Berbicara tentang organisasi. Makna organisasi yaitu
kesatuan atas orang-orang dalam sebuah perkumpulan yang bekerjasama untuk
mencapai tujuan bersama. Sebuah organisasi wajib memiliki tujuan. Tanpa tujuan
kita akan bingung arah gerak yang harus dilakukan seperti apa dan outputnya
nanti bagaimana. Bisa kita orientasikan dalam sebuah organisasi, contohnya di
PMII yang memiliki kejelasan tujuan yakni "Terbentuknya pribadi muslim
indonesia yang bertaqwa kepada allah swt, berbudi luhur, berilmu, cakap dan
bertanggung jawab dalam mengamalkan ilmunya, dan komitmen memperjuangkan
cita-cita kemerdekaan indonesia". Bisa dilihat dan dimaknai bahwa
tujuannya menekankan pada nilai keislaman dan keindonesiaan. Hal tersebut juga
sudah tertera di dalam nilai dasar pergerakan (NDP) PMII yang merupakan sebuah
sublimasi antara nilai keislaman dan keindonesiaan. NDP sendiri merupakan suatu
tali pengikat (kalimatun sawa') yang
mempertemukan warga-warga pergerakan dalam satu cita-cita perjuangan sesuai
tujuan organisasi. Sebuah tujuan tidak bisa terlaksana jika tidak ada dinamika.
Begitupun sebaliknya, dinamika tanpa berpatokan pada tujuan maka akan ngambang
dan bingung arah geraknya harus kemana.
Dalam berdinamika untuk mencapai tujuan tersebut arah
gerak yang dilakukan harus menyesuaikan dengan zaman. Untuk menyesuaikan dengan
zaman jelas harus ada yang namanya pengembangan. Berbicara tentang pengembangan
di dalam organisasi. Di dalam organisasi tepatnya di PMII tidak mungkin jika
kita hanya leyeh-leyeh tanpa adanya sebuah dinamika dan revolusi yang kita
lakukan untuk mengembangkan organisasi tersebut menjadi sebuah organisasi yang
lebih progres. Karena jika hanya pasif saja di organisasi untuk apa kita
menceburkan diri di dalamnya. Apakah hanya menumpang embel-embel mengikuti organisasi
saja? Lantas sumbangsih apa yang akan kita berikan? Dedikasi apa yang mampu
kita lakukan? Mari intropeksi diri. Setiap persona wajib sadar bahwa setelah
memutuskan untuk tercebur dalam organisasi kita harus siap dengan resiko yang
ada, seperti halnya dalam meluangkan waktu, kita harus pintar-pintar
membaginya. Mulailah menjadi pribadi masif yang aktif, inovatif dan kreatif
dalam berikhtiar megembangkan organisasi PMII yang lebih progres.
Sebagai kader PMII kita harus mampu beradaptasi dengan
adanya modernisasi. Seperti halnya saat ini kita tengah berada di era revolusi
4.0 yang tidak menutup kemungkinan nantinya akan menjadi 5.0. Era dimana dunia
industri digital telah menjadi paradigma atau acuan dalam menghadapi kehidupan.
Menurut saya, sebagai kader PMII kita harus mampu
mengembangkan kapasitas diri dan organisasi dalam menghadapi perubahan zaman.
Kader PMII sebagai ruang kapasitas yang kreatif dan inovatif harus mampu
menjawab perkembangan yang sedang berjalan. Agar nanti tidak gagap ketika memasuki
era revolusi yang lebih tinggi lagi. Paradigma organisasi juga perlu pembaruan.
Hal signifikan yang paling urgen adalah pengembangan sumber daya manusia di
dalamnya. Seperti halnya membaca, menganalisa, dan mengobservasi sesuai data
realita yang didapatkan, sebagai modal untuk memperkuat kapasitas kader. Di era
4.0 ini hal yang perlu didorong adalah inovasi baru dan pembekalan digital
teknologi. Kuncinya adalah sumber daya kader yang berkualitas dan inovatif. Di sini
peran pengurus sangat dibutuhkan. Dimana seorang pengurus harus memahami setiap kapasitas dan
potensi-potensi yang dimiliki oleh kadernya.
Tidak hanya itu, menurut saya, di PMII kaderisasi,
ideologisasi, dan gerakannya harus berkolaborasi. Tujuannya untuk lebih kreatif
dan inovatif baik itu di ranah internal maupun eksternal organisasi. Karena
jika tidak terkolaborasi maka akibatnya akan terjebak pada kegiatan-kegiatan
formal saja.
Pengembangan ini dilakukan sebagai upaya agar langkah
PMII terarah dan terpadu untuk memanifestasikan tujuannya.
Oleh: Sahabat Miya
Mantap😁
ReplyDeleteMantul👍
ReplyDeleteSalam pergerakan
ReplyDelete