PMII ini muncul atas dasar ke tidak
mampuam organisasi IPNU dalam menampung para kader nya khususnya para kader
yang telah menjadi mahasiswa, karena memang awalnya semua pelajar NU ternanung
dalam organisasi IPNU dari semua tingkatan. Dari situlah muncul ke tidak
nyamanan rasa dari kalangan mahasiswa yang mana menyatakan bahwa tidak seimbang
antara pemikiran pelajar dan mahasiswa, dan itu sangat menghambat jalan
pemikiran mahasiswa, oleh karena itu mahasiswa disini ingin membentuk organisasi
sendiri. Awalnya pengajuan mendirikan organisasi baru ini tidak disetujui karena dianggap tidak akan berjalan seperti
organisasi IPNU dan akan menjadi pesaing organisasi IPNU tersebut. Hingga
akhirnya, setelah beberapa kali mengajukan dan juga beberapa kali ditolak tepat
di tanggal 14-17 Maret 1960, yang bertempat di Kaliurang pada konferensi besar
menyatakan perlunya organisasi mahasiswa nu. Dalam konferensi besar
tersebut merumuskam pendiri organisasi dan
menghasilkan keputusan yaitu pendiri organisasi tersebut terdiri dari 13 tokoh
mahasiswa. Mereka adalah
1. Khalid Mawardi
2. M. Said Budairy
3. M. Shobich Ubaid
4. Makmum syukri
5. Hilman
6. Islamil Makki
7. Munsif nakhrowi
8. Nuril Huda Suaidi
9. Abdul Wahab Jaelani
10. Laili Mansyur
11. Hizbullah Huda
12. M. Kholid Narbuko
13. Ahmad Hussein.
Tokoh tokoh itulah pendiri
organisasi PMII.
Yang mana PMII ini dinyatakan sah
pada 17 april 1960, setelah melakukan persidangan musyawarah pada tanggal 14 -
16 april 1960.
Visi misi
Visi PMII
Dikembangkan dari dua landasan
utama, yakni visi keislaman dan visi kebangsaan. Visi keislaman yang di bangun
PMII adalah visi yang ekslusif, toleran dan moderat. Sedangkan visi kebangsaan
adalah mengidealkan satu kehidupan kebangsaan yang demokratis toleran dan
dibangun diatas semangat bersama untuk mewujudkan keadilan bagi segenap elemen
warga negara.
Misi PMII
Misi dasar PMII adalah sebuah
perwujudan kesadaran agama berbangsa dan bernegara dengan kesadaran ini PMII
sebagai salah satu eksponen pembaharuan bangsa dan pengembangan misi
intelektual berkewajiban dan bertanggung jawab mengembangkan komitmen keislaman dan
keindonesiaan demi meningkatkan harkat dan martabat islam.
Sejarah mahbub Junaidi
Mahbub Junaidi adalah salah satu
tokoh pergerakan yang membangun organisasi PMII, beliau lahir di jakarta 22
Juli 1933. beliau Ahli dalam hal tulis menulis karena itu dialah se orang
wartawan serta agamawan dan politikus. Beliau sebelum di organisasi pmii,
beliau berada di organisasi IPNU saat masi SMA. Dan setelah itu saat menjadi
mahasiswa beliau berjuang bersama untuk mendirikan PMII dan terpililah menjadi
ketua umum. Setelah aktif di PMII, beliau disuruh untuk mengembangkan GP
Ansor.Di sekitar waktu Pemilu 1977, Mahbub aktif keluar masuk kampus memenuhi
undangan mahasiswa untuk memberikan ceramah, diskusi, dan menyampaikan makalah.
Akibat kegiatan itu, tanpa kejelasan, Mahbub ditahan pihak berwajib selama
setahun. Tanpa jelas apa salahnya karena tidak pernah diproses melalui
pengadilan. Sejak penahan itu, Mahbub tidak pernah sehat sepenuhnya lagi. Hari
Raya Idul Fitri tahun itu, Mahbub masih berada di rumah sakit dalam status
tahanan. Anak istrinya datang dan berlebaran bersama di kamar yang sempit itu
Mahbub Junaidi meninggal dunia 1
oktober 1995.
Sejarah lambang PMII
Pencipta lambang organisasi
kemahasiswaan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) ini adalah sahabat
Prof. H.M. Said Budairy (alm), ia adalah seorang organisatoris yang unggul nan
tangguh. Namanya selalu terkenang karena jasanya yang telah mendirikan PMII
bersama sahabat Mahbub Djunaidi dan 12 orang
utusan lainnya. Selain PMII, “si tukang organisasi” julukan untuk H.M.
Said Budairy ini juga menuai sukses ketika ia mendirikan Ikatan Pelajar
Nahdlatul Ulama (IPNU) jauh sebelum PMII itu lahir, yaitu di era tahun 50-an.
