Mengingat semakin maraknya penyebaran virus Corona, pemerintah dan
lembaga lembaga pendidikan meliburkan kegiatan belajar mengajar secara langsung
atau tatap muka, dan diganti dengan kegiatan pembelajaran online di rumah atau
bisa disebut daring. Jangka libur yang dilakukan pun bermacam macam.tahap
pertama dilakukan selama 2 minggu, kemudian ada yang memperpanjang ditambah 1
pekan bahkan ada salah satu lembaga perguruan swata yang meliburkan
mahasiswanya hingga akhir semester genap. Dan ada juga lembaga pesantren yang
meliburkan kegiatan belajar mengajar sampai bulan Mei mendatang. Mengapa
dilakukan demikian? Semata mata cara ini dilakukan untuk penangkalan yaitu
mengurangi penyebaran virus Corona dengan dilakukannya salah satu cara yakni
mengurangi kegiatan yang bersifat berkumpul dengan banyak orang. Lalu,
efektifkah pembelajaran online di rumah masing masing bagi pelajar?
Keefektifan ini dapat kita lihat dari beberapa sudut pandang.
Pertama, bagi pelajar dengan kondisi mampu cara ini bagi mereka tidak masalah.
Tinggal duduk di depan laptop atau smartphone, data jaringan lancar, mereka
asik asik aja. Tinggal mereka menyimak apa yang akan di bahas atau tugas apa
yang akan di berikan Guru atau Dosen. Kedua, sedangkan bagi pelajar yang
kondisi kurang adanya fasilitas, tentu mereka merasa cara ini kurang efektif
atau bahkan menyulitkan. Untuk itu, jika pemerintah memberikan solusi untuk
pengurangan penyebaran virus ini dengan pembelajaran online bagi pelajar,
seharusnya juga bisa menyediakan fasilitas fasilitas bagi mereka.
(Oleh: Sahabat Faizah)
(Oleh: Sahabat Faizah)

No comments:
Post a Comment