Friday, April 17, 2020

Peran Mahasiswa Pergerakan dalam Memerangi Pandemi GlobaL



Abdur Rofiq PMII Komisariat STAI Bustanul Ulum Krai

Abdur Rofiq PMII Komisariat STAI Bustanul Ulum Krai Lumajang

Ditengah  kondisi yang semakin menggentingkan publik akibat  dari merebaknya wabah Covid-19 yang berhasil menelan korban  373 jiwa per- minggunya. (Ahmad Yurianto/CNN Indonesia). Pemerintah dunia khususnya Indonesia dibuat   bercibaku untuk  memutus mata rantai  dan  menanggulangi dampak dari serangan virus yang mematikan ini.

Semua sektor dihantam  habis   habisan  olehnya,  mulai  dari perindustrian,   ketahanan,   pendidikan,   sosial   -    budaya,   kesehatan  dan sebagainya. Tidak hanya  Negara, masyarakat di akar rumput juga terkena dampaknya.  Pada   umumnya,   masyarakat   awam  sedikit   mengentengkan dampak dari wabah ini, ketidaktahuan mereka tentang proses penyebaran virus dan  dampak yang  diakibatkan membuat masyarakat bertingkah seolah tidak terjadi apapun. Terbukti dengan banyaknya pemuda - pemudi yang masih keluar rumah  pergi ngopi dan membuat pekumpulan ditengah ganasnya wabah. Hal ini membuat pemangku kebijakan melakukan penegasan himbauan dengan berpatroli dan  menindak tegas siapapun yang  berkeluyuran tanpa kepentingan syar'i dan tidak mengindahkan himbauan pemerintah.

Kepanikan masyarakat terhadap pandemi ini mulai  menguat. Beberapa perbincangan masyarakat, Covid-19 selalu menjadi topik utama dalam diskusi - diskusi yang  dilakukan. Hal ini memicu para  kaum  akademisi khususnya kader
kader  PMII untuk  terlibat  langsung dalam proses pencegahan dan penanggulangan  wabah ini.  Diskusi  -  diskusi  ilmiah  yang  mengusung tema bergenre Covid-19 cukup  dilakukan  dengan massif, dengan menghadirkan beberapa  narasumber  yang   kompeten  di  dalamnya,  polemik   ini  berusaha ditelisik dan  dibedah secara komprehensif melalui  berbagai pendekatan ilmu. Sebagai kaum  terpelajar yang  menjunjung tinggi  nilai kemanusiaan dan  sadar akan  pentingnya  kesejahteraan.  PMII harus bergerak digarda  terdepan untuk ikut serta membantu pemerintah dalam memerangi pandemi ini sesuai kompetensi  yang  dimiliki. Oleh  sebab itu,  penulis  meresume beberapa point yang bisa diperankan oleh kader PMII dalam memerangi wabah Covid-19.

1. Sosialisasi Pentingnya Menjaga Pola Hidup Sehat dan Sosial Distancing

Dalam  beberapa riset kesehatan disebutkan bahwasanya setiap tubuh manusia  memiliki   sistem  pertahanan  (imunitas)  yang   dapat  membentengi tubuh  dari  bakteri  atau  penyakit.  Oleh karenannya menjaga  pola  hidup  bersih dan sehat sangat dianjurkan dan diperlukan untuk menjaga stamina tubuh.

Umumnya  pola  hidup  masyarakat kurang  memperhatikan sistem daya tahan tubuh  seperti menjaga pola  makan dan  tidur, sehingga potensi virus ini menyerang   lebih   besar  berhasil.   Pun    memberikan   pemahaman  kepada
masyarakat terkait  proses penyebaran virus ini seperti menjaga jarak dan  tidak berinteraksi langsung dengan hewan. Adanya  sosialisasi yang  digalakkan akan membantu masyarakat untuk membentengi diri sendiri dari serangan penyakit.

2. Memberikan Keamanan Psikis

Dipercaya  atau  tidak, masyarakat awam sangat membutuhkan motivasi untuk   memerangi  virus  ini.  Angka  korban   yang  terus  bertambah membuat tekanan yang  luar  biasa kepada psikis masyarakat sehingga jika kehawatiran yang    ditimbulkan   terlalu    berlebihan   akan    mempengaruhi   sistem   kerja pertahanan tubuh.  Kondisi seperti ini rentan diserang oleh virus.

Ibnu Sina, salah seorang filsuf sekaligus dokter  Islam kelahiran persia, (980 M. 1037 M.) pernah berkata bahwa " Kepanikan adalah separuh penyakit, Ketenangan  adalah  separuh obat   dan  Kesabaran  adalah  permulaan kesembuhan". Hal ini diperkuat oleh  pernyataan dr. Andri, SpK, FACLP dalam akun  twitternya, ia memberikan penjelasan tentang gejala  psikosomatik yang memicu  Amygdala   atau   pusat  rasa  cemas  terlalu   aktif   bekerja   sehingga memberikan dampak yang kurang  baik terhadap tubuh.

3. Ikut Serta  Dalam Geliat Sosial

Seperti  yang  telah  disampaikan diatas, bahwasanya pandemi ini telah menghantam  semua   sektor  termasuk  lini   perekonomian.   Lebih   -    lebih dikawasan   zona    merah,   pedagang   banyak    kehilangan   pasarnya   karena konsumen banyak  yang menahan diri untuk  tidak keluar  rumah, sedang pekerja juga  banyak  kehilangan mata pencahariaannya sebab diisolasi atau  karantina. Oleh   sebab  itu   untuk    memenuhi   kebutuhan  dasar   mereka,   kader    PMII semestinya ikut  andil  dalam geliat  sosial baik  yang  dilakukan   oleh  lembaga pemerintah maupun secara mandiri.  Hal yang bisa dilakukan  antara lain dengan memberikan bantuan berupa membagikan masker, melakukan penyemprotan disinfektan, atau  berdonasi berupa barang maupun uang  yang nantinya didistribusikan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Anjuran  untuk  membantu sesama  juga  disampaikan  dalam  literatur   - literatur   Islam  dalam  menghadapi  wabah (Tho'un).  Bahkan   terdapat anjuran untuk menyegerakan berzakat/Ta'jilu Zakat  harta/Maal (Tijaroh) meskipun tidak sampai satu Nishob dan  satu Haul. Menurut  Kalangan Syafi'i dan  Maliki, Imam Baghowi  dalam kitab  Al -  Majmu'  Syarhul  Muhadzdzab menjelaskan tentang kebolehan mengeluarkan Zakat  Fitrah diselain Bulan Ramadhan dengan melihat kondisi mustahiq (orang  yang berhak) sangat membutuhkan.

Dalam konteks memerangi pandemi yang telah  melumpuhkan Indonesia, sudah semestinya  seluruh  lapisan  masyarakat  bersama pemerintah  pasang badan untuk  menjaga  Indonesia  dari  apapun yang  mengancam keutuhan dan
kesejahteraan, jangan biarkan  keacuhan kita mendorong Indonesia jatuh  dalam keterpurukan. Semoga badai  ini cepat berlalu. Get well soon my country.

No comments:

Post a Comment

PERGERAKAN MAHASISWA ISLAM INDONESIA

KOMISARIAT INSTITUT AGAMA ISLAM SYARIFUDDIN

RAYON FAKULTAS DAKWAH DAN KOMUNIKASI ISLAM