Monday, August 3, 2020

PMII

 

 

PMII ini muncul atas dasar ke tidak mampuam organisasi IPNU dalam menampung para kader nya khususnya para kader yang telah menjadi mahasiswa, karena memang awalnya semua pelajar NU ternanung dalam organisasi IPNU dari semua tingkatan. Dari situlah muncul ke tidak nyamanan rasa dari kalangan mahasiswa yang mana menyatakan bahwa tidak seimbang antara pemikiran pelajar dan mahasiswa, dan itu sangat menghambat jalan pemikiran mahasiswa, oleh karena itu mahasiswa disini ingin membentuk organisasi sendiri. Awalnya pengajuan mendirikan organisasi baru ini tidak disetujui  karena dianggap tidak akan berjalan seperti organisasi IPNU dan akan menjadi pesaing organisasi IPNU tersebut. Hingga akhirnya, setelah beberapa kali mengajukan dan juga beberapa kali ditolak tepat di tanggal 14-17 Maret 1960, yang bertempat di Kaliurang pada konferensi besar menyatakan perlunya organisasi mahasiswa nu. Dalam konferensi besar tersebut  merumuskam pendiri organisasi dan menghasilkan keputusan yaitu pendiri organisasi tersebut terdiri dari 13 tokoh mahasiswa. Mereka adalah

1. Khalid Mawardi

2. M. Said Budairy

3. M. Shobich Ubaid

4. Makmum syukri

5. Hilman

6. Islamil Makki

7. Munsif nakhrowi

8. Nuril Huda Suaidi

9. Abdul Wahab Jaelani

10. Laili Mansyur

11. Hizbullah Huda

12. M. Kholid Narbuko

13. Ahmad Hussein.

 

Tokoh tokoh itulah pendiri organisasi PMII.

Yang mana PMII ini dinyatakan sah pada 17 april 1960, setelah melakukan persidangan musyawarah pada tanggal 14 - 16 april 1960. 

 

Visi misi

Visi PMII

Dikembangkan dari dua landasan utama, yakni visi keislaman dan visi kebangsaan. Visi keislaman yang di bangun PMII adalah visi yang ekslusif, toleran dan moderat. Sedangkan visi kebangsaan adalah mengidealkan satu kehidupan kebangsaan yang demokratis toleran dan dibangun diatas semangat bersama untuk mewujudkan keadilan bagi segenap elemen warga negara.

 

Misi PMII

Misi dasar PMII adalah sebuah perwujudan kesadaran agama berbangsa dan bernegara dengan kesadaran ini PMII sebagai salah satu eksponen pembaharuan bangsa dan pengembangan misi intelektual berkewajiban dan bertanggung jawab mengembangkan komitmen keislaman dan keindonesiaan demi meningkatkan harkat dan martabat islam.

 

Sejarah mahbub Junaidi

Mahbub Junaidi adalah salah satu tokoh pergerakan yang membangun organisasi PMII, beliau lahir di jakarta 22 Juli 1933. beliau Ahli dalam hal tulis menulis karena itu dialah se orang wartawan serta agamawan dan politikus. Beliau sebelum di organisasi pmii, beliau berada di organisasi IPNU saat masi SMA. Dan setelah itu saat menjadi mahasiswa beliau berjuang bersama untuk mendirikan PMII dan terpililah menjadi ketua umum. Setelah aktif di PMII, beliau disuruh untuk mengembangkan GP Ansor.Di sekitar waktu Pemilu 1977, Mahbub aktif keluar masuk kampus memenuhi undangan mahasiswa untuk memberikan ceramah, diskusi, dan menyampaikan makalah. Akibat kegiatan itu, tanpa kejelasan, Mahbub ditahan pihak berwajib selama setahun. Tanpa jelas apa salahnya karena tidak pernah diproses melalui pengadilan. Sejak penahan itu, Mahbub tidak pernah sehat sepenuhnya lagi. Hari Raya Idul Fitri tahun itu, Mahbub masih berada di rumah sakit dalam status tahanan. Anak istrinya datang dan berlebaran bersama di kamar yang sempit itu

Mahbub Junaidi meninggal dunia 1 oktober 1995.

 

Sejarah lambang PMII

Pencipta lambang organisasi kemahasiswaan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) ini adalah sahabat Prof. H.M. Said Budairy (alm), ia adalah seorang organisatoris yang unggul nan tangguh. Namanya selalu terkenang karena jasanya yang telah mendirikan PMII bersama sahabat Mahbub Djunaidi dan 12 orang  utusan lainnya. Selain PMII, “si tukang organisasi” julukan untuk H.M. Said Budairy ini juga menuai sukses ketika ia mendirikan Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) jauh sebelum PMII itu lahir, yaitu di era tahun 50-an.

