Friday, April 17, 2020

Peran Mahasiswa Pergerakan Dalam Memerangi Pandemi Global



Ravika Dewi Ratnasari PMII Rayon CH.Wahab Cassbulloh Lumajang
Ravika Dewi Ratnasari PMII Rayon CH.Wahab Cassbulloh Lumajang

           Pandemi Global yang sedang mengguncang warna seantero Dunia saat ini yaitu, Wabah Virus Corona. Sebagai wabah patogen baru yang menyebar dengan mudah dari orang ke orang di seluruh dunia. Pandemi ini ketika menyebar di suatu Negara atau benua dan biasanya memengaruhi orang dalam jumlah besar, penyebarannya secara global. Pandemi terakhir yang terjadi di dunia adalah pada tahun 2009 akubat flu babi yang menewaskan ratusan ribu orang. Banyak keluh kesah yang hampir sama, yang di rasakan oleh orang seluruh dunia yang terdampak virus Covid-19. Mulai dari kegiatan, Perekonomian, Sosial, Budaya, Politik, semua pada kacau, semua jadi terhambat. Tapi setidaknya virus ini juga membawa dampak positif bagi bumi, Bumi yang dulunya kelihatan berwarna suram jika di lihat dari angkasa, sekarang menjadi berwarna cerah, kembali segar. Konon katanya lapisan ozon yang ada di bumi yang awalnya tipis di karnakan ulah manusia di bumi sekarang mulai menebal, itu di karenakan Kegiatan produksi di seluruh dunia di Lock down, seperti kegiatan pabrik, Kendaraan mesin yang menggunakan bahan bakar bumi, dll. Kegiatan tersebut yang menyebabkan pemanasan global, sehingga es yang ada di kutub yang mencair kini membeku lagi. Betapa hebatnya dampak corona bagi Bumi, seperti halnya merefres kembali, menyegarkan kembali bumi.
            Jadi, apakah peran Mahasiswa Pergerakan di balik pandemic global saat ini? Mahasiswa pergerakan, terlahir dari Organisasi yang di didik dan di latih untuk dapat terjun ke ranah masyarakat. Untuk membantu menyelesaikan permasalahan permasalahan yang ada di masyarakat. Mahasiswa juga harus dapat mengajak masyarakat untuk menjadi masyarakat progresif, yaitu menuju arah kemajuan. Masyarakat yang maju dapat dilihat dari pola pikir masyarat itu sendiri yang dapat merubah keadaan masyarakat. Pertama , bicara mahasiswa, kita tahu bahwa mahasiswa punya 2 peran penting, yakni sebagai agent of change(perubahan) dan yang kedua agen of social control.
            Maka pada peran pertama Mahasiswa seorang mahasiswa haruslah Mampu menawarkan perubahan pada masyarakat, maka hal pertama sebelum melakukan perubahan kepada masyarakat haruslah seorang mahasiswa itu mampu merubah dirinya menjadi seorang intelektual idealik, yang mana ia menjadi seorang intelektual yang cenderung pada kebenaran, maka dengan demikian pencapaian menuju kata agen perubahan itu akan terwujud. Lalu point kedua yang berbicara tentang, agen of social control adalah bagaimana seorang mahasiswa mampu menempatkan dirinya sebagai kaum tengah, dia berada di antara masyarakat dan pemerintah. Maka pada suatu kondisi ia menjadi penyambung lidah rakyat untuk menginterupsi kekuasaan yang tidak berpihak pada masyarakat, dan pada suatu kondisi ia menjadi rekan pemerintah dalam upaya mensukseskan kegiatan pemerintah yang berimplikasi baik bagi kehidupan masyarakat.
            Nah di tengah pandemic global Covid-19 ini, kita bisa lihat kegalauan pemerintah dalam upaya penanganannya, antara selamatkan rakyat atau selamatkan ekonomi melalui investasi. Kita lihat di awal bagaimana tindakan yang di lakukan pemerintah kita dalam menanggapi pandemic ini. Pemerintah lamban dalam mengeluarkan kebijakan yang jelas. Terlihat gagap dan membuat masyarakat resah. Ketika kebijakan sudah mulai di terbitkan, terjadi diskomunikasi antara pesiden dan mentrinya, antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah.
            Dimana ketika presiden mengintrupsikan A, pemerintah daerah melakukan B, ini yang membuat masyarakat kebingungan. Seharusnya pemerintah sanggup memberikan harapan pada masyarakat bukan ketakutan ketakutan yang kita rasakan seperti ini. Ketakutan di tengah masyarakat yang takut kelaparan akibat intruksi di rumahkan dan melarang melakukan aktivitas di luar rumah, dimana tidak semua orang bisa bertahan hidup dengan tetap berada di rumah seperti para pekerja serabutan, pkl, ojol, buruh dan pekerja lainnya.
            Ini adalah bukti bahwa Negara dalam hal ini pemerintah tidak mampu hadir dalam sendi sendi masyarakat kita. Maka peran ini lah yang seharusnya di ambil mahasiswa dengan melakukan bantuan berupa donasi untuk masyarakat yang membutuhkan, edukasi mengenai Covid-19 mulai dari ODP, PDP, dan Pasien Positif Corona, mengenai gejala serta melakukan penelitian terkait covid-19 ini. Mahasiwa juga harus bersinergi dam berkolaborasi bersama pemerintah dalam melawan covid-19 ini. Ini adalah tugas bersama, Tugas kemanusiaan, saanya semuanya harus taat pada kebijakan pemerintah dan arahan dari aparat. Karena ini adalah untuk kebaikan kita semua. Semoga kita semua dapat terhindar dari covid-19 ini, salah satunya dengan menerapkan Physical Distancing (menjaga jarak fisik), Memakai masker bagi yang mempunyai gejala, cek suhu tubuh, menjaga kebersihan diri, dengan mencuci tangan setiap selesai beraktifitas dan menghindari tempat keramaian. Semoga covid -19 cepat berlalu.

No comments:

Post a Comment

PERGERAKAN MAHASISWA ISLAM INDONESIA

KOMISARIAT INSTITUT AGAMA ISLAM SYARIFUDDIN

RAYON FAKULTAS DAKWAH DAN KOMUNIKASI ISLAM