![]() |
| (Sumber Gambar: BBC) |
Selama masa pandemi Covid-19 (penyebaran penyakit baru di seluruh
dunia) sejumlah negara termasuk Indonesia, menghimbau seluruh warganya untuk
tetap tinggal di rumah. Hal ini dilakukan demi kepentingan bersama, yaitu
memotong rantai penyebaran virus corona yang penularannya sangat cepat apabila
terjadi kontak antar satu orang dengan orang lain. Dengan mengurangi interaksi
orang dalam jumlah besar, diharapkan memperkecil peluang penularan virus
corona.
Begitu juga kegiatan belajar mengajar di sekolah diperintahkan
untuk belajar di rumah (home learning), ada yang menerapkan selama 1 pekan, ada
yang 2 pekan. Mengacu pada informasi yang di berikan oleh Badan Kesehatan
Dunia, masa karantina sebaiknya dilakukan selama 14 hari, karena rentang waktu
tersebut merupakan lama masa inkubasi virus di dalam tubuh seseorang. Namun
masa karantina bisa berjalan lebih dari 14 hari, karna berbagai alasan, seperti
kondisi yang masih belum aman dari ancaman virus corona.
Kegiatan belajar mengajar juga banyak kekurangannya yaitu,
sekolah-sekolah yang tidak memiliki fasilitas pembelajaran online akan
mengalami kesulitan dalam mengejar ketertinggalan materi pembelajaran, siswa
yang memiliki keterbatasan fasilitas pembelajaran online juga akan kesulitan
seperti di desa-desa yang belum terjangkau teknologi modern dan internet,
kurang keefektifan pembelajaran, misalnya ada mata pelajaran yang membutuhkan
penjelasan mendalam, adanya penyimpangan dalam memanfaatkan gadget oleh anak,
seperti seorang anak akan berkata pada oang tuanya jika ia sedang melakukan
pembelajaran online, tapi ia malah bermain game online, maka hal ini juga harus
dipantau atau didampingi oleh orang tua. Hal ini juga perlu pertimbangan yang
matang.
Tetapi ada juga keuntungannya, seperti kegiatan belajar mengajar
bisa dipantau langsung oleh orang tua, hubungan orang tua dan anak menjadi
lebih dekat jika didampingi orang tua, anak dapat memanfaatkan gadgetnya untuk
hal-hal yang berguna. Para pengajar juga harus proaktif dan kreatif agar bisa
menggelar kegiatan belajar mengajar sama efektifnya dengan pembelajaran tatap
muka. Orang tua juga bisa memanfaatkan aplikasi belajar atau tautan yang
tersedia digadget, yang menggunakan biaya atau gratis.
Memang, wabah virus corona ini banyak merugikan dan ada juga yang
menguntungkan bagi sebagian orang, misalnya dalam segi perekonomian, banyak
orang bekerja diluar rumah tetapi semasa lockdown harus tetap ada di dalam
rumah, hal ini berpengaruh pada masalah keuangan keluarga, tapi sebaliknya bagi
orang yang memanfaatkan gadget dan internet untuk melakukan sistem jual beli
online. Ada juga orang yang mengambil keuntungan dengan cara meningkatkan harga
penjualan masker yang saat ini sangat sulit di cari dan sangat di butuhkan
masyarakat.
Tetapi dengan tetap berada di rumah, akan lebih banyak waktu
bersama keluarga, jadi anda akan bisa melakukan aktivitas yang tidak pernah di
lakukan bersama keluarga. Untuk itu, anda perlu mencari kegiatan yang yang
menyenangkan yang di lakukan di dalam rumah dan jauh dari kata membosankan,
selalu mendengar kabar baik juga termasuk cara agar anda tidak mudah terserang
penyakit. Sebelum melakukan aktivitas tersebut, kita harus menanamkan pikiran
yang positif terhadap keterbatasan kondisi saat ini.Selain itu banyak juga
aktivitas atau kegiatan yang bisa dilakukan seperti menulis blog atau menulis
berbagai hal yang di sukai, membersihkan rumah untuk menjaga kebersihan agar
terhindar dari penyakit, menonton film durasi panjang, dan lain-lain.
Sekian dari penulis, semoga bermanfaat dan selalu jaga kesehatan,
kebersihan diri dan lingkungan sekitar.
(Oleh: Sahabat Risma)

No comments:
Post a Comment