| Kader PMII Rayon FDKI Komisariat IAI Syarifuddin Lumajang |
Menjadi kiri tidak harus membawa memori
kekerasan dan perang di masa lalu. Pertanyaannya bukan mengapa orang membenci
komunis, tapi apa yang bisa kita lakukan bersama untuk membangun negeri.
Mungkin itulah makna dari rekonsiliasi.
Dari pernyataan diatas mari kita beberkan
terminologi kiri. ‘Kiri’ dapat dikatakan sebagai perlawanan, dan resistensi
kiri adalah simbol perlawanan mereka yang merasa tersisihkan, mereka yang
selalu gelisah atas keadaan mapan. Sedangkan spirit dari kiri, yang selalu
gelisah untuk mempertanyakan segala sesuatu, mengkritisi setiap bentuk
kebenaran (lisan/tulisan), dan menolak tunduk pada setiap bentuk kebenaran yang
bersifat monolitik (keinginan sendiri), terutama kebenaran pengetahuan.
Di dalam teori
dialektika(seni berdiskusi) merupakan filsafat politik yang dibawa oleh Hegel. menurut
hegel, ada 3 teori didalam negara, sebagai ujung tombak perdaban yaitu :
a.
Tesis
(afirmasi)
Tesis ini dapat dikatakan
pernyataan. Tesis ini termasuk golongan diktator, dimana pernyataan di usulkan
secara otoriter dan diwajibkan mematuhi. Represi jadi cara ampuh dalam dominasi
tersebut. Dan masyarakat Feodal yang
berkerumun dalam ranah ini.
b.
Antitesis
(negasi)
Teori ini digambarkan
sebagai perlawanan. Perlawanan yang membuat kehidupan merasa tersisih dan
gelisah. Antitesis sebagai golongan anarkis yaitu orang yang tidak menganggap
adanya pemerintahan, dengan adanya kekangan dalam hidup, kelompok ini melakukan
perlawanan secara radikal, langsung tidak menganggap adanya pemerintahan.
Masyarakat ini sering disebut sebagai Borjuis.
c.
Sintesis
(integrasi)
Puncak dari peradaban
yang sesungguhnya terletak pada tahap ini. Sintesis sebagai kesimpulan dari
tesis dan antitesis, secara unversal tahap ini dapat dikatakan tahap gabungan
untuk kesadaran sosial bernegara. Tahap ini bisa dikatakan sebagai golongan
demokrasi, musyawarah mufakat. Dan diharapkan menjadi masyarakat yang Sosial Komunis.
Di tahap sintesis ada pernyataan “diharapkan menjadi masyarakat yang Sosial
Komunis”, mengapa tidak ada kepastian tentang masyarakat seperti itu,
karena masih belum ada yang masuk dalam tahap tersebut. Oleh karena itu, pada
dasarnya kebenaran di dunia ini masih belum pernah mencapai sintesis, namun
hanya akan membentuk scientific circle (Lingkaran
pengetahuan) yang berpusar pada tesis dan antitesis beriringan dengan sejarah
waktu.
Jadi bisa disimpulkan “kiri” disini bisa
disebutkan sebagai perlawanan, namun perlawanan yang memiliki tugas suci untuk
membentuk negara yang manusiawi. Jika dipikir-pikir kiri ini berusaha untuk
menjangkau ranah Sintesis. Sedangkan perlawanan yang dianggap kekerasan itu
sudah tertelan waktu, dan ini saatnya kita berpikir secarakritis bahwa tugas
kiri adalah menjangkau ranah sintesis yang beradab.
M Langgeng Prayoga
Pr. FDKI/Komisariat syarifuddin Lumajang
No comments:
Post a Comment