Sahabat H.M. Said Budairy juga
termasuk sosok yang paling banyak mengenyam kaderisasi di bandan otonom
organisasi NU. Sebut saja, PMII, IPNU, GP. Anshor hingga puncaknya ia
ditugaskan sebagai Wakil Bendaha di PB NU pada tahun 1984-1989. Walau ia tidak
sampai menduduki puncak di PB NU, namun itu tidak membuatnya putus asa dalam
beroraginasi. Kesungguhan beliau berjuang di NU ini berbuah ketika Partai NU
berhasil membawanya menunggangi ke kursi DPR-GR/MPRS (1963-1971), padahal usia
beliau di saat itu sangat muda.
Salah satu karya beliau yang
fenomenal adalah berupa logo PMII. Sebuah gambar perisai lengkap dengan
bintang, dwi warna dominan dan empat huruf P-M-I-I, merupakan buah karyanya
yang tidak tergantikan. Tentunya dalam penciptaan logo itu sahabat H.M. Said
Budairy tidak sembarangan, alias tidak asal-asalan. Ada banyak makna yang
terkandung di dalamnya, maka itu dibawah ini akan diuraikan makna yang
terkandung pada logo organisasi kemahasiswaan terbesar di indonesia itu,
diantaranya;
Bentuk Logo
Perisai, bisa diartikan sebagai
sebuah ketahanan dan keampuhan mahasiswa Islam terhadap berbagai tantangan dan
pengaruh dari luar. Dalam KBBI, perisai didefinisikan sebagai alat untuk
melindungi diri pada masa peperangan dari serangan musuh. Tidak sepantasnya
apabila PMII menjadi organisasi yang lemah, karena itu tidak selaras dengan
citra logo PMII tersebut.
Bintang,adalah melambang ketinggian
dan semangat cita-cita yang selalu memancar. Pada logo itu terdapat sembilan
bintang yang tertera, rincian bintang-bintang itu juga memiliki makna yang
berbeda-beda.
5 (Lima), bintang dengan ukuran yang
paling besar dan terletak disebelah atas – tengah adalah menggambarkan
Rasulullah SAW. sementara empat bintang yang mengapitnya digambarkan sebagai
empat Khulafaur Rasyidin yaitu Sayyidina Abu Bakar, Sayyidina Umar, Sayyidina
Utsman dan Sayyidina Ali Radliyallahu Anhum Ajma’in. bintang-bintang ini
tertera pada logo PMII dibagian atas yang tersirami oleh warna kuning mahkota.
4 (Empat), bintang sebelah bawah
menggambarkan empat mazhab yang berhaluan Ahlusunnah Wal-jama’ah, yaitu Madzhab
Hanafi, Madzhab Maliki, Madzhab Syafi’I dan Madzhab Hambali.
9 (Sembilan), dari semua jumlah
bintang dalam lambang PMII itu terdapat tafsiran ganda, diantaranya;
= Rasulullah SAW dan empat orang
sahabat Khulafaur Rasyidin serta empat orang imam mazhab itu laksana bintang
yang selalu bersinar cemerlang, mempunyai kedudukan tinggi dan penerang umat
manusia.
= Sembilan orang pemuka penyebar
Agama Islam di Indonesia yang disebut WALI SONGO (Sunan Gresik, Sunan Ampel,
Sunan Bonang, Sunan Drajat, Sunan Kudus, Sunan Giri, Sunan Kalijaga, Sunan
Muria, dan Sunan Gunung Jati).
Warna
Biru, menurut ilmu psikologi warna
biru itu memiliki arti stabil, kecerdasan, rasa percaya diri. Namun pada
lambang PMII ini, warna biru itu diartikan sebagai kedalaman ilmu pengetahuan
yang harus dimiliki dan digali oleh warga pergerakan. Biru juga menggambarkan
lautan Indonesia yang mengelilingi kepulauan Indonesia dan merupakan kesatuan
Wawasan Nusantara.
Biru Muda, dalam ilmu psikologi
masih memiliki arti yang sama dengan warna primer biru. Warna biru muda ini
ditafsirkan sebagai ketinggian ilmu pengetahuan, budi pekerti dan taqwa.
Kuning, ceria, bahagia, energik dan
optimis itu definisi yang diberikan oleh ilmu psikologi. Namun warna kuning
disini PMII memaknai sebagai identitas kemahasiswaan yang menjadi sifat dasar
pergerakan lambang kebesaran dan semangat yang selalu menyala serta penuh
harapan menyongsong masa depan
Trilogi
Trilogi PMII yaitu memiliki 3
amalan, yang mana merupakan sebuah aspek membangun kader dalam bergerak, yaitu
1. Dzikir : yang artinya senantiasa
mengingat Tuhan YME
2. Fikir : yang mana dalam
menciptakan citra kemahasiswaan yang baik. Maka perlu adanya fikiran yang jerni
dan baik pula serta lebih berkualitas dari pada pelajar.
3. Amal sholeh : yaitu pada kader
haruslh memiliki tindakan yang patut di acungi jempol baik dalam aspek agama
atau negara serta bahkan di rana lingkungan masyarakat.

No comments:
Post a Comment