![]() |
| KOPRI Rayon FDKI Komisariat IAI Syarifuddin Lumajang |
Kaum wanita
selalu saja dibanding-bandingkan dengan kaum lelaki dalam banyak hal. Memang
secara kodratnya wanita dan lelaki itu berbeda, dari fungsi produktifitas
hingga karakter dan sifat wanita diciptakan berbeda dengan lelaki. Beberapa
studi membuktikan bahwa salah satu perbedaan antara wanita dengan lelaki adalah
tingkat kefokusan mereka. Dibandingkan dengan wanita, lelaki lebih memiliki
ketajaman fokus dalam waktu yang cukup lama sedangkan wanita mudah kehilangan
fokusnya. Seperti yang sering kita dengar "emak-emak nyalakan sen kiri
tapi beloknya ke kanan, dan sebaliknya" hal tersebut membuktikan
bahwasanya wanita lebih mudah kehilangan fokusnya dibandingkan lelaki yang
secara umum mampu untuk tetap menjaga fokusnya. Namun, lelaki tidak dapat
membagi fokusnya untuk mengerjakan beberapa pekerjaan berbeda dalam satu waktu
sedangkan wanita mampu melakukan pekerjaan banyak dan membagi fokusnya dalam satu
waktu. Hal tersebut dapat dilihat ketika berurusan dengan pekerjaan dapur,
wanita dapat menanak nasi, menggoreng tempe, meracik bumbu, dan lain sebagainya
secara bersamaan tanpa merusak fokusnya. Bahkan wanita mampu mengerjakan
pekerjaannya dengan membawa dan mangasuh bayinya. Lain halnya dengan lekaki,
lelaki apabila disuruh untuk memasak, ketika fokus untuk menggoreng tempe maka
dia tidak akan bisa membagi fokusnya untuk melakukan pekerjaan lain. Hal lain
yang membedakan antara laki-laki dan wanita adalah wanita cenderung memiliki
sifat ragu sedangkan laki-laki cenderung sebaliknya. Dibuktikan ketika berada
di jalanan, dapat kita lihat seorang lelaki lebih sering percaya diri dan tanpa
ragu ketika menyalip kendaraan-kendaraan besar. Berbeda dengan wanita yang
jarang ditemui berani sepertihalnya lelaki. Meskipun terkadang ada beberapa
laki-laki maupun wanita yang tidak sesuai dengan pernyataan di atas tapi secara
umum pemaparan di atas membuktikan
bahwa secara kodratnya laki-laki dan wanita memang berbeda, namun dari
perbedaan tersebut seharusnya menjadi motivasi bagi keduanya untuk saling
melengkapi dan menutupi kekurangan. Bukannya saling mengunggulkan jenisnya dan
merendahkan lawan jenisnya.
Sejak pertama
kali datang, Islam selalu berusaha mengangkat dan memuliakan derajat wanita
yang sebelumnya seolah tidak berharga di kalangan jahiliyah pada masa itu.
Karena sebelum islam datang seorang wanita dihina dan direndahkan karena
dinilai mereka tidak dapat ikut perang yang kala itu perang memang menjadi kebiasaan
dan pekerjaan orang-orang arab. Mungkin beberapa hukum dalam islam seolah
mengurangi kebebasan wanita dan seolah menjadikan derajat wanita berada di
bawah lelaki. Mulai dari hukum dalam rumah tangga dimana sosok istri diwajibkan
untuk taat kepada suami, hukum laki-laki yang diperbolehkan poligami sedang
wanita tidak, hukum seorang istri yang
membangkang kepada suaminya, proses talak, dan bahkan hukum seorang istri yang
disangka selingkuh oleh suaminya. Semua hukum tersebut seolah memojokkan dan
selalu memandang wanita sebagai sumber yang bermasalah. Namun, sebenarnya tidak
seperti itu. Adapun hukum-hukum tersebut disyariatkan tidak lain adalah untuk
memuliakan wanita. Disyariatkannya poligami didasari karena jumlah populasi
wanita di dunia yang lebih banyak daripada laki-laki, bahkan hingga berbanding
1:5. Dengan adanya poligami tentu memperkecil kemungkinan adanya wanita yang
tidak menikah dan mendapat perlindungan seorang lelaki. Dan adapun
disyariatkannya hukum-hukum wanita dalam rumah tangga memiliki tujuan untuk
menjaga harkat dan martabat seorang wanita dari segi etika.
Sejak zaman
dahulu hingga sekarang lelaki seringkali dipandang lebih daripada wanita. Dalam
sejarah, tokoh-tokoh yang terkenal juga lebih banyak laki-laki daripada wanita.
Wanita dipandang seolah tidak memiliki andil dalam perkembangan sejarah
peradaban. Padahal di balik setiap tokoh sejarah yang melegenda pasti terdapat
sosok wanita hebat yang mengantarkan lelaki pada kejayaannya. Presiden kita
Bapak Joko Widodo tidak akan sampai sejauh ini tanpa adanya istri yang selalu
mendampingi beliau. Founding Fathers kita Bapak Ir. Soekarno juga tidak
akan berhasil memerdekakan Indonesia tanpa adanya Ibu Fatmawati. Bahkan, Nabi
kita Nabi Muhammad SAW tentu tidak akan berhasil menyebar agama Islam hingga
seperti yang kita rasakan saat ini tanpa adanya bantuan Allah yang disalurkan
melalui adanya Siti Khadijah. Siti Khadijah mengambil peran penting dalam
proses berdiri dan penyebaran agama Islam. Siti Khadijah menjadi orang yang
tetap mempercayai Nabi Muhammad di kala semua orang menghina dan mengingkari
apa yang beliau sampaikan. Siti Khadijah menjadi seseorang yang mendampingi
Nabi ketika beliau sedang ketakutan pertama kali mendengarkan suara Jibril.
