya kepada masing-masing orang. Pemilik amal itu akan dihisab (diperhitungkan berapa amal baik dan amal buruknya). Apabila amal baik lebih banyak maka ia akan masuk surga. Begitu dengan sebaliknya, apabila amal buruknya lebih banyak, maka ia akan masuk neraka.
Mengenai utamanya setengahnya bualan Nisfu Sya’ban sudah banyak hadist-hadist yang menerangkan. Para Tabi’in penduduk Syam seperti Khalid bin Ma’dan, Makhuul, Luqman dan lain-lainnya, sama-sama mengagungkan malam nisfu Sya’ban dan mereka tambah bersungguh-sungguh beribadah pada malam tersebut.
Setalah perbuatan tersebut populer di berbagai negara/kota, terjadi perselisihan pendapat antara yang membolehkan dengan yang melarang melakukan peribadatan tersebut. Seperti ulama dari Hijaz yang meningkarinya dan mereka berkata: ‘Semua itu adalah bid’ah.” Sebenarnya hukum melakukan peribadatan pada malam Nisfu Sya’ban adalah hukumnya boleh dan tidak makruh.
Jadi, mengagungkan Bulan Sya’ban adalah dengan meningkatkan amal kebijakan dengan memperbanyak ibadah kepada Allah swt, seperti puasa sunnat, memperbanyak istighfar dan taubat, berdoa, dan membaca shalawat untuk Nabi Muhammad saw. Serta melakukan shalat Bara’ah, membaca Surah Yasin, membaca doa Bara’ah dan doa Nisfu Sya’ban.

(Oleh: Pengurus Biro Keagamaan PMII Rayon Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam)

No comments:

Post a Comment

PERGERAKAN MAHASISWA ISLAM INDONESIA

KOMISARIAT INSTITUT AGAMA ISLAM SYARIFUDDIN

RAYON FAKULTAS DAKWAH DAN KOMUNIKASI ISLAM