![]() |
| Gita Welastiningtias PMII Rayon Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Jember |
Corona Virus
Disease 19 (COVID 19) adalah sebuah penyakit yang diduga berasal dari pasar
ikan tradisioanal Huanan yang terletak di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China.
Virus ini bermula pada akhir 2019 ketika seseorang terjangkit virus ini dari
hewan yang diperdagangkan di pasar tersebut. Penyebaran penyakit ini semakin
hari semakin meningkat. Setelah seorang pasien di China dinyatakan positif
corona, penyakit ini pun mulai menyebar ke beberapa Negara lainnya. Pada awal
Januari 2020, Thailand mengkonfirmasi bahwa terdapat pasien corona pertama di
luar China. Setelah itu disusul Negara-negara lainnya seperti Jepang, Taiwan,
Amerika Serikat dan Jerman. Semakin banyak korban meninggal karena terjangkit
virus corona. Di Italia korban meninggal sudah mencapai lebih dari 3.400 orang,
lebih banyak dari korban yang terdapat di China.
Tertanggal
11 Maret 2020, organisasi kesehatan dunia World Health Organization (
WHO )menyatakan bahwa COVID 19 sebagai pandemi global. Pandemi merupakan wabah
penyakit yang terjadi pada geografis yang luas atau menyebar secara global,
menurut WHO pandemi tidak ada hubungannya dengan tingkat keparahan penyakit,
jumlah korban atau infeksi, namun pada penyebaran geografisnya. Sejak 2 Maret
2020 Pemerintah Indonesia mengumumkan bahwa warga di Negara kita khususnya di
Kota Depok Jawa Barat sudah ada yang terjangkit virus corona. Virus ini pun
menyebar semakin luas ke beberapa provinsi yang terdapat di Indonesia seperti
Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah dan provinsi-provinsi lainnya.
Penyebaran
penyakit ini menyebabkan dampak di berbagai sektor. Misalnya di sektor
pariwisata, di tahun 2019 jumlah wisatawan yang datang ke Indonesia mencapai
16,11 juta mengalami kenaikan sebesar 1,88% dari tahun 2018. Namun semenjak
merebaknya virus ini, jumlah wisatawan yang berkunjung mengalami penurunan,
misalnya pariwisata di Bali yang memiliki ketergantungan dengan wisatawan China
.dikarenakan pemerintah menghentikan penerbangan dari dan ke China sejak
tanggal 5 Februari.
Sektor
Pendidikan juga ikut terkena dampak dari penyakit ini, pada tanggal 2 Maret
2020 Presiden Jokowi telah menghimbau kepada masyarakat untuk mengurangi
aktivitas di luar rumah. Presiden Jokowi meminta masyarakat untuk melakukan sosial
distancing dimana kita semua akan bekerja, belajara, dan beribadah di
rumah. Sejak saat itu dibuatlah suatu kebijakan untuk meliburkan sekolah, jadi
pembelajaran yang dilakukan secara tatap muka beralih ke pembelajaran online.
Namun akibat dari adanya kebijakan ini, beberapa peserta didik baik peserta
didik di persekolahan maupun di perguruan tinggi mengalami beberapa kesulitan,
seperti pemberian tugas yang terkesan membebani dan mengalami kendala di
jaringan sehingga sulit untuk mengikuti perkuliahan online.
Selain
itu, psikologis masyarakat pun ikut terganggu. Centers for Disease Control
and Prevention (CDC) mengatakan bahwa pandemic ini beresiko menimbulkan
gangguan mental, terutama pada penyintas dan petugas kesehatan. Gangguan ini
disebut dengan gangguan psikosomatik/psikofisiologis sebuah kondisi dimana
tekanan psikologis mempengaruhi fungsi fisiologis (somatik) secara negative
hingga membuat sakit. Mengalami kekhawatiran akan penyakit COVID 19 dapat
menyebabkan imunitas tubuh menurun.
Lalu
tugas mahasiswa pergerakan dalam menghadapi pandemi ini adalah dengan melakukan
pergerakan apapun yang bisa dilakukan sesuai dengan kondisi kita saat ini.
Pergerakan tidak hanya berupa demonstrasi, pergerakan tidak hanya
membagi-bagikan hand sanitizer, pergerakan tidak hanya ikut melakukan aksi
semprot-semprot rumah warga, namun pergerakan itu bisa berarti apa saja.
Misalnya dengan menyebarkan berita yang tidak hoax kepada masyarakat itu
disebut juga pergerakan. Masyarakat saat ini mudah menerima berita hoax lalu
dari berita tersebut menimbulkan rasa panik dan akhirnya menurunkan imunitas
tubuh.
Dari
kondisi itulah kita sebagai mahasiswa pergerakan bisa mempengaruhi pemikiran
masyarakat dengan menyebar berita yang benar, berita yang sudah kita saring
terlebih dahulu kebenarannya. Dengan berbagai hambatan kita lakukan dengan cara
yang berbeda akan tetapi memiliki tujuan yang sama maka itulah kader PMII.

No comments:
Post a Comment