Siapa yang tidak mau mengakui bahwa beliau Siti Khadijah memiliki peran penting
di samping Rosulullah dalam menyebarkan agama Islam?. Di balik kesuksesan
seorang lelaki selalu ada wanita hebat yang selalu setia mendampinginya.
Mungkin ada beberapa lelaki yang berhasil sukses tanpa adanya bantuan seorang
wanita, namun lelaki tersebut akan kalah dengan seorang lelaki yang mendapat
dorongan dan dukungan dari seorang wanita. Lelaki ibarat sebilah pedang yang
dapat membelah apapun tanpa keraguan. Sedangkan wanita dapat diibaratkan
sepasang sayap yang dapat membawa seseorang menuju derajat yang lebih tinggi
dan lebih mulia. Ketika keduanya saling melengkapi satu sama lain, maka akan
lahir sosok mahluk kuat yang dapat mengalahkan segala rintangan tanpa ragu
dengan menjaga keharmonisan dan kebahagiaan layaknya burung yang terbang bebas
di atas awan.
Keberadaan
wanita dalam organisai PMII juga memberikan dampak dan pengaruh yang sangat
besar. Korps PMII Putri (KOPRI) memberikan warna tersendiri dalam kehidupan
berorganisasi. Mungkin sekelompok organisasi akan terlihat keren dan lebih
membara apabila anggotanya terdiri dari sekumpulan orang laki-laki. Namun,
tanpa adanya sosok wanita akan membuat organisasi tersebut mudah goyah dan
tidak akan berkembang lebih jauh. Karena keberadaan wanita memberikan semangat tersendiri
bagi kaum laki-laki, bukan masalah nafsu dan hasrat duniawi melainkan suatu
energi positif yang saling bersinergi dan memberikan dorongan satu sama lain
untuk berkembang lebih maju. Dengan adanya KOPRI, Kader PMII Putra akan lebih
semangat berproses dan berkembang dalam PMII. Begitu juga sebaliknya, kader
KOPRI akan nyaman berada di dalam PMII karena merasa dihargai dan tidak
dipandang sebelah mata. Karena dalam PMII kesetaraan gender selalu
diperhatikan. Tidak jarang ditemui seorang pemimpin dalam PMII baik pemimpin
yang berkhidmat maupun pemimpin kegiatan sementara yang berasal dari golongan
KOPRI. Karena memang terkadang seorang wanita lebih bisa diandalkan
dibandingkan dengan laki-laki. Dengan adanya KOPRI, PMII telah membentuk
wanita-wanita tangguh yang memiliki peran besar dalam kehidupan masyarakat.
Kader-kader produksi KOPRI juga tidak sedikit yang menjadi tokoh dan menjadi
ikon wanita yang dapat mempengaruhi kaum hawa lainnya untuk bangkit dan
menunjukkan perannya seperti Gubernur Jawa Timur saat ini Bu Khofifah yang
merupakan seorang tokoh yang lahir dari KOPRI. KOPRI telah memberikan sumbangsih
besar terhadap perkembangan dan kemajuan PMII. KOPRI telah menjadi sayap
organisasi yang dapat membawa PMII terbang dan berada di kedudukan tinggi
seperti sekarang ini. Ya.. memang begitulah peran wanita dalam kehidupan. Tidak
setajam laki-laki, namun peran yang dimikili sangatlah besar. Seorang laki-laki
tidak akan bisa terbang tinggi tanpa adanya sayap dan dukungan dari wanita.
Maka dari itu, hendaklah kader PMII putra dengan bangga dan lantang menyuarakan
bahwa; KOPRIku Sayapku..... ! Salam Pergerakan ... !
(Oleh: Sahabat Fudin)

Kerennnn
ReplyDeleteRata² contoh yg di paparkan adalah sepasang suami istri, berarti cewek bisa andil bagi cowok kalo udah jadi istrinya. Gitu tah cak ?😁
ReplyDeleteRata² contoh yg di paparkan adalah sepasang suami istri, berarti cewek bisa andil bagi cowok kalo udah jadi istrinya. Gitu tah cak ?😁
ReplyDeleteWkwkwk, kok masih ada kata "gitu ta cak?" 🤣
DeleteYaudah, berarti iya 😂
DeleteYaudah, berarti iya 😂
DeleteSubhanallah bagus pak
ReplyDeleteAlhamdulillah.., trimakasih 😁
DeleteIntinya itu kalau mnurut saya , laki2 tanpa wanita tdk akn bsa hdup ���� karna wnita itu sprti ujung panahnya ��dn lki2 hrs bsa memanah dengan tepat pada sasaranya �� ��
ReplyDeleteAmazing, renyah dibaca.
ReplyDeleteBangunan narasinya sangat ramah gender
Wah, trimakasih pak kom 😁
Delete