Friday, April 17, 2020

Mahasiswa Pergerakan sebagai Pembawa Kebenaran



Gita Welastiningtias PMII Rayon Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Jember
Gita Welastiningtias PMII Rayon Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Jember


Corona Virus Disease 19 (COVID 19) adalah sebuah penyakit yang diduga berasal dari pasar ikan tradisioanal Huanan yang terletak di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China. Virus ini bermula pada akhir 2019 ketika seseorang terjangkit virus ini dari hewan yang diperdagangkan di pasar tersebut. Penyebaran penyakit ini semakin hari semakin meningkat. Setelah seorang pasien di China dinyatakan positif corona, penyakit ini pun mulai menyebar ke beberapa Negara lainnya. Pada awal Januari 2020, Thailand mengkonfirmasi bahwa terdapat pasien corona pertama di luar China. Setelah itu disusul Negara-negara lainnya seperti Jepang, Taiwan, Amerika Serikat dan Jerman. Semakin banyak korban meninggal karena terjangkit virus corona. Di Italia korban meninggal sudah mencapai lebih dari 3.400 orang, lebih banyak dari korban yang terdapat di China.
            Tertanggal 11 Maret 2020, organisasi kesehatan dunia World Health Organization ( WHO )menyatakan bahwa COVID 19 sebagai pandemi global. Pandemi merupakan wabah penyakit yang terjadi pada geografis yang luas atau menyebar secara global, menurut WHO pandemi tidak ada hubungannya dengan tingkat keparahan penyakit, jumlah korban atau infeksi, namun pada penyebaran geografisnya. Sejak 2 Maret 2020 Pemerintah Indonesia mengumumkan bahwa warga di Negara kita khususnya di Kota Depok Jawa Barat sudah ada yang terjangkit virus corona. Virus ini pun menyebar semakin luas ke beberapa provinsi yang terdapat di Indonesia seperti Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah dan provinsi-provinsi lainnya.
            Penyebaran penyakit ini menyebabkan dampak di berbagai sektor. Misalnya di sektor pariwisata, di tahun 2019 jumlah wisatawan yang datang ke Indonesia mencapai 16,11 juta mengalami kenaikan sebesar 1,88% dari tahun 2018. Namun semenjak merebaknya virus ini, jumlah wisatawan yang berkunjung mengalami penurunan, misalnya pariwisata di Bali yang memiliki ketergantungan dengan wisatawan China .dikarenakan pemerintah menghentikan penerbangan dari dan ke China sejak tanggal 5 Februari.
            Sektor Pendidikan juga ikut terkena dampak dari penyakit ini, pada tanggal 2 Maret 2020 Presiden Jokowi telah menghimbau kepada masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar rumah. Presiden Jokowi meminta masyarakat untuk melakukan sosial distancing dimana kita semua akan bekerja, belajara, dan beribadah di rumah. Sejak saat itu dibuatlah suatu kebijakan untuk meliburkan sekolah, jadi pembelajaran yang dilakukan secara tatap muka beralih ke pembelajaran online. Namun akibat dari adanya kebijakan ini, beberapa peserta didik baik peserta didik di persekolahan maupun di perguruan tinggi mengalami beberapa kesulitan, seperti pemberian tugas yang terkesan membebani dan mengalami kendala di jaringan sehingga sulit untuk mengikuti perkuliahan online.
            Selain itu, psikologis masyarakat pun ikut terganggu. Centers for Disease Control and Prevention (CDC) mengatakan bahwa pandemic ini beresiko menimbulkan gangguan mental, terutama pada penyintas dan petugas kesehatan. Gangguan ini disebut dengan gangguan psikosomatik/psikofisiologis sebuah kondisi dimana tekanan psikologis mempengaruhi fungsi fisiologis (somatik) secara negative hingga membuat sakit. Mengalami kekhawatiran akan penyakit COVID 19 dapat menyebabkan imunitas tubuh menurun.
            Lalu tugas mahasiswa pergerakan dalam menghadapi pandemi ini adalah dengan melakukan pergerakan apapun yang bisa dilakukan sesuai dengan kondisi kita saat ini. Pergerakan tidak hanya berupa demonstrasi, pergerakan tidak hanya membagi-bagikan hand sanitizer, pergerakan tidak hanya ikut melakukan aksi semprot-semprot rumah warga, namun pergerakan itu bisa berarti apa saja. Misalnya dengan menyebarkan berita yang tidak hoax kepada masyarakat itu disebut juga pergerakan. Masyarakat saat ini mudah menerima berita hoax lalu dari berita tersebut menimbulkan rasa panik dan akhirnya menurunkan imunitas tubuh.
            Dari kondisi itulah kita sebagai mahasiswa pergerakan bisa mempengaruhi pemikiran masyarakat dengan menyebar berita yang benar, berita yang sudah kita saring terlebih dahulu kebenarannya. Dengan berbagai hambatan kita lakukan dengan cara yang berbeda akan tetapi memiliki tujuan yang sama maka itulah kader PMII.

No comments:

Post a Comment

PERGERAKAN MAHASISWA ISLAM INDONESIA

KOMISARIAT INSTITUT AGAMA ISLAM SYARIFUDDIN

RAYON FAKULTAS DAKWAH DAN KOMUNIKASI ISLAM