![]() |
Izza Airiza, PMII IAI Syarifuddin Lumajang
|
Terbungkam abdi
pada mereka kaum patriarki
Terkungkung tak
berdaya merampas cita
Turun menurun
mendarah daging kian membudaya
Mengekang,
melecehkan, meremehkan, sungguh tak berarti
Gelanggang
sandiwara menawarkan sejuta asa
Di tengah hiruk
pikuk kehidupan kami tersiksa
Patut tunduk
pada mereka para pujangga
Merela meski
batin penuh sayat luka
Gelabah hati
bagai berada di tengah malam
Gelap meski dia
sang bagaskara terhampar kala siang menyapa
Bagai budak
dalam tahanan penjara
Merobek mimpi
berganti angan temaram
Namun masa kini
Berjaya
Tanah jiwa kian
terbebaskan
Tak lekang
mengais aksara dalam bingkaian kata
Teruntuk dia
srikandi pejuang wanita
Molek abjad
terlontar bagai semboyan
Habis gelap
terbitlah terang
Menghela cita
di balik pasrah
Mengubah duka
menjadi anugrah
Kabut tebal
telah memudar
Cahaya sang
surya mulai hangat terasa
Menghempas
mendung berganti senyum manis terpancar
Padamu pahlawan
bangsa terimakasih atas jasa

No comments:
Post a Comment