Thursday, January 19, 2023

Tradisi Ontalan Pada Saat Acara Lamaran Atau Pernikahan Di Desa Sumber Anyar Lumajang


Oleh:

 Halimatus sa’diyah

    ABSTRAK

Ontalan adalah sebuah tradisi masyarakat kabupaten lumajang, jawa timur yang hingga kini masih dilestarikan. Tradisi ini telah turun temurun selalu dilakukan pada saat acara lamaran(pertunangan) atau pernikahan khususnya bagi masyarakat suku madura.

Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan bermaksud untuk mengetahui pelaksanaan tradisi ontalan pada acara lamaran di desa sumber anyar, dan juga apa makna dan manfaat yang terkandung dalam tradisi ontalan tersebut.

Penelitian ini dikategorikan sebagai penelitian jenis kualitatif dengan pendekatan penelitian komparatif, yang pengumpulan data diperoleh melalui wawancara, dan juga dengan mengumpulkan informasi dari pada masyarakat yang berkaitan dengan masalah ini yakni kepada masyarakat sekitar yang melakukan praktik tradisi Ontalan di Desa Sumber Anyar kecamatan rowokangkung kabupaten lumajang.

Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa tradisi ontalan pada upacara perkawinan adat Madura masih dipraktikkan oleh masyarakat hingga pada saat ini.

Kata kunci : Tradisi, Ontalan, lamaran (pertunangan).

 

 

A. PENDAHULUAN.

   Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki keanekaragaman budaya sebagai warisan dari nenek moyang. Aneka ragam budaya yang terdapat di Indonesia merupakan kekayaan yang tidak mungkin dimiliki juga oleh negara lain. Suatu adat kebiasaan atau hasil karya manusia yang dilakukan di daerah tertentu sebagai warisan dari nenek moyang yang telah turun temurun dilakukan disebut tradisi. Termasuk salah satunya adalah tradisi ontalan yang dilakukan masyarakat sumber anyar ketika melakukan prosesi lamaran. Kata Ontalan berasal dari bahasa Madura yang berarti melempar, yang dilakukan oleh sanak saudara dan handai taulan ketika pengantin atau tunangan wanita datang ke rumah si pria.

Pasca keluarga pria menyambut kedatangan rombongan keluarga wanita, dengan didahului dengan serah terima atau sambutan dari kedua belah pihak dan terkadang juga ada ceramah agama dari alim ulama. Setelah acara makan bersama kedua mempelai dipersilahkan untuk duduk berdua di kursi depan rumah atau teras.

Secara universal pernikahan merupakan suatu prilaku turun temurun sebagai sebuah sarana yang dipandang baik dan benar, untuk melanjutkan proses regenerasi dan kesinambungan hidup dan kehidupan umat manusia itu sendiri. Dalam Islam perkawinan adalah jalinan yang sangat suci dan kuat antara laki-laki dan perempuan, yang diharapkan akan mampu menjalin sebuah ikatan lahir-batin antara suami istri sebagai awal untuk menciptakan rumah tangga yang sakinah mawaddah wa rahmah yaitu keluarga bahagia dan diridhai Allah SWT.

Menurut hukum adat, pernikahan ialah suatu ikatan kelamin antara laki-laki dengan perempuan, yang membawa ikatan lebih luas, yaitu antara kelompok kerabat laki-laki dan perempuan, bahkan masyarakat yang satu dengan masyarakat yang lain. Ikatan yang terjadi ini ditentukan dan diawasi oleh sistem norma yang berlaku di dalam masyarakat.

B. METODE PENELITIAN

 Penelitian ini termasuk pada jenis penelitian kualitatif, dimana penelitian kualitatif merupakan penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian misalnya perilaku, persepsi, motivasi, tindakan, dan lain-lain, secara holistik dan dengan cara deskripsi dalam bentuk kata-kata dan bahasa pada suatu konteks khusus yang alamiah dan dengan memanfaatkan berbagai metode alamiah. Dan juga dengan mewawancarai beberapa narasumber, penulis dapat mendeskripsikan tentang tradisi yang ada pada tempat yang diteliti.