 

Sahabat H.M. Said Budairy juga termasuk sosok yang paling banyak mengenyam kaderisasi di bandan otonom organisasi NU. Sebut saja, PMII, IPNU, GP. Anshor hingga puncaknya ia ditugaskan sebagai Wakil Bendaha di PB NU pada tahun 1984-1989. Walau ia tidak sampai menduduki puncak di PB NU, namun itu tidak membuatnya putus asa dalam beroraginasi. Kesungguhan beliau berjuang di NU ini berbuah ketika Partai NU berhasil membawanya menunggangi ke kursi DPR-GR/MPRS (1963-1971), padahal usia beliau di saat itu sangat muda.

 

Salah satu karya beliau yang fenomenal adalah berupa logo PMII. Sebuah gambar perisai lengkap dengan bintang, dwi warna dominan dan empat huruf P-M-I-I, merupakan buah karyanya yang tidak tergantikan. Tentunya dalam penciptaan logo itu sahabat H.M. Said Budairy tidak sembarangan, alias tidak asal-asalan. Ada banyak makna yang terkandung di dalamnya, maka itu dibawah ini akan diuraikan makna yang terkandung pada logo organisasi kemahasiswaan terbesar di indonesia itu, diantaranya;

 

Bentuk Logo

Perisai, bisa diartikan sebagai sebuah ketahanan dan keampuhan mahasiswa Islam terhadap berbagai tantangan dan pengaruh dari luar. Dalam KBBI, perisai didefinisikan sebagai alat untuk melindungi diri pada masa peperangan dari serangan musuh. Tidak sepantasnya apabila PMII menjadi organisasi yang lemah, karena itu tidak selaras dengan citra logo PMII tersebut.

Bintang,adalah melambang ketinggian dan semangat cita-cita yang selalu memancar. Pada logo itu terdapat sembilan bintang yang tertera, rincian bintang-bintang itu juga memiliki makna yang berbeda-beda.

5 (Lima), bintang dengan ukuran yang paling besar dan terletak disebelah atas – tengah adalah menggambarkan Rasulullah SAW. sementara empat bintang yang mengapitnya digambarkan sebagai empat Khulafaur Rasyidin yaitu Sayyidina Abu Bakar, Sayyidina Umar, Sayyidina Utsman dan Sayyidina Ali Radliyallahu Anhum Ajma’in. bintang-bintang ini tertera pada logo PMII dibagian atas yang tersirami oleh warna kuning mahkota.

4 (Empat), bintang sebelah bawah menggambarkan empat mazhab yang berhaluan Ahlusunnah Wal-jama’ah, yaitu Madzhab Hanafi, Madzhab Maliki, Madzhab Syafi’I dan Madzhab Hambali.

9 (Sembilan), dari semua jumlah bintang dalam lambang PMII itu terdapat tafsiran ganda, diantaranya;

= Rasulullah SAW dan empat orang sahabat Khulafaur Rasyidin serta empat orang imam mazhab itu laksana bintang yang selalu bersinar cemerlang, mempunyai kedudukan tinggi dan penerang umat manusia.

 

= Sembilan orang pemuka penyebar Agama Islam di Indonesia yang disebut WALI SONGO (Sunan Gresik, Sunan Ampel, Sunan Bonang, Sunan Drajat, Sunan Kudus, Sunan Giri, Sunan Kalijaga, Sunan Muria, dan Sunan Gunung Jati).

 

Warna

Biru, menurut ilmu psikologi warna biru itu memiliki arti stabil, kecerdasan, rasa percaya diri. Namun pada lambang PMII ini, warna biru itu diartikan sebagai kedalaman ilmu pengetahuan yang harus dimiliki dan digali oleh warga pergerakan. Biru juga menggambarkan lautan Indonesia yang mengelilingi kepulauan Indonesia dan merupakan kesatuan Wawasan Nusantara.

Biru Muda, dalam ilmu psikologi masih memiliki arti yang sama dengan warna primer biru. Warna biru muda ini ditafsirkan sebagai ketinggian ilmu pengetahuan, budi pekerti dan taqwa.

Kuning, ceria, bahagia, energik dan optimis itu definisi yang diberikan oleh ilmu psikologi. Namun warna kuning disini PMII memaknai sebagai identitas kemahasiswaan yang menjadi sifat dasar pergerakan lambang kebesaran dan semangat yang selalu menyala serta penuh harapan menyongsong masa depan

Trilogi

Trilogi PMII yaitu memiliki 3 amalan, yang mana merupakan sebuah aspek membangun kader dalam bergerak, yaitu

1. Dzikir : yang artinya senantiasa mengingat Tuhan YME

2. Fikir : yang mana dalam menciptakan citra kemahasiswaan yang baik. Maka perlu adanya fikiran yang jerni dan baik pula serta lebih berkualitas dari pada pelajar.

3. Amal sholeh : yaitu pada kader haruslh memiliki tindakan yang patut di acungi jempol baik dalam aspek agama atau negara serta bahkan di rana lingkungan masyarakat.

 

Oleh sahabati icha

No comments:

Post a Comment

PERGERAKAN MAHASISWA ISLAM INDONESIA

KOMISARIAT INSTITUT AGAMA ISLAM SYARIFUDDIN

RAYON FAKULTAS DAKWAH DAN KOMUNIKASI ISLAM