![]() |
| Bulan Sya'ban (Sumber Gambar: Tribunnews) |
Bulan Sya’ban adalah bulan ke delapan dalam kalender Hijriyah. Bulan
ini adalah bulan yang istimewa bagi Rasulullah Muhammad SAW. Ada banyak
keutamaan yang terdapat dalam bulan Sya’ban. Dalam bulan ini semua catatan
amalan manusia diangkat oleh malaikat kepada Allah SWT. maka dari itu, ummat
muslim di anjurkan untuk melaksanakan berbagai macam ibadah dan amalan seperti
puasa sunnah, membaca Al-Qur’an, dzikir, sholat sunnah dan ibadah lainnya.
Selain itu pada bulan Sya’ban terdapat satu malam dimana pada malam itu Allah
akan mengampuni dosa-dosa seluruh ummatnya yakni di malam Nisfu Sya’ban
(pertengahan bulan Sya’ban). Pada Malam Nisfu’ Sya’ban, Allah SWT mengeluarkan
syafa’at kepada Nabi Muhammad saw bagi orang yang berhak menerimanya kelak.
Maka perbanyaklah membaca shalawat pada bulan Sya’ban, supaya kita meperoleh
syafa’at dari Nabi Muhammad saw. Nabi saw bersabda :”Sungguh orang yang
paling utama dihari kiamat bagi saya ialah yang paling banyak shalawatnya
untukku”.
Rasulullah banyak melakukan puasa sunnah pada bulan ini. Alasannya
ada pada suatu hadist dari Usamah bin Zaid yang bertanya pada Rasulullah SAW.
“Ya Rasulullah, saya belum pernah melihat engkau berpuasa dalam
satu bulan sebagaimana engkau berpuasa di bulan Sya’ban?”.
Maka Nabi Muhammad SAW. menjawabnya. “Ini adalah bulan yang sering
dilalaikan banyak orang, bulan antara Rajab dan Ramadhan. Ini adalah bulan
dimana amal-amal di angkat menuju Tuhan semesta alam. Dan saya ingin ketika
amal saya diangkat, saya dalam kondisi berpuasa”. Hadist ini di nilai Hasan
oleh Syuaib Al-Arnauth.
Setiap tanggal 15 bulan Sya’ban (malam Nisfu Sya’ban) semua catatan
amal tiap-tiap orang dilaporkan oleh malaikat pencatat amal kepada Allah swt.
Selanjutnya dicattat lagi dalam buku Lauhil Mahfud (Buku yang Terpelihara),
sebagaimana terdapat dalam hadist sebagai berikut : “Allah swt telah
mengangkat/menerima semua amalan para hamba di bulan ini (Sya’ban)”.
Seiring berjalannya waktu, umur kita juga semakin bertambah. Maka
catatan amal kita otomatis akan bertambah pula dan akan tersimpan dalam Lauhil
Mahfud, sampai waktu yang ditentukan oleh Allah untuk memperlihatkan hasil
catatannya kepada masing-masing orang. Pemilik amal itu akan dihisab
(diperhitungkan berapa amal baik dan amal buruknya). Apabila amal baik lebih
banyak maka ia akan masuk surga. Begitu dengan sebaliknya, apabila amal
buruknya lebih banyak, maka ia akan masuk neraka.
Mengenai utamanya setengahnya bualan Nisfu Sya’ban sudah banyak
hadist-hadist yang menerangkan. Para Tabi’in penduduk Syam seperti Khalid bin
Ma’dan, Makhuul, Luqman dan lain-lainnya, sama-sama mengagungkan malam nisfu
Sya’ban dan mereka tambah bersungguh-sungguh beribadah pada malam tersebut.
Setalah perbuatan tersebut populer di berbagai negara/kota, terjadi
perselisihan pendapat antara yang membolehkan dengan yang melarang melakukan
peribadatan tersebut. Seperti ulama dari Hijaz yang meningkarinya dan mereka
berkata: ‘Semua itu adalah bid’ah.” Sebenarnya hukum melakukan peribadatan pada
malam Nisfu Sya’ban adalah hukumnya boleh dan tidak makruh.
Jadi, mengagungkan Bulan Sya’ban adalah dengan meningkatkan amal
kebijakan dengan memperbanyak ibadah kepada Allah swt, seperti puasa sunnat,
memperbanyak istighfar dan taubat, berdoa, dan membaca shalawat untuk Nabi
Muhammad saw. Serta melakukan shalat Bara’ah, membaca Surah Yasin, membaca doa
Bara’ah dan doa Nisfu Sya’ban.
(Oleh: Pengurus Biro Keagamaan PMII Rayon Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam)

No comments:
Post a Comment