Tuesday, March 31, 2020

Tetap Beraktivitas, di Tengah Pandemi COVID-19



Tetap Beraktivitas, di Tengah Pandemi COVID-19
(Sumber Gambar: BBC)

Selama masa pandemi Covid-19 (penyebaran penyakit baru di seluruh dunia) sejumlah negara termasuk Indonesia, menghimbau seluruh warganya untuk tetap tinggal di rumah. Hal ini dilakukan demi kepentingan bersama, yaitu memotong rantai penyebaran virus corona yang penularannya sangat cepat apabila terjadi kontak antar satu orang dengan orang lain. Dengan mengurangi interaksi orang dalam jumlah besar, diharapkan memperkecil peluang penularan virus corona.
Begitu juga kegiatan belajar mengajar di sekolah diperintahkan untuk belajar di rumah (home learning), ada yang menerapkan selama 1 pekan, ada yang 2 pekan. Mengacu pada informasi yang di berikan oleh Badan Kesehatan Dunia, masa karantina sebaiknya dilakukan selama 14 hari, karena rentang waktu tersebut merupakan lama masa inkubasi virus di dalam tubuh seseorang. Namun masa karantina bisa berjalan lebih dari 14 hari, karna berbagai alasan, seperti kondisi yang masih belum aman dari ancaman virus corona.
Kegiatan belajar mengajar juga banyak kekurangannya yaitu, sekolah-sekolah yang tidak memiliki fasilitas pembelajaran online akan mengalami kesulitan dalam mengejar ketertinggalan materi pembelajaran, siswa yang memiliki keterbatasan fasilitas pembelajaran online juga akan kesulitan seperti di desa-desa yang belum terjangkau teknologi modern dan internet, kurang keefektifan pembelajaran, misalnya ada mata pelajaran yang membutuhkan penjelasan mendalam, adanya penyimpangan dalam memanfaatkan gadget oleh anak, seperti seorang anak akan berkata pada oang tuanya jika ia sedang melakukan pembelajaran online, tapi ia malah bermain game online, maka hal ini juga harus dipantau atau didampingi oleh orang tua. Hal ini juga perlu pertimbangan yang matang.
Tetapi ada juga keuntungannya, seperti kegiatan belajar mengajar bisa dipantau langsung oleh orang tua, hubungan orang tua dan anak menjadi lebih dekat jika didampingi orang tua, anak dapat memanfaatkan gadgetnya untuk hal-hal yang berguna. Para pengajar juga harus proaktif dan kreatif agar bisa menggelar kegiatan belajar mengajar sama efektifnya dengan pembelajaran tatap muka. Orang tua juga bisa memanfaatkan aplikasi belajar atau tautan yang tersedia digadget, yang menggunakan biaya atau gratis.
Memang, wabah virus corona ini banyak merugikan dan ada juga yang menguntungkan bagi sebagian orang, misalnya dalam segi perekonomian, banyak orang bekerja diluar rumah tetapi semasa lockdown harus tetap ada di dalam rumah, hal ini berpengaruh pada masalah keuangan keluarga, tapi sebaliknya bagi orang yang memanfaatkan gadget dan internet untuk melakukan sistem jual beli online. Ada juga orang yang mengambil keuntungan dengan cara meningkatkan harga penjualan masker yang saat ini sangat sulit di cari dan sangat di butuhkan masyarakat.
Tetapi dengan tetap berada di rumah, akan lebih banyak waktu bersama keluarga, jadi anda akan bisa melakukan aktivitas yang tidak pernah di lakukan bersama keluarga. Untuk itu, anda perlu mencari kegiatan yang yang menyenangkan yang di lakukan di dalam rumah dan jauh dari kata membosankan, selalu mendengar kabar baik juga termasuk cara agar anda tidak mudah terserang penyakit. Sebelum melakukan aktivitas tersebut, kita harus menanamkan pikiran yang positif terhadap keterbatasan kondisi saat ini.Selain itu banyak juga aktivitas atau kegiatan yang bisa dilakukan seperti menulis blog atau menulis berbagai hal yang di sukai, membersihkan rumah untuk menjaga kebersihan agar terhindar dari penyakit, menonton film durasi panjang, dan lain-lain.
Sekian dari penulis, semoga bermanfaat dan selalu jaga kesehatan, kebersihan diri dan lingkungan sekitar.


(Oleh: Sahabat Risma)

No comments:

Post a Comment

PERGERAKAN MAHASISWA ISLAM INDONESIA

KOMISARIAT INSTITUT AGAMA ISLAM SYARIFUDDIN

RAYON FAKULTAS DAKWAH DAN KOMUNIKASI ISLAM