Tuesday, March 31, 2020

Mengenal Istilah - Istilah yang Berkaitan dengan Virus Corona



Mengenal Istilah - Istilah yang Berkaitan dengan Virus Corona
(Sumber Gambar: Tubankab)


Mengenal istilah – istilah yang berkaitan dengan virus Corona, Apakah penting ? Tentu saja sangat penting dan sangat dianjurkan, agar seseorang tidak gampang mencurigai serta menuduh sesamanya bahwa seseorang itu terjangkit atau meninggal sebab virus tersebut. Sebelum kita membahas istilah – istilah yang berkaitan dengan virus Corona, terlebih dahulu kita kenali atau kita bahas mengenai ciri – ciri orang yang terjangkit virus Corona. Terdapat beberapa ciri – ciri seseorang dianggap terjangkit virus corona, penulis telah meringkas dari beberapa sumber sebagai berikut :
Ciri – cirinya secara umum atau ciri Corona Ringan, berdasarkan riset yang dilakukan WHO bersama 25 ahli penyakit menular di China. Penderita biasanya mengalami flu, batuk, demam, sesak, nyeri sendi. Ciri Corona sedang, penderita mengalami batuk, demam di atas 38 derajat celcius, menggigil, tidak bisa berdiri atau bangun dari tempat tidur. Ciri Corona berat, menurut Dr. Van Kerkhove pneumonia biasanya dapat sembuh dengan sendirinya, terutama pada orang – orang yang lebih muda. Namun, pada orang yang lebih tua, ditambah lagi memiliki riwayat kesehatan yang kurang baik. Pneumonia justru dapat mengancam jiwa sehingga sangat diperlukan rawat inap, terutama jika sistem kekebalan tubuh mereka lemah. Penderita yang memiliki ciri yang parah biasanya membutuhkan respirator untuk membantu pernapasan.
Adapun istilah – istilah yang berkaitan dengan virus Corona, yaitu ODP, PDP, dan Suspect Corona. Agar tidak bingung dan salah sangka, berikut ini terdapat penjelasan atau perbedaan antara ODP, PDP, dan Suspect virus Corona :
  • Ø  ODP

ODP adalah singkatan dari Orang Dalam Pemantauan. Seseorang dikatakan masuk dalam kategori ODP apabila ia sempat bepergian ke negara lain yang merupakan pusat penyebaran virus Corona. Anda juga akan masuk sebagai ODP apabila pernah berkontak langsung dengan pasien Corona.  Orang yang masuk dalam kelompok ini adalah mereka yang belum menunjukkan gejala sakit.

  • Ø  PDP

PDP adalah singkatan dari Pasien Dalam Pengawasan. Artinya, orang yang masuk ke dalam kategori ini sudah dirawat oleh tenaga kesehatan (menjadi pasien) dan menunjukkan gejala sakit seperti demam, batuk, pilek, dan sesak napas.

  • Ø  Suspect

Sementara itu, suspect corona adalah orang yang diduga kuat terjangkit infeksi COVID-19, dengan menunjukkan gejala virus Corona dan pernah melakukan kontak dekat dengan pasien positif Corona. Pasien yang masuk dalam kategori ini akan diperiksa menggunakan dua metode, yaitu Polymerase Chain Reaction (PCR) dan Genome Sequencing. Pemeriksaan ini akan dilakukan untuk melihat status infeksi Corona di tubuh suspect tersebut: positif atau negatif.

Safety First and Patient Safety Untuk Tenaga Kesehatan
Dalam penanganan, pasien berpotensi menularkan penyakitnya maka bagi tenaga kesehatan sebelum berbicara tentang menolong orang, perlu lebih dahulu memperhatikan keselamatan diri – sendiri, keluarga kita, sejawat kita dan keselamatan orang banyak. Pada penderita COVID 19, semua yang keluar dari tubuhnya merupakan materi yang bersifat menular, termasuk bagi yang menolongnya. Orang yang berada didekatnya harus melindungi diri sendiri.

Istilah Safety First harus kita letakkan lebih dahulu diatas Patient Safety.
Perlunya menggunakan Alat Pelindung Diri (APD)/ Hazmat  yang lengkap agar terhindar dari penularan penyakit. Ketika berada didekat orang dicurigai COVID 19 tanpa APD adalah perilaku yang berbahaya bukan hanya bagi si pelaku, tetapi juga bagi orang yang berkontak dengannya.  Ingat diri kita, ingat orang tua dirumah. Ingat keluarga kita. Jaga kesehatan diri – sendiri !.
Sekian dari penulis, sedikit atau banyak mudah – mudahan bermanfaat bagi pembaca. Dan semoga tulisan ini dapat membuat pembaca untuk tidak mudah menuduh atau mengklaim seseorang terjangkit virus Corona. Terimakasih.........


(Oleh Sahabat Reta R.A)

No comments:

Post a Comment

PERGERAKAN MAHASISWA ISLAM INDONESIA

KOMISARIAT INSTITUT AGAMA ISLAM SYARIFUDDIN

RAYON FAKULTAS DAKWAH DAN KOMUNIKASI ISLAM