Wednesday, January 25, 2023

Politik Kampus

        


Beberapa pertanyaan klasik yang sering kali muncul dalam benak mahasiswa tentang problem politik, khususnya politik di kampus. Mengapa harus repot-repot berpolitik di kampus?, untuk apa membentuk koalisi politik ala-ala mahasiswa?, untuk apa bertarung dan memperebutkan pengaruh dari seluruh teman-teman mahasiswa agar berpihak kepada pihak A atau B?. Tidaklah cukup dengan menggunakan dakwah tanpa harus bermusuhan dengan organisasi lain.

        Hal ini tentunya merupakan sesuatu yang sangat penting dipahami oleh para mahasiswa. Dengan adanya paragdima dan bacaan yang komprehensif maka strategi dan taktik dalam perjuangan akan mendapatkan arah yang jelas.

        Awal mula kita harus memahami julukan kampus atau dunia perkuliahan, kampus atau institut dan ataupun sekolah dan sejenisnya bisa dikatakan sebagai miniatur negara, di kampus ada Prodi, fakultas, hingga universitas atau institut, dan di negara yaitu mencakup, mulai dari desa, kecamatan, kabupaten hingga negara, maka dari itu, dunia perkuliahan sering di sebut sebagai miniatur negara. Kemudian kita harus memahami mengenai urgensi politik kampus, yang mana hal ini tidak bisa kita pungkiri bahwa kampus merupakan tempat lahirnya cadangan pemimpin masa depan bangsa. Jika mencermati gerakan mahasiswa saat ini ide-ide revolusi sistemis, pemerintahan kaum muda dll, merupakan sebuah tawaran segar yang tentunya memerlukan suatu telaah yang mendalam salah satunya pemerintahan mahasiswa. 

        Pemerintahan mahasiswa dapat diartikan sebagai pelembagaan kepentingan politik mahasiswa dalam format negara mahasiswa, kalau disederhanakan pemerintahan mahasiswa adalah gerakan mahasiswa yang di lembagakan.
Pemerintahan mahasiswa memiliki 5 prinsip dasar yakni moralitas, intelektualitas, politis, independen, dan sejajar.

        Gerakan Moral Sebelum gerakan mahasiswa ini kita kembangkan lebih jauh, agaknya kita harus terlebih dahulu bercermin pada diri kita terlebih dahulu. Gerakan mahasiswa terlepas dari ideologinya, dibesarkan dan dilahirkan oleh mahasiswa itu sendiri yang sedikit banyaknya terpengaruh oleh suasana lingkungan kampusnya dan latar belakang akademis. 

        Dengan kata lain, mahasiswa adalah unsur dari gerakan mahasiswa itu sendiri. Secara umum masyarakat memandang bahwa mahasiswa sebagai bagian kecil dari komunitas terdidik dinegara ini. Tapi yang menggelikan tidak semua mahasiswa menyadari anugrah yang disandangnya. 

        Sebuah ironi ketika mahasiswa meneriakkan slogan-slogan moralitas tatkala mahasiswa yang lainnya tidak bermoral. Dan jika mahasiswa yang tidak bermoral diberikan kesempatan memegang kendali, apa jadinya politik kampus?

        Gerakan Intelektual Gerakan mahasiswa yang berpower pada gerakan intelektual memang diharapkan menghasilkan rumusan dan solusi konkret permasalahan bangsa sesuai dengan kapasitas keilmuan yang dimiliki. Jika harapan ini terlaksana maka sebuah kebahagiaan bagi masyarakat. 

        Mahasiswa menjadi bagian komunitas yang peduli terhadap rakyat miskin yang tertindas. Dalam hal ini perlu dikembangkannya konsep intelektual dalam diri mahasiswa. Dengan konsep intelektual ini, maka gerakan mahasiswa akan menjadi contoh bagi masyarakat untuk melakukan pencerahan dan penyadaran, namun celakanya konsep ini lebih mementingkan kebutuhan pragmatis.

Oleh : Shodri MHD Nur
Barda Mandrawata (FDKI21)

No comments:

Post a Comment

PERGERAKAN MAHASISWA ISLAM INDONESIA

KOMISARIAT INSTITUT AGAMA ISLAM SYARIFUDDIN

RAYON FAKULTAS DAKWAH DAN KOMUNIKASI ISLAM