Selama ini kita
pahami bahwa virus membawa dampak negatif bagi kehidupan manusia. Tak
jarang efek yang dimunculkan oleh virus akan menyebabkan kondisi berupa sakit
berkepanjangan dan sangat cepat menular
bahkan berujung pada kematian. Melihat dari kasus kematian akibat virus
corona yang semakin lama semakin bertambah, tentu kondisi ini menyebabkan
kekhawatiran bagi masyarakat. Kondisi
saat ini bisa dikatakan membuat masyarakat shock, karena peta persebaran kasus
positif virus corona di beberapa bagian wilayah dunia, terbilang cepat dan
terlebih sudah sampai menganggu aktivitas keseharian. Cerita berlanjut saat
masyarakat dikhawatirkan akan ketersediaan alat dan bahan yang dapat mereka
gunakan untuk menangkal virus corona. Lalu munculah tutorial alternatif
pembuatan hand sanitizer bermunculan di laman sosial media menenangkan
kekhawatiran masyarakat. Bagi orang yang divonis positif virus corona pun ikut
khawatir akan kelangsungan hidup mereka. Harus mengikuti protokol dari
pihak rumah sakit serta terbayang-bayangi oleh beban sakit yang harus dijalani
selama di rumah sakit atau rumah karantina. Belum lagi jika ada biaya-biaya
yang harus mereka bayarkan di waktu sakit mereka. Pikiran pun tentu dibuat
ngalur-ngidul nggak jelas harus berbuat apa sembari menunggu hingga kondisi
tubuh benar-benar sehat kembali. Apalagi kalau harus mikirin keluarga dirumah
sedang apa? Uang jajannya anak-anak gimana?, stock beras masih cukup apa tidak?
Wah tentu tambah mumet itu. Para pekerja juga dibuat khawatir akan gaji mereka.
Sangat bersyukur apabila ada kebijakan work from home, kalau tidak ya hanya
bisa ngelus dada sambil nekat tetap masuk kerja seperti biasa. Apalagi para
kaum pekerja mau tidak mau harus berdamai dengan kalimat “ora obah, ora mamah”
untuk sementara waktu ini. Pastinya puyeng itu kepala karena virus corona.
Masalah juga muncul dari jamaah yang sebelumnya selalu aktif datang untuk
memakmurkan tempat ibadah, sementara waktu ini harus absen karena virus corona.
Terpaksa aktivitas ibadah berjamaah juga harus di-stop karena khawatir
bila jamaah amit-amit sampai terjangkit virus corona. Tentu itu bukan hal yang
diinginkan para pemangku urusan agama, terkhusus para jamaah rumah ibadah.
Karena keselamatan umat lebih penting agar bisa terus beribadah lebih lama di
muka bumi. Tentu kematian yang diinginkan bagi jamaah dan para pemangku urusan
agama ini yaitu mati syahid melawan virus, bukannya mati konyol terjangkit
virus. Segi Positif dari Wabah Virus Corona Dari sekian banyak dampak negatif
yang telah diceritakan sebelumya, lalu adakah dampak positif dari virus corona?
Tentu ada, dan memang itulah yang harus kita cari dikala kondisi negatif terus
diperbincangkan. Virus corona membawa dampak positif bagi kesadaran diri
manusia. Kesadaran disini dapat dilihat dari banyak sisi. Pertama, kesadaran
diri akan kesehatan itu penting untuk terus dijaga. Dengan adanya virus corona,
masyarakat jadi lebih sadar akan kesehatan mereka. Banyak diantara mereka yang
saat ini berproses untuk memulai hidup sehat, baik berolahraga secara rutin di
rumah, makan-makanan yang memiliki kandungan gizi yang tinggi, serta
menghindarkan diri dari kegiatan yang dapat berpotensi mengundang penyakit.
Kedua, lebih
banyak menghabiskan waktu untuk
keluarga, untuk melakukan aktifitas didalam rumah bersama keluarga,
serta sering berolahraga meskipun dirumah
Ketiga,
meningkatkan tarif ekonomi seperti penjual masker
Keempat, saling
membantu sesama meskipun beda suku maupun ras.
Kelima, banyak
orang mendekatkan diri kepada tuhan.
Terlepas dari
wabah ini kita seperti diberi tahu sang pencipta untuk memikirkan kesehatan
dari padatnya aktifitas yang kita lakukan setiap harinya, serta memberikan
dampak baik bagi alam untuk memperbaiki kualitas udara disekitar. Dari setiap
kondisi yang kita hadapi pasti ada sisi positif dan negative, baiknya kita
mengambil positifnya dan membuang hal yang negative.
Semoga dunia
ini cepat sembuh dari situasi wabah covid-19 dan kembali seperti sedia kala.
Serta jangan melupakan pola hidup sehat jika situasi sudah membaik.
Oleh: Sahabat Faizah

No comments:
Post a Comment