![]() |
| Ana laelatul Fitri PMII Komisariat STAIBU Lumajang |
Bukan
hal yang baru lagi informasi kaitannya dengan merebaknya virus Covid-19 yang
sukses
menyerang lumbung perekenomian, pendidikan, periwisata, sosial - budaya dan
kesehatan warga Indonesia. Sehingga sangat diharuskan bagi generasi penerus bangsa khususnya kader
PMII mengambil peran aktif dalam proses pencegahan dan penanggulangan pandemi global ini.
Diantara peran yang dapat dilakukan
oleh kader
- kader
PMII antara lain sebagai berikut :
Internal PMII
1. Mengindahkan himbauan dari pemerintah
Dalam
upaya penanganan wabah, pemerintah berusaha keras untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 dengan mengeluarkan beberapa kebijakan seperti himbauan untuk tetap di rumah saja, menjaga jarak dan mengaplikasikan pola hidup bersih dan sehat. Untuk itu sebagai warga
negara yang baik sudah
seyogyanya mentaati himbauan yang
dikeluarkan oleh pemerintah sebagai bagian dari bentuk
kerjasama memerangi penyebaran virus.
2. Tetap
berkegiatan produktif
selama di rumah
Himbauan untuk tetap di rumah saja bagi
pemuda memang berpotensi besar hanya
digunakan untuk rebahan sembari bermedia sosial. Untuk itu, agar himbauan ini memiliki faidah baik untuk diri
sendiri maupun organisasi hendaknya dinikmati dengan melakukan kegiatan - kegiatan yang produktif seperti membaca, mendesain dan
menulis. Kemudian hasil dari karyanya
dapat dimuat di akun media
sosial lembaga masing - masing. Karena sangat memungkinkan selama pandemi ini
melanda, media sosial menjadi keseharian kader - kader PMII, sehingganya harus ada upaya
produktif yang dilakukan agar media sosial ditangan kader PMII lebih terasa kebermanfaatannya.
3. Melakukan diskusi - diskusi online
Agar percakapan ilmiah
senantiasa menjadi identitas kader
PMII serta kerja - kerja kaderisasi tidak macet. Menginisiasi adanya diskusi - diskusi online adalah solusi yang tepat ditengah sitausi saat ini. Bisa melakukan rapat internal pengurus maupun
kajian rutin di lembaga PMII masing - masing. Seperti
kajian online yang
pernah dinarasumberi oleh Sahabat Dwi Winarno, Sahabat Nur Sayyid Santoso Kristeva dan PKC PMII Jawa Timur yang ditemani oleh Sahabat Agus Sholeh.
Eksternal PMII
1. Pro Aktif dalam Bersosialisasi dan Menyaring
Informasi
Pada dasarnya masyarakat awam tidak tau menau terkait virus ini, penyebaran dan
pencegahannya. Kader
PMII bisa mengambil peran untuk
ikut terlibat dalam penyuluhan atau sosialisasi Covid-19. Meskipun tidak bisa dilakukan dalam skala yang besar namun jika semisal per anggota dan kader PMII mensosialisasikan kepada keluarga, teman dan tetangganya maka informasi ini akan cepat diketahui oleh khalayak
ramai.
Ditambah lagi dengan banyaknya berita - berita hoax yang
cenderung memprovokasi dan menakut - nakuti masyarakat sehingga menimbulkan kepanikan dan rasa
khawatir
yang berlebihan. Hal ini tidak baik bagi kesehatan psikis. Karena menurut Ibnu Sina, seorang Filsuf sekaligus Dokter Islam, Kecemasan adalah awal dari penyakit. Oleh karena itu, sebagai kaum
terpelajar yang lahir di era
canggihnya teknologi serta memiliki daya
kritis, melakukan penyaringan informasi agar
masyarakat dapat mengkonsumsi informasi - informasi yang valid akan menjadi kegiatan yang sangat membantu.
2. Terlibat dalam bakti sosial
Telah kita ketahui
bersama bahwasanya pandemi ini cukup memberikan pukulan keras terhadap sistem ketahanan perekonomian Indonesia baik yang dialami
oleh Negara maupun yang
dialami langsung oleh masyarakat sipil. Banyak masyarakat yang kehilangan mata pencahariaannya dan
mengalami penurunan omzet yang
cukup signifikan. Untuk sekedar memenuhi kebutuhan dasarnya saja terkadang tidak mampu. Pemerintah tidak dapat berbuat
banyak karena disamping disibukkan dengan mencari strategi pencegahan
penularan dan penanggulangan, uang
mata garuda juga sempat beberapa kali melemah di pasar spot. Sebagai kader
Ulul Albab yang faham esensi dari Nilai Hablun Mina Nas harus memiliki tingkat kesadaran moral
yang
tinggi dengan realitas sosial seperti ikut andil dalam pembagian masker, hand sinitizer, penyemprotan disinfektan maupun mendonasikan sebagian harta baik berupa uang
maupun barang yang nantinya didistribusikan kepada masyarakat yang
terisolasi atau yang sangat membutuhkan.
3. Berdo'a
kepada Allah SWT
Sebagai agen muslim yang taat
sudah semestinya setelah berikhtiyar (berusaha) dilanjutkan dengan bertawakkal (pasrah) menyerahkan
segala urusannya kepada Allah SWT, karena bagaimanapun pandemi ini adalah ketentuan-Nya yang jelas dengan kekuasaan-Nya pulalah
pandemi ini berlalu.
Sebagai bentuk ikhtiyar
materi
ada baiknya juga melakukan ikhtiyar spiritual seperti memperbanyak membaca do'a - do'a khusus tolak
balak (amalan) yang telah
diijazahkan oleh
beberapa tokoh agama khususnya tokoh - tokoh Nahdlatul Ulama'.
Kesimpulan penulis sebagai upaya mengambil peran dalam pandemi global
ini adalah dengan tetap berkegiatan produktif, jaga diri, keluarga dan lingkungan sekitar dengan cara mematuhi himbauan pemerintah dan ahli medis serta melakukan bakti sosial sesuai bidang dan kompetensi masing - masing.

No comments:
Post a Comment