Friday, April 17, 2020

Peran Mahasiswa Pergerakan dalam Memerangi Pandemi Global



Ana laelatul Fitri PMII Komisariat STAIBU Lumajang
Ana laelatul Fitri PMII Komisariat STAIBU Lumajang


Bukan  hal yang  baru  lagi informasi kaitannya dengan merebaknya virus Covid-19   yang    sukses    menyerang   lumbung   perekenomian,   pendidikan, periwisata, sosial -  budaya dan  kesehatan warga  Indonesia. Sehingga sangat diharuskan bagi  generasi penerus bangsa  khususnya kader  PMII mengambil peran  aktif dalam proses pencegahan dan penanggulangan pandemi global ini.

Diantara  peran  yang dapat dilakukan  oleh kader  - kader  PMII antara lain sebagai berikut :

Internal PMII

1. Mengindahkan himbauan dari pemerintah

Dalam upaya  penanganan wabah, pemerintah berusaha keras untuk memutus mata rantai   penyebaran Covid-19  dengan mengeluarkan  beberapa kebijakan  seperti  himbauan  untuk   tetap di  rumah   saja,  menjaga  jarak  dan mengaplikasikan pola  hidup  bersih dan  sehat. Untuk itu sebagai warga  negara yang   baik   sudah   seyogyanya  mentaati   himbauan   yang   dikeluarkan   oleh pemerintah sebagai bagian dari bentuk  kerjasama memerangi penyebaran virus.

2. Tetap  berkegiatan produktif  selama di rumah

Himbauan untuk  tetap di rumah  saja bagi  pemuda memang berpotensi besar hanya  digunakan untuk  rebahan sembari bermedia sosial. Untuk itu, agar himbauan  ini  memiliki   faidah    baik   untuk   diri  sendiri  maupun  organisasi hendaknya  dinikmati   dengan  melakukan  kegiatan  -  kegiatan  yang  produktif seperti membaca, mendesain dan  menulis. Kemudian  hasil dari karyanya  dapat dimuat di akun media  sosial lembaga masing - masing. Karena sangat memungkinkan selama pandemi ini melanda, media  sosial menjadi keseharian kader  - kader  PMII, sehingganya harus ada  upaya  produktif  yang dilakukan  agar media  sosial ditangan kader PMII lebih terasa kebermanfaatannya.

3.  Melakukan diskusi - diskusi online

Agar  percakapan ilmiah  senantiasa menjadi identitas kader  PMII serta kerja - kerja kaderisasi tidak macet. Menginisiasi adanya diskusi - diskusi online adalah solusi yang tepat ditengah sitausi saat ini. Bisa melakukan rapat internal pengurus maupun kajian rutin di lembaga PMII masing - masing. Seperti  kajian online  yang  pernah dinarasumberi  oleh  Sahabat Dwi Winarno,  Sahabat Nur Sayyid Santoso Kristeva dan PKC PMII Jawa Timur yang ditemani oleh Sahabat Agus Sholeh.





Eksternal PMII

1. Pro Aktif dalam Bersosialisasi dan Menyaring  Informasi

Pada dasarnya masyarakat awam tidak tau menau terkait  virus ini, penyebaran dan  pencegahannya. Kader  PMII bisa mengambil peran  untuk  ikut terlibat   dalam  penyuluhan  atau   sosialisasi  Covid-19.  Meskipun  tidak   bisa dilakukan  dalam skala yang  besar namun jika semisal per  anggota dan  kader PMII   mensosialisasikan   kepada  keluarga,   teman  dan   tetangganya   maka informasi ini akan cepat diketahui oleh khalayak  ramai.

Ditambah lagi  dengan banyaknya berita  -  berita  hoax  yang  cenderung memprovokasi dan menakut - nakuti masyarakat sehingga menimbulkan kepanikan dan  rasa khawatir  yang berlebihan. Hal ini tidak baik bagi kesehatan psikis. Karena menurut Ibnu Sina, seorang Filsuf sekaligus Dokter Islam, Kecemasan adalah awal dari penyakit.  Oleh karena itu, sebagai kaum  terpelajar yang  lahir  di era  canggihnya teknologi serta memiliki  daya  kritis, melakukan penyaringan informasi agar  masyarakat dapat mengkonsumsi informasi - informasi yang valid akan menjadi kegiatan yang sangat membantu.

2. Terlibat dalam bakti sosial

Telah kita ketahui  bersama bahwasanya pandemi ini cukup  memberikan pukulan  keras terhadap sistem ketahanan perekonomian Indonesia baik  yang dialami   oleh  Negara maupun  yang  dialami   langsung  oleh  masyarakat  sipil. Banyak  masyarakat  yang  kehilangan  mata pencahariaannya  dan  mengalami penurunan omzet yang  cukup  signifikan. Untuk sekedar memenuhi kebutuhan dasarnya saja terkadang tidak mampu. Pemerintah tidak dapat berbuat banyak karena disamping disibukkan dengan mencari strategi pencegahan penularan dan penanggulangan, uang  mata garuda juga sempat beberapa kali melemah di pasar spot. Sebagai kader  Ulul Albab yang faham esensi dari Nilai Hablun  Mina Nas harus memiliki tingkat  kesadaran moral  yang  tinggi dengan realitas sosial seperti ikut andil dalam pembagian masker, hand  sinitizer, penyemprotan disinfektan maupun mendonasikan sebagian harta  baik  berupa uang  maupun barang yang  nantinya didistribusikan kepada masyarakat yang  terisolasi atau yang sangat membutuhkan.

3. Berdo'a  kepada Allah SWT

Sebagai agen   muslim yang  taat   sudah semestinya setelah berikhtiyar (berusaha) dilanjutkan dengan bertawakkal (pasrah) menyerahkan segala urusannya kepada Allah SWT, karena bagaimanapun pandemi ini adalah ketentuan-Nya  yang  jelas  dengan kekuasaan-Nya  pulalah  pandemi  ini berlalu.



Sebagai bentuk   ikhtiyar  materi   ada  baiknya  juga  melakukan ikhtiyar  spiritual seperti memperbanyak membaca do'a  - do'a  khusus tolak  balak  (amalan) yang telah   diijazahkan  oleh   beberapa  tokoh   agama   khususnya  tokoh   -   tokoh Nahdlatul Ulama'.




Kesimpulan  penulis  sebagai  upaya   mengambil  peran   dalam  pandemi global  ini adalah dengan tetap berkegiatan produktif, jaga  diri, keluarga dan lingkungan sekitar dengan cara  mematuhi himbauan pemerintah dan ahli medis serta melakukan bakti sosial sesuai bidang  dan kompetensi masing - masing.

No comments:

Post a Comment

PERGERAKAN MAHASISWA ISLAM INDONESIA

KOMISARIAT INSTITUT AGAMA ISLAM SYARIFUDDIN

RAYON FAKULTAS DAKWAH DAN KOMUNIKASI ISLAM