Wednesday, March 25, 2020

KOPRI Sayapku; Eksistensi Wanita dalam Keberhasilan Seorang Lelaki

KOPRI Rayon FDKI Komisariat IAI Syarifuddin Lumajang
KOPRI Rayon FDKI Komisariat IAI Syarifuddin Lumajang

Kaum wanita selalu saja dibanding-bandingkan dengan kaum lelaki dalam banyak hal. Memang secara kodratnya wanita dan lelaki itu berbeda, dari fungsi produktifitas hingga karakter dan sifat wanita diciptakan berbeda dengan lelaki. Beberapa studi membuktikan bahwa salah satu perbedaan antara wanita dengan lelaki adalah tingkat kefokusan mereka. Dibandingkan dengan wanita, lelaki lebih memiliki ketajaman fokus dalam waktu yang cukup lama sedangkan wanita mudah kehilangan fokusnya. Seperti yang sering kita dengar "emak-emak nyalakan sen kiri tapi beloknya ke kanan, dan sebaliknya" hal tersebut membuktikan bahwasanya wanita lebih mudah kehilangan fokusnya dibandingkan lelaki yang secara umum mampu untuk tetap menjaga fokusnya. Namun, lelaki tidak dapat membagi fokusnya untuk mengerjakan beberapa pekerjaan berbeda dalam satu waktu sedangkan wanita mampu melakukan pekerjaan banyak dan membagi fokusnya dalam satu waktu. Hal tersebut dapat dilihat ketika berurusan dengan pekerjaan dapur, wanita dapat menanak nasi, menggoreng tempe, meracik bumbu, dan lain sebagainya secara bersamaan tanpa merusak fokusnya. Bahkan wanita mampu mengerjakan pekerjaannya dengan membawa dan mangasuh bayinya. Lain halnya dengan lekaki, lelaki apabila disuruh untuk memasak, ketika fokus untuk menggoreng tempe maka dia tidak akan bisa membagi fokusnya untuk melakukan pekerjaan lain. Hal lain yang membedakan antara laki-laki dan wanita adalah wanita cenderung memiliki sifat ragu sedangkan laki-laki cenderung sebaliknya. Dibuktikan ketika berada di jalanan, dapat kita lihat seorang lelaki lebih sering percaya diri dan tanpa ragu ketika menyalip kendaraan-kendaraan besar. Berbeda dengan wanita yang jarang ditemui berani sepertihalnya lelaki. Meskipun terkadang ada beberapa laki-laki maupun wanita yang tidak sesuai dengan pernyataan di atas tapi secara umum   pemaparan di atas membuktikan bahwa secara kodratnya laki-laki dan wanita memang berbeda, namun dari perbedaan tersebut seharusnya menjadi motivasi bagi keduanya untuk saling melengkapi dan menutupi kekurangan. Bukannya saling mengunggulkan jenisnya dan merendahkan lawan jenisnya.
Sejak pertama kali datang, Islam selalu berusaha mengangkat dan memuliakan derajat wanita yang sebelumnya seolah tidak berharga di kalangan jahiliyah pada masa itu. Karena sebelum islam datang seorang wanita dihina dan direndahkan karena dinilai mereka tidak dapat ikut perang yang kala itu perang memang menjadi kebiasaan dan pekerjaan orang-orang arab. Mungkin beberapa hukum dalam islam seolah mengurangi kebebasan wanita dan seolah menjadikan derajat wanita berada di bawah lelaki. Mulai dari hukum dalam rumah tangga dimana sosok istri diwajibkan untuk taat kepada suami, hukum laki-laki yang diperbolehkan poligami sedang wanita tidak,  hukum seorang istri yang membangkang kepada suaminya, proses talak, dan bahkan hukum seorang istri yang disangka selingkuh oleh suaminya. Semua hukum tersebut seolah memojokkan dan selalu memandang wanita sebagai sumber yang bermasalah. Namun, sebenarnya tidak seperti itu. Adapun hukum-hukum tersebut disyariatkan tidak lain adalah untuk memuliakan wanita. Disyariatkannya poligami didasari karena jumlah populasi wanita di dunia yang lebih banyak daripada laki-laki, bahkan hingga berbanding 1:5. Dengan adanya poligami tentu memperkecil kemungkinan adanya wanita yang tidak menikah dan mendapat perlindungan seorang lelaki. Dan adapun disyariatkannya hukum-hukum wanita dalam rumah tangga memiliki tujuan untuk menjaga harkat dan martabat seorang wanita dari segi etika.
