Di kisahkan di Lumajang dahulu kala, tepatnya di desa Kaliwungu. Ada sebuah kerajaan yang bernama Kerajaan Bintolo. Raja Bintolo memiliki seorang putri yang sangat cantik jelita. Banyak pangeran yang telah datang meminang, akan tetapi selalu di tolaknya. Dengan tegas sang putri mengatakan tidak ingin menikah.
Di sebuah desa, hiduplah seorang pemuda putra seorang janda tua yang sangat miskin. Keahlian pemuda itu adalah membuat topeng.
Pada suatu ketika, pemuda ini pun pergi ke kota untuk menjual topengnya. Ketika tengah berada di sebuah pasar lewatlah rombongan kerajaan beserta putri raja Bintolo di dalam kereta kencana. Semua orang di pasar menundukkan kepalanya sebagai tanda hormat. Namun tanpa sengaja,sang pemuda melihat kecantikan wajah Putri Bintolo. Seketika hatinya pun langsung tertarik dan ingin meminangnya.
“Eehhh...eehh… Sudah.. sudah..tidak usah berkhayal ! Kecantikan tuan putri memang tiada duanya.. tapi kamu tidak pantas menjadi pendampingnya. Bagaikan langit dan bumi.
Bercermin dulu sebelum berkhayal terlalu jauh ! “ Ujar pedagang di sebelahnya
Sepulang dari kota, sang pemuda jadi sering melamun. Ia hanya berdiam diri dan tidak mau makan. Sampai badannya kurus dan tampak kuyuh. Hal itu membuat ibunya sangat sedih.
"Anakku.. ibu perhatikan akhir-akhir ini kau sering melamun, masakan ibumu ini bahkan tidak pernah kau sentuh. Apa yang menjadi beban hatimu nak?" Tanya sang ibu dengan cemas.
"Aku sedang memikirkan gadis pujaanku ibu" jawab pemuda itu.
"Jadi kau tengah memikirkan seorang gadis anakku? Siapa.. siapa gadis pujaanmu nak, biar ibu segera meminangnya "
Sambil menunduk, sang pemuda menjawab:
"Tidak mungkin Bu, dia adalah putri Raja Bintolo, sedangkan aku ini siapa? Hanya pemuda miskin yang buruk rupa.
Sambil berusaha memenangkan putranya, sang ibu berkata :
"Jangan risau anakku, bukankah kau pandai membuat topeng nak.. kenapa tidak kau buat saja topeng wajah yang tampan"
Mendengar nasehat ibunya, sang pemuda inipun kembali bersemangat. Selera makannya pun kembali, badannya kembali gagah seperti sedia kala. Setiap hari dia bekerja keras untuk membuat topeng yang paling bagus.
Topeng itupun telah jadi,dengan penuh semangat sang pemuda mencoba memakainya.. tiba-tiba....
Tanpa di sadari, topeng itu menyatu dengan wajahnya.
Aaagggh...aaaagh... aaagggh..kenapa topeng ini tidak bisa di lepas? Ibuuu..Ibuuu.. kenapa topeng ini tidak di lepas ibu..
"Anakku... Topeng ini telah menyatu dengan wajahmu.. Lihatlah nak, kau sekarang menjadi seorang pemuda yang sangat tampan.”
Dengan penuh semangat, sang pemuda segera pergi menuju istana Raja Bintolo untuk mempersembahkan hasil karyanya. Sang raja pun menerima dengan senang.
Melihat ketampanan sang pemuda, sang putri pun tertarik dan minta di jodohkan.
"Hai, pemuda tampan.. berbahagialah, putriku ingin menikah denganmu.” Kata Baginda raja.
"Maafkan hamba baginda, sebenarnya wajah hamba sangatlah buruk. Ketampanan ini hanyalah topeng yang menempel dan menyatu pada wajah hamba" kata sang pemuda dengan jujur.
"Aku tetap mencintainya ayah, ketampanannya mungkin bukan di wajahnya, tapi ada pada kejujurannya".
"Baiklah putriku,kalau kau memang menerima dan mencintainya, menikahlah dengannya"
"Tapi aku meminta satu topeng yang sama untuk pernikahan nanti" syarat sang putri.
Akhirnya merekapun menikah dengan pesta yang sangat meriah dan keduanya menari-nari dengan topengnya.
Nah.. dari cerita di atas, sikap yang patut kita contoh adalah kita tidak boleh mudah menyerah dan putus asa ketika menghadapi masalah.
Dan jangan lupa selalu jujur dalam setiap perbuatan dan perkataan.
Oleh : Nesia Anisa Yahya
Juara 2 Lomba Mendongeng
Tingkat SD dalam rangka Expo Pendidikan Dan Budaya 2022

perfect
ReplyDelete