![]() |
| (Sumber Gambar: Tubankab) |
Mengenal
istilah – istilah yang berkaitan dengan virus Corona, Apakah penting ? Tentu
saja sangat penting dan sangat dianjurkan, agar seseorang tidak gampang mencurigai
serta menuduh sesamanya bahwa seseorang itu terjangkit atau meninggal sebab
virus tersebut. Sebelum kita membahas istilah – istilah yang berkaitan dengan
virus Corona, terlebih dahulu kita kenali atau kita bahas mengenai ciri – ciri
orang yang terjangkit virus Corona. Terdapat beberapa ciri – ciri seseorang
dianggap terjangkit virus corona, penulis telah meringkas dari beberapa sumber
sebagai berikut :
Ciri
– cirinya secara umum atau ciri Corona Ringan, berdasarkan riset yang dilakukan
WHO bersama 25 ahli penyakit menular di China. Penderita biasanya mengalami flu,
batuk, demam, sesak, nyeri sendi. Ciri Corona sedang, penderita mengalami
batuk, demam di atas 38 derajat celcius, menggigil, tidak bisa berdiri atau
bangun dari tempat tidur. Ciri Corona berat, menurut Dr. Van Kerkhove pneumonia
biasanya dapat sembuh dengan sendirinya, terutama pada orang – orang yang lebih
muda. Namun, pada orang yang lebih tua, ditambah lagi memiliki riwayat
kesehatan yang kurang baik. Pneumonia justru dapat mengancam jiwa sehingga
sangat diperlukan rawat inap, terutama jika sistem kekebalan tubuh mereka lemah.
Penderita yang memiliki ciri yang parah biasanya membutuhkan respirator untuk
membantu pernapasan.
Adapun
istilah – istilah yang berkaitan dengan virus Corona, yaitu ODP, PDP, dan
Suspect Corona. Agar tidak bingung dan salah sangka, berikut ini terdapat penjelasan
atau perbedaan antara ODP, PDP, dan Suspect virus Corona :
- Ø ODP
ODP
adalah singkatan dari Orang Dalam Pemantauan. Seseorang dikatakan masuk dalam
kategori ODP apabila ia sempat bepergian ke negara lain yang merupakan pusat
penyebaran virus Corona. Anda juga akan masuk sebagai ODP apabila pernah
berkontak langsung dengan pasien Corona.
Orang yang masuk dalam kelompok ini adalah mereka yang belum menunjukkan
gejala sakit.
- Ø PDP
PDP
adalah singkatan dari Pasien Dalam Pengawasan. Artinya, orang yang masuk ke
dalam kategori ini sudah dirawat oleh tenaga kesehatan (menjadi pasien) dan
menunjukkan gejala sakit seperti demam, batuk, pilek, dan sesak napas.
- Ø Suspect
Sementara
itu, suspect corona adalah orang yang diduga kuat terjangkit infeksi COVID-19,
dengan menunjukkan gejala virus Corona dan pernah melakukan kontak dekat dengan
pasien positif Corona. Pasien yang masuk dalam kategori ini akan diperiksa
menggunakan dua metode, yaitu Polymerase Chain Reaction (PCR) dan Genome
Sequencing. Pemeriksaan ini akan dilakukan untuk melihat status infeksi Corona
di tubuh suspect tersebut: positif atau negatif.
Safety First and Patient Safety Untuk Tenaga Kesehatan
Dalam
penanganan, pasien berpotensi menularkan penyakitnya maka bagi tenaga kesehatan
sebelum berbicara tentang menolong orang, perlu lebih dahulu memperhatikan
keselamatan diri – sendiri, keluarga kita, sejawat kita dan keselamatan orang
banyak. Pada penderita COVID 19, semua yang keluar dari tubuhnya merupakan
materi yang bersifat menular, termasuk bagi yang menolongnya. Orang yang berada
didekatnya harus melindungi diri sendiri.
Istilah Safety First harus kita letakkan lebih dahulu diatas Patient Safety.
Perlunya
menggunakan Alat Pelindung Diri (APD)/ Hazmat
yang lengkap agar terhindar dari penularan penyakit. Ketika berada
didekat orang dicurigai COVID 19 tanpa APD adalah perilaku yang berbahaya bukan
hanya bagi si pelaku, tetapi juga bagi orang yang berkontak dengannya. Ingat diri kita, ingat orang tua dirumah.
Ingat keluarga kita. Jaga kesehatan diri – sendiri !.
Sekian
dari penulis, sedikit atau banyak mudah – mudahan bermanfaat bagi pembaca. Dan
semoga tulisan ini dapat membuat pembaca untuk tidak mudah menuduh atau mengklaim
seseorang terjangkit virus Corona. Terimakasih.........
(Oleh Sahabat Reta R.A)

No comments:
Post a Comment