![]() |
| Ravika Dewi Ratnasari PMII Rayon CH.Wahab Cassbulloh Lumajang |
Pandemi
Global yang sedang mengguncang warna seantero Dunia saat ini yaitu, Wabah Virus
Corona. Sebagai wabah patogen baru yang menyebar dengan mudah dari orang ke
orang di seluruh dunia. Pandemi ini ketika menyebar di suatu Negara atau benua
dan biasanya memengaruhi orang dalam jumlah besar, penyebarannya secara global.
Pandemi terakhir yang terjadi di dunia adalah pada tahun 2009 akubat flu babi
yang menewaskan ratusan ribu orang. Banyak keluh kesah yang hampir sama, yang
di rasakan oleh orang seluruh dunia yang terdampak virus Covid-19. Mulai dari
kegiatan, Perekonomian, Sosial, Budaya, Politik, semua pada kacau, semua jadi
terhambat. Tapi setidaknya virus ini juga membawa dampak positif bagi bumi,
Bumi yang dulunya kelihatan berwarna suram jika di lihat dari angkasa, sekarang
menjadi berwarna cerah, kembali segar. Konon katanya lapisan ozon yang ada di
bumi yang awalnya tipis di karnakan ulah manusia di bumi sekarang mulai
menebal, itu di karenakan Kegiatan produksi di seluruh dunia di Lock down,
seperti kegiatan pabrik, Kendaraan mesin yang menggunakan bahan bakar bumi,
dll. Kegiatan tersebut yang menyebabkan pemanasan global, sehingga es yang ada
di kutub yang mencair kini membeku lagi. Betapa hebatnya dampak corona bagi
Bumi, seperti halnya merefres kembali, menyegarkan kembali bumi.
Jadi, apakah peran Mahasiswa Pergerakan di
balik pandemic global saat ini? Mahasiswa pergerakan, terlahir dari
Organisasi yang di didik dan di latih untuk dapat terjun ke ranah masyarakat.
Untuk membantu menyelesaikan permasalahan permasalahan yang ada di masyarakat.
Mahasiswa juga harus dapat mengajak masyarakat untuk menjadi masyarakat
progresif, yaitu menuju arah kemajuan. Masyarakat yang maju dapat dilihat dari
pola pikir masyarat itu sendiri yang dapat merubah keadaan masyarakat. Pertama , bicara
mahasiswa, kita tahu bahwa mahasiswa punya 2 peran penting, yakni sebagai agent
of change(perubahan) dan yang kedua agen of social control.
Maka pada peran pertama Mahasiswa seorang
mahasiswa haruslah Mampu menawarkan perubahan pada masyarakat, maka hal pertama
sebelum melakukan perubahan kepada masyarakat haruslah seorang mahasiswa itu
mampu merubah dirinya menjadi seorang intelektual idealik, yang mana ia menjadi
seorang intelektual yang cenderung pada kebenaran, maka dengan demikian
pencapaian menuju kata agen perubahan itu akan terwujud. Lalu point kedua
yang berbicara tentang, agen of social control adalah bagaimana seorang
mahasiswa mampu menempatkan dirinya sebagai kaum tengah, dia berada di antara
masyarakat dan pemerintah. Maka pada suatu kondisi ia menjadi penyambung lidah
rakyat untuk menginterupsi kekuasaan yang tidak berpihak pada masyarakat, dan
pada suatu kondisi ia menjadi rekan pemerintah dalam upaya mensukseskan
kegiatan pemerintah yang berimplikasi baik bagi kehidupan masyarakat.
Nah di tengah pandemic global Covid-19
ini, kita bisa lihat kegalauan pemerintah dalam upaya penanganannya, antara
selamatkan rakyat atau selamatkan ekonomi melalui investasi. Kita lihat di awal
bagaimana tindakan yang di lakukan pemerintah kita dalam menanggapi pandemic
ini. Pemerintah lamban dalam mengeluarkan kebijakan yang jelas. Terlihat gagap
dan membuat masyarakat resah. Ketika kebijakan sudah mulai di terbitkan,
terjadi diskomunikasi antara pesiden dan mentrinya, antara pemerintah pusat dan
pemerintah daerah.
Dimana ketika presiden
mengintrupsikan A, pemerintah daerah melakukan B, ini yang membuat masyarakat
kebingungan. Seharusnya pemerintah sanggup memberikan harapan pada masyarakat
bukan ketakutan ketakutan yang kita rasakan seperti ini. Ketakutan di tengah
masyarakat yang takut kelaparan akibat intruksi di rumahkan dan melarang
melakukan aktivitas di luar rumah, dimana tidak semua orang bisa bertahan hidup
dengan tetap berada di rumah seperti para pekerja serabutan, pkl, ojol, buruh
dan pekerja lainnya.
Ini adalah bukti bahwa Negara dalam
hal ini pemerintah tidak mampu hadir dalam sendi sendi masyarakat kita. Maka
peran ini lah yang seharusnya di ambil mahasiswa dengan melakukan
bantuan berupa donasi untuk masyarakat yang membutuhkan, edukasi mengenai
Covid-19 mulai dari ODP, PDP, dan Pasien Positif Corona, mengenai gejala serta
melakukan penelitian terkait covid-19 ini. Mahasiwa juga harus bersinergi dam
berkolaborasi bersama pemerintah dalam melawan covid-19 ini. Ini adalah tugas
bersama, Tugas kemanusiaan, saanya semuanya harus taat pada kebijakan
pemerintah dan arahan dari aparat. Karena ini adalah untuk kebaikan kita semua.
Semoga kita semua dapat terhindar dari covid-19 ini, salah satunya dengan
menerapkan Physical Distancing (menjaga jarak fisik), Memakai masker bagi yang
mempunyai gejala, cek suhu tubuh, menjaga kebersihan diri, dengan mencuci
tangan setiap selesai beraktifitas dan menghindari tempat keramaian. Semoga
covid -19 cepat berlalu.

No comments:
Post a Comment