 

 

C. ) HASIL PENELITIAN

1.) Tradisi Ontalan di Desa Sumber Anyar

 Tradisi Ontalan berasal dari kata ontal yang artinya melontar atau melempar, ia merupakan saweran dalam acara lamaran atau perkawinan dengan cara melempar uang kepada kedua mempelai dikala mereka duduk bersandingan.

Salah satu tradisi yang dilakukan dan masuk dalam serangkaian upacara lamaran atau pernikahan di desa sumber anyar adalah tradisi ontalan. Tradisi Ontalan pada Acara  lamaran atau pernikahan di Desa Sumber Anyar Kabupaten Lumajang Jawa Timur hinggga saat ini terjaga baik dan terus dilestarikan masyarakat setempat sebagai tradisi dari para leluhur sekaligus sebagai budaya kearifan lokal.

Tradisi ini dilakukan oleh sanak saudara dan handai taulan ketika pengantin atau tunangan wanita datang ke rumah si pria. Sebelum ontalan tersebut dimulai, kedua mempelai dipersilahkan untuk duduk berdua di kursi depan rumah atau teras. Kemudian di depan kedua mempelai ditaruh sebuah nampan atau wadah. Pada saat itu semua kerabat dan handai taulan dari keluarga pria memberikan uang secara bergantian dengan menaruh pada sebuah wadah yang telah dipersiapkan. Bahkan ada yang menghias uang lalu mengalungkannya pada si wanita.

   Di Sebagian daerah sebelum memulai tradisi ontalan mesti memanjatkan doa-doa terlebih dahulu. Kemudian salah satu keluarga dari mempelai laki-laki memandu tradisi tersebut seraya berteriak memanggil nama-nama keluarga mempelai laki-laki berserta para sahabatnya dengan berkata “yo ayo ontalakin” (ayo ayo lempar), “yo ayo chappurakin” (ayo ayo sawer), sambil memukul talam itu dengan sendok, Setelah itu mereka meng-ontal uang-uang mereka dengan ucapan “Sakinah mawaddah wa rohmah”, atau “ini buat beli shampoo dan sabun” dll. Uang yang dilempar pun beragam, mulai dari dua ribu rupiah sampai ratusan ribu rupiah, tidak ada batasan dan paksaaan, semua tergantung dari kesanggupan. Dari pihak keluarga ada yang mencatat orang-orang yang meng-ontal beserta jumlahnya, namun uang yang dicatat itu biasanya yang berjumlah diatas dua puluh lima ribu rupiah.

   Setelah semua orang selesai melakukan Ontalan, uang tersebut dihitung ramai-ramai lalu dibungkus dan diberikan pada mempelai wanita. Acara tersebut sangat unik, maka bagi anda para wanita yang mendapatkan tunangan atau suami orang Lumajang. Jangan kaget jika nanti disambut dengan tradisi Ontalan. Sehabis uang terkumpul semua, pimimpin ontalan merapihkan uang kemudian diberikan kepada manten perempuan atau orang tuanya. Di wilayahtertentu uang tersebut dianggap sebagai uang belanja untuk membeli pakaian serta makanan maupun yang lain. Umumnya uang itu diberikan dengan ucapan “ariyah kebelih shampoo” nih uang buat beli sampo. Terdapat pula wilayahyang mengaggap bahwa uang hasil ontalan tersebut sekedar membuat hati manten perempuan senang dan bahagia.

   Setelah ontalan berakhir ditutup dengan petuah dan nasehat dari keluarga pihak laki-laki untuk kedua pengantin, nasehat itu berisi penyerahan, pemasrahan anaknya untuk dibawa ke keluarga perempuan dan permintaan karena pengantin perempuan itu in main ke tempat kediaman suaminya.

   Bagi daerah yang menjadikan ontalan itu adalah sebuah tradisi dari serangkaian upacara perkawinan di daerahnya, maka ontalan menjadi penutup, artinya sudah tidak ada lagi serangkaian dari upacara lamaran atau perkawinan yang harus dijalankan.

   Menurut salah satu masyarakat Desa Sumber anyar Lumajang Jawa Timur,  ibu sri, acara ini tetap terus dilestarikan oleh masyarakat desa sumber anyar hingga saat ini mengingat ini merupakan tradisi dari para leluhur dengan tujuan baik agar sang pengantin mendapatkan berkah dari hasil pernikahan tersebut, “Acara Ini acara Ontalan namanya, ya dengan tujuan agar mendapatkan berkah sehat, menjadi keluarga Sakinah Mawadah Warahmah dan banyak rizkinya serta sebagai tolak balak,"Jelasnya.

