Lingkungan sangat penting bagi kehidupan makhluk hidup karena
lingkungan merupakan hal yang sangat di butuhkan oleh kehidupan makhluk hidup.
Oleh sebab itu, makhluk hidup tidak dapat di pisahkan dari lingkungannya, dan
lingkungan merupakan tempat untuk melakukan aktifitas sosial, politik, ekonomi,
budaya dan lain-lain bagi kehidupan manusia.
Lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda dan
makhluk hidup, termasuk manusia dan perilakunya, yang mempengaruhi kelangsungan
dan kesejahteraan hidup manusia serta makhluk hidup lainnya. Lingkungan hidup
yang baik dapat tercipta apabila terjadi keseimbangan antara mahluk hidup satu
dengan yang lainnya serta terhadap benda lain (air, tanah, udara dan sumber
energi).
Namun kemajuan jaman dan canggihnya teknologi di era modern ini
menyebabkan lingkungan hidup yang baik terancam, salah satu halnya adalah
pencemaran lingkungan. Pencemaran terhadap lingkungan hidup yang sejatinya
berasal dari manusia sendiri telah mencemari air, tanah dan udara sehingga
fenomena ini kita kenal sebagai fenomena pemanasan global (global warming).
Peningkatan produksi sampah pun menjadi permasalah global karena
beberapa jenis sampah sulit untuk di urai terutama sampah plastik dan sampah
elektronik.
Plastik adalah suatu jenis bahan yang sangat dekat dengan kehidupan
kita sehari-hari. Ketika kita makan, minum dari bahan yang terbuat dari botol
plastik, kantong kresek yang digunakan untuk membungkus barang, maka tidak
sedikit yang menggunakan bahan dari plastik. Sehingga banyak sekali sampah-sampah
plastik yang menumpuk, dan para ilmuwan pun berusaha untuk mencari solusi
terbaik untuk mengurangi sampah plastik. Pencegahan terhadap kerusakan lingkungan
sudah mulai di lakukan beberapa dekade terakhir ini.
Ada beberapa hal yang perlu kita ketahui tentang dampak buruk dari
sampah plastik, diantaranya adalah;
1.
Kanker
2.
Endometriosis
(penyakit pada sistem reproduksi wanita)
3.
Kerusakan
saraf
4.
Cacat
lahir
5.
Kelainan
perkembangan pada anak
6.
Kerusakan
sistem imun
7.
Asma
Bagi lingkungan yang tertimbun ditanah dapat menghalangi peresapan
air dan sinar matahari, sehingga mengurangi kesuburan tanah. Sedangkan sampah
plastik yang ada di air akan terpapar oleh sinar matahari kemudian plastik
tersebut akan terpecah menjadi ukuran kecil dan bahan yang beracun dalam plasik
akan termakan oleh makhluk hidup di air dan juga bisa masuk dalam urutan rantai
makanan.
Tetapi, Energi dan
material yang ramah lingkungan membuat para peneliti berpikir lebih keras agar
menciptakan teknologi yang ramah dengan lingkungan. Dan masyarakat umum juga
mulai belajar bagaimana mengurangi kerusakan lingkungan dengan cara yang
sederhana dan mudah disamping para peneliti mengembangkan penemuan yang lebih
ramah lingkungan.
Sebagai contoh
lain mengurangi konsumsi kantong plastik, dan memilih menggunakan kantong
belanja dengan harapan dapat mengurangi penggunaan kantong plastik. Kesadaran
masyarakat akan pentingnya membuang sampah pada tempatnya masih terbilang
sangat rendah. Masyarakat sering membuang sampah sembarangan entah itu di
sungai, jalanan, atau di tempat-tempat lain yang dapat merusak pemandangan.
Sampah-sampah yang dihasilkan, tidak hanya berdampak negatif, dampak positifnya
juga ada, yaitu dengan memanfaatkan sampah organik menjadi pupuk kompos dan
yang anorganik menjadi barang yang lebih bermutu, sehingga dapat meningkatkan
kesejahteraan ekonomi.
Maka dari itu jagalah kesehatan dan lingkungan kita untuk anak cucu
kita kelak, gunakan bahan dari plastik dengan bijak agar tidak mencemari
lingkungan sekitar. Karena kita juga tidak tau bagaimana kondisi lingkungan di
dunia puluhan tahun kedepan jika kebiasaan jelek masyarakat yang semena-mena
mencemarkan lingkungan masih tetap terjadi.

No comments:
Post a Comment