Setiap kita bertemu orang pasti yang dipandang pertama kali adalah penampilannya, padahal penampilan belum tentu sama dengan karakter atau dari dalam diri orang tersebut, seperti pepatah berikut : “Jangan nilai buku dari luarnya. Mending dapet buku komik yang sampulnya sederhana, daripada sampul bagus tapi ternyata buku kasbon.” Meskipun sudah ada pepatah yang mengatakan seperti itu, namun tidak menilai orang dari penampilan saja sangat sulit untuk dipraktikan, Kadang kita menilai orang hanya dari tampilan luarnya saja, bukan dari perbuatannya, atau apa yang ada dalam hati orang tersebut. Mulai dari warna baju yang tidak matching, dandanan yang menor, atau gaya bicara yang medok dan lucu sering kita jadikan bahan penilaian. Menilai orang dari luar adalah salah satu hal termudah di dunia, Padahal jangan lupa bahwa kita harus mampu untuk mengerti berbagai macam karakteristik manusia. Seorang profesor psikologi di Universty of Toronto, Nicholas Rule, menjelaskan bahwa seseorang mengembangkan ciri kepribadian tertentu agar sesuai dengan penampilannya. Atau sebaliknya, kepribadian seseorang dapat mengubah penampilannya. Jadi, penampilan memang belum tentu sesuai dengan cerminan dari orang tersebut.
Bagaimana agar kita tidak hanya memandang
orang dari luarnya saja? yaitu dengan cara mengenali ekspresi dan bahasa
tubuhnya terlebih dahulu, dengan mengetahui hal tersebut kita mungkin akan
sedikit tahu bahasa tubuh dan ekspresinya baik atau tidak. Selanjutnya adalah
selalu berpikiran positif, jika kita ingin dinilai baik oleh orang lain, maka
kita juga harus bisa berpikiran positif terhadap orang lain, Setiap orang yang
kalian anggap negatif pasti ada sisi positifnya, sebodoh-bodohnya orang bodoh
pasti ada sisi positifnya, jangan penuhi otak kalian dengan hanya menilai sisi
negatif saja, jangan biarkan hati kalian dipenuhi dengan kebencian, belajarlah
menilai orang dari dua sisi jangan merasa kamu paling benar, kamu harus
tau dan kamu harus ingat bahwa di atas langit masih ada langit. Tanamkan dalam
diri, bahwa kamu tidak berhak menilai seseorang sebelum bisa mengenalnya.
Berikutnya Asah Naluri dan Insting, pemikiran
positif juga perlu diimbangi dengan naluri dan insting terhadap bahaya. Kamu
tidak bisa mempercayai dan berpikiran positif terhadap orang lain seratus
persen. Kamu juga perlu mengenali apakah seseorang berpotensi mencelakai atau
punya niat buruk padamu. Perlu mengasah naluri dan pertahanan diri selagi tidak
menilai seseorang dari penampilannya.
Jangan terpukau dengan penampilan.
Penampilan bisa menipu. Terkadang orang yang kita anggap remeh, ternyata
menyimpan kelebihan yang luar biasa. Terkadang orang yang terlihat alim,
ternyata mempunyai sikap yang zalim. Maka jangan sampai tertipu dengan simbol. Allah
Maha Mengetahui hati manusia, jadi jangan sampai gampang menyangka-nyangka.
Yang dilihat oleh Allah yang utama adalah hati, bukan materi; yang dilihat oleh
Allah bukan rupa, tapi takwa. Sehingga dengan demikian, sebagai manusia kita
harus berhati-hati dan selalu rendah hati. Diantara kita juga pasti pernah
meremehkan orang lain, tapi kita juga perlu ingat bahwa dibalik keremehan yang
terlihat dimata kita belum tentu jelek dimata Allah SWT, terkadang banyak
kelebihan-kelebihan yang diberikan oleh Allah kepadanya. dan setiap individu
pasti mempunyai kelebihan dan kekurangannya masing-masing, setiap orang pintar
pasti ada kelemahannya dan setiap orang bodoh pasti ada sesuatu yang gak orang
pintar miliki, Allah itu maha adil.
Oleh
: Yulia Wulandari

No comments:
Post a Comment