Sejak zaman dahulu hingga sekarang lelaki seringkali dipandang lebih daripada wanita. Dalam sejarah, tokoh-tokoh yang terkenal juga lebih banyak laki-laki daripada wanita. Wanita dipandang seolah tidak memiliki andil dalam perkembangan sejarah peradaban. Padahal di balik setiap tokoh sejarah yang melegenda pasti terdapat sosok wanita hebat yang mengantarkan lelaki pada kejayaannya. Presiden kita Bapak Joko Widodo tidak akan sampai sejauh ini tanpa adanya istri yang selalu mendampingi beliau. Founding Fathers kita Bapak Ir. Soekarno juga tidak akan berhasil memerdekakan Indonesia tanpa adanya Ibu Fatmawati. Bahkan, Nabi kita Nabi Muhammad SAW tentu tidak akan berhasil menyebar agama Islam hingga seperti yang kita rasakan saat ini tanpa adanya bantuan Allah yang disalurkan melalui adanya Siti Khadijah. Siti Khadijah mengambil peran penting dalam proses berdiri dan penyebaran agama Islam. Siti Khadijah menjadi orang yang tetap mempercayai Nabi Muhammad di kala semua orang menghina dan mengingkari apa yang beliau sampaikan. Siti Khadijah menjadi seseorang yang mendampingi Nabi ketika beliau sedang ketakutan pertama kali mendengarkan suara Jibril. Siapa yang tidak mau mengakui bahwa beliau Siti Khadijah memiliki peran penting di samping Rosulullah dalam menyebarkan agama Islam?. Di balik kesuksesan seorang lelaki selalu ada wanita hebat yang selalu setia mendampinginya. Mungkin ada beberapa lelaki yang berhasil sukses tanpa adanya bantuan seorang wanita, namun lelaki tersebut akan kalah dengan seorang lelaki yang mendapat dorongan dan dukungan dari seorang wanita. Lelaki ibarat sebilah pedang yang dapat membelah apapun tanpa keraguan. Sedangkan wanita dapat diibaratkan sepasang sayap yang dapat membawa seseorang menuju derajat yang lebih tinggi dan lebih mulia. Ketika keduanya saling melengkapi satu sama lain, maka akan lahir sosok mahluk kuat yang dapat mengalahkan segala rintangan tanpa ragu dengan menjaga keharmonisan dan kebahagiaan layaknya burung yang terbang bebas di atas awan.
Keberadaan wanita dalam organisai PMII juga memberikan dampak dan pengaruh yang sangat besar. Korps PMII Putri (KOPRI) memberikan warna tersendiri dalam kehidupan berorganisasi. Mungkin sekelompok organisasi akan terlihat keren dan lebih membara apabila anggotanya terdiri dari sekumpulan orang laki-laki. Namun, tanpa adanya sosok wanita akan membuat organisasi tersebut mudah goyah dan tidak akan berkembang lebih jauh. Karena keberadaan wanita memberikan semangat tersendiri bagi kaum laki-laki, bukan masalah nafsu dan hasrat duniawi melainkan suatu energi positif yang saling bersinergi dan memberikan dorongan satu sama lain untuk berkembang lebih maju. Dengan adanya KOPRI, Kader PMII Putra akan lebih semangat berproses dan berkembang dalam PMII. Begitu juga sebaliknya, kader KOPRI akan nyaman berada di dalam PMII karena merasa dihargai dan tidak dipandang sebelah mata. Karena dalam PMII kesetaraan gender selalu diperhatikan. Tidak jarang ditemui seorang pemimpin dalam PMII baik pemimpin yang berkhidmat maupun pemimpin kegiatan sementara yang berasal dari golongan KOPRI. Karena memang terkadang seorang wanita lebih bisa diandalkan dibandingkan dengan laki-laki. Dengan adanya KOPRI, PMII telah membentuk wanita-wanita tangguh yang memiliki peran besar dalam kehidupan masyarakat. Kader-kader produksi KOPRI juga tidak sedikit yang menjadi tokoh dan menjadi ikon wanita yang dapat mempengaruhi kaum hawa lainnya untuk bangkit dan menunjukkan perannya seperti Gubernur Jawa Timur saat ini Bu Khofifah yang merupakan seorang tokoh yang lahir dari KOPRI. KOPRI telah memberikan sumbangsih besar terhadap perkembangan dan kemajuan PMII. KOPRI telah menjadi sayap organisasi yang dapat membawa PMII terbang dan berada di kedudukan tinggi seperti sekarang ini. Ya.. memang begitulah peran wanita dalam kehidupan. Tidak setajam laki-laki, namun peran yang dimikili sangatlah besar. Seorang laki-laki tidak akan bisa terbang tinggi tanpa adanya sayap dan dukungan dari wanita. Maka dari itu, hendaklah kader PMII putra dengan bangga dan lantang menyuarakan bahwa; KOPRIku Sayapku..... ! Salam Pergerakan ... !
(Oleh: Sahabat Fudin)

11 comments:

  1. Rata² contoh yg di paparkan adalah sepasang suami istri, berarti cewek bisa andil bagi cowok kalo udah jadi istrinya. Gitu tah cak ?😁

    ReplyDelete
  2. Rata² contoh yg di paparkan adalah sepasang suami istri, berarti cewek bisa andil bagi cowok kalo udah jadi istrinya. Gitu tah cak ?😁

    ReplyDelete
  3. Intinya itu kalau mnurut saya , laki2 tanpa wanita tdk akn bsa hdup ���� karna wnita itu sprti ujung panahnya ��dn lki2 hrs bsa memanah dengan tepat pada sasaranya �� ��

    ReplyDelete
  4. Amazing, renyah dibaca.
    Bangunan narasinya sangat ramah gender

    ReplyDelete

PERGERAKAN MAHASISWA ISLAM INDONESIA

KOMISARIAT INSTITUT AGAMA ISLAM SYARIFUDDIN

RAYON FAKULTAS DAKWAH DAN KOMUNIKASI ISLAM