Saturday, April 4, 2020

PANDEMI COVID-19 : PERUBAHAN PSIKOLOGIS MASYARAKAT



PANDEMI COVID-19 : PERUBAHAN PSIKOLOGIS MASYARAKAT


COVID-19 pertama kali ditemukan di kota Wuhan, cina pada akhir Desember 2019 lalu. Wabah ini sekarang tidak hanya menjadi masalah satu negara, melainkan hampir seluruh dunia sedang berusaha menangani Coronavirus ini. Virus ini sangat cepat dan telah menyebar ke berbagai negara, termasuk Indonesia dan menjadi permasalahan baru dan besar bagi seluruh komponen masyarakat.
            Coronavirus adalah kumpulan virus yang bisa menginfeksi sistem pernapasan. Infeksi virus corona bisa menyebabkan penderitanya mengalami gejala flu, seperti demam, pilek, batuk, sakit tenggorokan dan sakit kepala atau gejala penyakit pernapasan berat. Masih belum ada kepastian, darimana coronavirus berasal.
            Dalam upaya melawan pandemi corona, berbagai negara di dunia telah mengambil serangkaian kebijakan, guna melindungi negaranya. Sejauh ini kebijakan paling ekstrem yang diambil adalah lockdown. Kebijakan lockdown ini berarti mengunci semua akses keluar masuk negara atau Kawasan dan menghindari kerumunan di tempat umum. Kebijakan ini sangatlah besar dampaknya, banyak sector dalam kehidupan masyarakat berhenti beroperasi.
            Pemerintah Indonesia sendiri telah mengambil serangkaian kebijakan terkait pencegahan coronavirus ini. Beberapa kebijakan tersebut adalah menghentikan beberapa sektor kehidupan masyarakat, hindari bepergian ke tempat-tempat umum yang ramai berkunjung, gunakan masker saat melakukan aktivitas, melakukan pola hidup sehat, hindari berdekatan dengan orang sedang sakit dan kebijakan-kebijakan lainnya.
Selain beresiko pada perekonomian negara, kebijakan ini juga berdampak pada sisi psikologis masyarakat baik secara individu maupun kelompok. Dengan berbagai himbauan dari pemerintah, masyarakat mulai mengubah pola hidupnya. Tidak sedikit dari mereka takut keluar rumah terkait dengan penularan coronavirus ini. Mereka mengambil sebuah pola hidup baru dengan mengkalkulasi kebutuhan sehari-hari. Sehingga terjadinya sebuah over consumption atau belanja berlebihan untuk menimbun bahan makanan dan barang kebutuhan sehari-hari. Masyarakat kini lebih memilih melakukan segala aktivitasnya dirumah mulai dari olahraga, bekerja dan bagi pelajar atau mahasiswa melakukan pembelajaran secara online, demi menghindari penularan coronavirus. Masyarakat, terutama di Indonesia mempertimbangkan opsi alternative, seperti belanja online atau pengiriman, sudah mulai banyak menggunakan pembelian online dua minggu belakangan ini. Bahkan ketika Mewabahnya coronavirus ini membuat masyarakat lebih berusaha untuk menciptakan pola hidup sehat, mulai dari olahraga, cuci tangan secara rutin bahkan tidak jarang mereka melakukan aktivitas dengan menggunakan masker. Namun tidak jarang dari masyarakat memanfaatkan kesempatan ini sebagai liburan, istirahat atau rebahan dirumah, tanpa melakukan aktivitas fisik. Akibat dari semua aktivitas harus dilakukan secara online, tidak heran jika dalam hal ini mereka lebih banyak atau sibuk mengoperasikan smartphone, laptop dan perangkat mobile lainnya. Dampak psikologis dapat memiliki dampak dalam jangka panjang. Ketakutan masyarakat terhadap wabah coronavirus ini memiliki konsekuensi kesehatan mental. Ada banyak ketakutan dan kecemasan yang dapat mendorong perilaku yang merugikan diri sendiri.  Beberapa dari mereka mengelola kecemasan dan ketakutan untuk beralih pada penggunaan narkoba sebagai pemberi bantuan sementara. Wabah coronavirus ini menghasilkan berbagai macam emosi yang berdampak negatif terhadap psikologis, termasuk kekecewaan tentang peristiwa/ kegiatan yang harus dibatalkan, ketidakberdayaan dalam menghadapi ancaman besar dan tidak berharga bagi mereka yang tidak bisa pergi bekerja.
Akibat dari menyebarnya corona virus ini membuat semua kegiatan dilakukan dirumah, masyarakat dipaksa harus mengubah pola hidupnya untuk selalu di rumah saja. Dalam keadaan emosi harap-harap cemas, masyarakat ingin pandemi covid-19 ini segera terputus penyebarannya. Kekhawatiran ini terbukti dari data google sendiri menjabarkan bahwa hasil pencarian yang tertinggi adalah mengenai perkembangan covid-19. Dalam sosial media pun sekarang baik di whatsspa, facebook, Instagram dan sosial media lainnya lebih banyak memposting atau mengupdate tentang covid-19.
Sekian dari penulis, sedikit tulisan ini semoga dapat bermanfaat bagi sahabat-sahabat lain. Semoga selalu tetap waspada dan tenang dalam menghadapi pandemi covid-19, ikhtiar serta berdoa demi keselamatan kita bersama.
Wallahul muwafiq ila aqwamit thariq, wassalamu`alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Oleh : Irwan Hidayat

1 comment:

PERGERAKAN MAHASISWA ISLAM INDONESIA

KOMISARIAT INSTITUT AGAMA ISLAM SYARIFUDDIN

RAYON FAKULTAS DAKWAH DAN KOMUNIKASI ISLAM