                             Gambar 1





Pada gambar diatas menunjukkan prosesi ontalam saat lamaran.

 

 

2.) Makna dan Manfaat Tradisi Ontalan

   Sangat penting sekali untuk mengetahui makna dan manfaat dari tradisi ontalan¸karena tradisi ontalan itu sendiri memang mengakar dan sudah menjadi sebuah kebiasaan yang melekat di Lumajang khususnya di Desa Sumber anyar ini. Tradisi ontalan memiliki makna yang sangat dalam, termasuk diantaranya adalah silaturahmi dengan menyatukan dua insan ke dalam hubungan keluarga.

   Tradisi ontalan ini sangat bermanfaat bagi pelakunya sendiri, baik dari segi sosial maupun dari segi ekonomi.

a.) Manfaat sosial ontalan adalah untuk menguatkan ikatan antar keluarga, simbol kekompakan dan kepedulian. Seluruh keluarga akan berkumpul untuk turut menyemarakkan dan memberi restu kepada pengantin dan juga sebagai kesepakatan tentang pernikahan mempelai laki-laki dan perempuan. Bukan hanya keluarga, tradisi ontalan juga melibatkan teman-teman pengantin laki-laki, yang dengan demikian membuat relasi sosial semakin kokoh. Hal itu dipertegas oleh Bpak Ali selaku pelaku tradisi yang menyatakan bahwa manfaat dari tradisi ontalan itu adalah sebagai ungkapan rasa tolong-menolong dan kepedulian terhadap pengantin.

b.) Sedangkan manfaat ekonomi ontalan adalah untuk membantu keluarga yang memiliki niat dan sebagai bekal hidup bagi pasangan baru. Tujuan dari tradisi ontalan diharapkan agar sebuah keluarga dapat menjadi keluarga yang Sakinah, mawaddah dan rahmah, juga diharapkan hubungan dengan keluarga besarnya tetap terjalin dengan baik.

Menurut ibu nining, makna dari tradisi ontalan adalah sebagai penghormatan kepada mempelai perempuan, juga sebagai pengakuan bahwa keluarga laki-laki itu baik, karena di dalam tradisi tersebut, mempelai perempuan secara tidak langsung diperkenalkan kepada keluarga besar mempelai laki-laki. Namun ada juga yang mengadakan tradisi ontalan ini hanya untuk kepentingan, uang yang didapat dari hasil ontalan ini digunakan untuk membayar biaya resepsi, seperti kuadi, soundsystem, makanan dan lain sebagainya.

   Lumajang kaya akan tradisi dan budaya yang sudah sepatutnya tidak hilang oleh masa, oleh karena itu tradisi dan budaya di Lumajang harus senantiasa dilestarikan. Tradisi Ontalan hanyalah salah satu dari sekian banyak tradisi di Lumajang yang menggambarkan bahwa masyarakat lumajang sangat menjunjung tinggi kebersamaan serta kepedulian yang mana hal tersebut juga menggabarkan citra Islam.


D.) KESIMPULAN

  Tradisi ontalan adalah salah satu tradisi yang biasa dilakukan oleh sebagian masyarakat Lumajang pada saat upacara lamaran atau perkawinan, berbentuk sedekah yang disakralkan menjadi sebuah tradisi. Yaitu sedekah dari keluarga pengantin laki-laki kepada pengantin perempuan. Makna tradisi ontalan adalah sebagai menyambung dan menjaga tali silaturahmi antara dua keluarga besar yakni keluarga pengantin perempuan dan keluarga pengantin laki-laki. Adapun manfaat dari tradisi ini ialah sebagai praktik tolong menolong dan kepedulian terhadap pengantin serta membantu ekonomi pengantin untuk mengawali hidup sebagai pasangan baru.

 

No comments:

Post a Comment

PERGERAKAN MAHASISWA ISLAM INDONESIA

KOMISARIAT INSTITUT AGAMA ISLAM SYARIFUDDIN

RAYON FAKULTAS DAKWAH DAN KOMUNIKASI ISLAM